Ban nya kapan di pompa nih boss ? Pikir kmrn udah mulai di pompa, ternyata belom yah.....
Sent from my BlackBerry� powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Tom DS" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sun, 19 Oct 2008 23:43:21 To: <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]> Subject: [saham] Re: [obrolan-bandar] Re: [junior_Trader] Dibilangin ati2 ban kempes pada nggak percaya sih.... JCI to 1200 in the near future....!!! *Hmmm... Memang pak Hmin ada benarnya juga, bobot komoditas menjadi jauh berkurang.* *Finance akan kurang baik dalam 6 bulan ke depan terutama menjelang pemilu, yang cukup bagus di saat krisis memang sektor defensive seperti UNVR (cons goods). Infrastructure juga masih sangat bagus seperti TLKM, ISAT & PGAS yang sudah mulai bisa di collect. Cuma untuk telekomunikasi gank masih agak tertekan at least dalam 1 tahun ke depan.* ** *Sorry Pak, sekedar koreksi, ASII itu tidak sampai 60% komoditas. Untuk lebih jelas lihat attachment saya.* *Dari agribusiness saja tahun 2007 hanya 22.3% dari net income dan 8.5% dari revenue. Sementara 1H 2008 agribusinessnya berkontribusi 25.2% terhadap net income dan 10% dari revenue.* *Untuk sektor heavy equipment (UNTR) 1H 2008 hanya berkontribusi 14.2% terhadapt net income dan 27% terhadap revenue. Apalagi kan UNTR tidak 100% bergerak di bidang batubara, tapi coal mining hanya berkontribusi 9.5% dari revenue UNTR.* ** *Jadi nggak bisa dibilang ASII 60% komoditas.* ** *Bicara mengenai ASII, saya rekomendasikan ASII dan anak2nya (esp. AALI, UNTR) untuk buy saat sekarang ini untuk menikmati gain >500% di 5 tahun yang akan datang ... =)* *Kalau Warren Buffet buy stocks di Indonesia, saya yakin pasti pilihan beliau adalah ASII, UNVR, AALI & UNTR.* *Nggak usah jauh-jauh sampai membahas ke fundamentalnya... nanti bisa menganga semua karena semua sudah undervalue...... Apalagi UNTR & AALI. Lihat saja PBV, PER, EBITDA/Int.Expense nya dengan prospek bisnis yang growthnya sangat baik (Sales growth dan net income growth) apalagi dilihat dari current ratio serta debt/equity ratio yang sangat moderat....* ** *BUY ASII, UNTR, AALI & UNVR.....!!!!!!!!* ** ** *Disclaimer : On* ** *T.o.m* On 10/19/08, Halim Mintareja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Tom DS > > analisanya koq komoditas semua sih ? > > Saya rasa komoditas dilupaain dulu aja FA-nya.... > Saya lihat analisa pak TOM juga masih kemahalan....Harga ANTM BUMI UNSP > TINS seperti target pak TomDS tidak akan membuat saham tersebut menarik di > mata asing. > > Dari pengalaman saya sih..asing cuman mau beli saham komoditas kalau ada > potensi upside minimal 100% > > Coba pak Tom analisa saham-saham yang bakalan jadi star di cycle > berikutnya. Seperti consumer dan infrastructur. Saya rasa hasilnya tidak > akan "se-menakutkan" kalau cuman analisa komodity aja. Lagipula Minning dan > Agri sudah tidak menjadi market mover di BEI lagi. Udah history > > Oh ya..INDF & ASII itu 60% komoditas lho. > > Halim > > 2008/10/19 Tom DS <[EMAIL PROTECTED]> > >> *Sebenarnya bukan cuma saya saja yang sudah menganalisa itu, banyak juga >> yang sudah punya analisa seperti itu dengan alasan dan cara menghitung yang >> berbeda-beda. Cuma kebanyakan masih pada sayang untuk melakukan cutloss >> biasanya karena mereka masuk di saat index masih diatas 2400. Mau cutloss >> itung2 sudah rugi berapa banyak, asa sih bisa lebih turun lagi, sepertinya >> sudah bottom... padahal bottom is not in sight... Saya akan utarakan analisa >> dengkul saya, sementara dari sisi fundamental tidak perlu sayautarakan, >> sudah banyak analisanya dan akan banyak teman yang bisa membantu. Kalau >> teknikal saya terus terang kurang terlalu percaya dalam situasi seperti ini. >> Yang jelas untuk fundamental, saya selalu mengkombinasi metode CAPM (Capital >> Asset Pricing Model) serta DCF (Discounted Cash Flow). Utk metode relative >> valuation (menggunakan PER) hanya untuk melengkapi dengan tambahan >> menggunakan valuasi regresi dari PER industri sejenis.