Suspen bursa hanya membuat luka lebih mendalam dan masa kelam menjadi lebih
lama. Batasan AR jg hanya bisa memperlambat proses, dan ada harga yg dibayar
nanti dikemudian hari. Crash yg cepat, membuat bursa cepat mencapai
keseimbangan baru. Crash yg lambat, ibarat pembunuhan berlahan-lahan.
Katakanlah bursa disuspen, disaat kemudian hari bursa dibuka, apakah ada
jaminan crash tidak berlanjut ? Saya rasa tetap saja akan crash, karena
harga-2 saham dibursa luar negeri saat itu sudah luar biasa murah, saham di
Indonesia akan terlihat mahal saat itu. Capital akan tetap keluar dari bursa
kita
Yang menjadi pertanyaan,..mana yg mau kita pilih ? Anda lebih suka tersiksa
dan merasa sakit secara perlahan, atau rasa sakit sekali tapi cepat hilang
dan pulih ?

2008/10/24 simon bolenang <[EMAIL PROTECTED]>

>   Seperti KOSPI,BEI, Bapepam seharusnya mensuspen
> perdagangan  saham lagi untuk menyelamatkan bursa dari kepanikan, sampai
> bursa dunia tenang.
> Pelaku Short Selling perlu di kasih sanksi berat karena 
> menghancurkankreadibitas pasar modal , pasar uang,
> dan ekonomi RI.
>
> Saya melihat sudah tidak wajar dan realistis lagi
> pergerakan harga saham, yg di sebabkan kepanikan.
> Perlu di bangun kepercayaan, karena sebenarnya
> ekonomi negara tidak dalam keadaan bahaya,
> masih bertumbuh.
> Bank juga tidak tersangkut surat utang perusahaan USA.
>
> AR ke atas bisa di buka bebas atau paling sedikit +30 %,
> AR kebawah - 10 %, sehingga kalau ada moment cepat pulih.
>
> Ayo BEI, BAPEPAM cepat tanggap, cepat bereaksi, kerja lebih
> keras lagi ,jangan bengong aja.
> Jangan sampai malapetaka melanda RI.
>
>  
>

Kirim email ke