* >> ** >> *ANTM:* >> *Saham yang public listed (atau diperdagangkan di BEI) adalah 34.24% >> dimana akhir september ini porsi asing tinggal 12.5% dan lokal 21.7%. Per >> jumat kemarin, data kami menunjukkan porsi asing tinggal sekitar 10%an. >> Posisi awal tahun asing punya 16%an ANTM. Yang jelas untuk ANTM asing masih >> akan melakukan tekanan jual karena asing yang akan bertahan di ANTM ini >> menurut analisa kami hanya sekitar 7%. Artinya kalau beberapa institusi yang >> sedang kekeringan likuiditas iu belum dapat suntikan dana segar atau >> kemudahan likuiditas lain, kondisi tersebut akan tercapai. Target price kami >> sekitar 880-930 saat mebawa IHSG ke 1200.* >> *Buyback ANTM hanya punya dana Rp 200milyar. Anda bisa hitung sendiri >> cumadapat berapa banyak ANTM. Sementara transaksi harian ANTM saja sudah >> sekitar rata-rata Rp50-70milyar. Buyback di ANTM tidak akan terlalu >> berpengaruh.* >> ** >> *BUMI: >> Mengingat management bakrie yang suka high leverage sampai mau jual saham >> anak perusahaannya, hal ini mebuat investor yang akan membeli BUMI meminta >> harga di bawah harga pasar. Sementara itu selling pressure BUMI diperoleh >> dari beberapa institusi asing yang sudah membeli BUMI di posisi 800-1000an >> (Coba cek posisi Merril Lynch dan beberapa institusi yang collect BUMI di >> awal 2006). Dengan beberapa kondisi terbaru terkait Tata Group dan beberaa >> konsorsium yang mau membeli BUMI, apalagi didukung fundamental BUMI yang >> maish sangat bagus (cash BUMI masih cukup untuk memayar short-term debt nya, >> lain dengan BNBR), target price kami untuk BUMI 1200-1300.* >> ** >> *UNSP:* >> *Masih akan ada sedikit tekanan jual hanya dari margin trader dan >> shortseller. Yang banyak memegang UNSP adalah investor retail,saya bisa >> menyimpulkan ini dari besarnya rekening yang memegang UNSP serta dari >> rata-rata volume/frekuensi perdagangan harian UNSP.* >> *Penurunan UNSP tidak akan terlalu dalam lagi, target price sekitar >> 350-380.* >> ** >> *TINS:* >> *TINS salahsatu favorit institusi asing karena bisnisnya yang secara >> longterm masih sangat solid (mirip dengan BUMI yang secara fundamental >> sangat bagus) didukung management yang jauh lebih baik dari Bakrie. Dari >> sisi cash yang masih Rp 1.35 T di Q2 2008 dengan shorterm debt hanya Rp 80 >> milyar. Dengan melihat financial performance dan proyeksi kami, PBV 1.51x, >> PER 0.6x, ROE hampir 50%, net income margin 27%, low debt/equity ratio dan >> berbagai pertimbangan fundamental lainnya yg sudah totally undervalue, serta >> dari sisi institusi asing yang masih akan keep TINS, target price kami saat >> IHSG 1200, TINS akan masih berada di level 1000-1050 (tidak jauh berbeda >> dengan kondisi saat ini)* >> ** >> ** >> *Disclaimer: Always On* >> ** >> *T.o.m* >> >> >> >> >> On 10/16/08, Jonathan Christian <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >>> >>> Dear Pak Tom >>> >>> Salam kenal pak, saya termasuk newbie dalam bursa, baru masuk bursa tahun >>> ini, dan langsung mersakan dashyatnya kejatuhan bursa. >>> melihat postingan bapak beberapa waktu yang lalu, termasuk prediksi serta >>> target price yang bapak berikan, semuanya tepat. >>> jgua utk prediksi yang barusan bahwa ihsg 1200an saya yakin akan tercapai >>> dalam waktu dekat. >>> >>> yang saya mau tanyakan adalah : >>> apakah ketika ihsg menuju 1200 saham bumn yang rencanna buy back tsb akan >>> jatuh juga mengikuti arus?saya lihat posting bapak yang terdahulu tentang >>> target price bumi antm dkk tepat semuanya...mantap pak! >>> jadi kalau kondisi sekarang berapakah target price utk antm bumi unsp >>> serta tins? >>> >>> sori merepotkan, >>> terima kasih sebelumnya. >>> Gbu always >>> >>> Jonathan >>> >>> >> > > > >
