Mungkin inilah kesempatan emas bagi pemerintah untuk lepas dari ikatan belenggu bernama "subsidi BBM" yg sering kali menimbulkan problem selama bertahun2. Rakyat dibiasakan saja membeli sesuai harga pasar, jd suatu saat jikalau harga bbm naik lagi, rakyat dituntut lebih hemat dan kreatif, sedangkan kalau harga BBM turun terus akan semakin menggenjot banyak sektor.
Kalau ada yg kontra dgn ide ini, mungkin bisa dibahas apa saja kerugian2nya kalau sampai harga BBM dilepas sesuai harga pasar? JG ----- Original Message ----- From: Irwan Ariston Napitupulu To: [email protected] Sent: Wednesday, October 29, 2008 3:46 AM Subject: [saham] DETIK: 10 Langkah Stabilitas Ekonomi Berikut ini komentar saya terhadap 10 Langkah Stabilitas Ekonomi terhadap poin per poin Poin 1: Bagus. Selaras dengan Sumpah Pemuda versi trader/investor yg diposting di milis saham. Kita memang seharusnya mendahulukan kepentingan bank nasional kita di atas kepentingan bank2 asing. Prinsip berpikirnya sederhana saja, kalau bisa untungin bank nasional, ngapain kasih untung ke bank asing. Untuk kasus di atas, toh bank nasionalnya adalah bank milik pemerintah juga. Tampaknya saham2 bank BUMN bisa mendapat rejeki tambahan. Mungkin saham2 bank BUMN hari Rabu ini bisa naik. Poin 2: Bagus. Tampaknya saham2 seperti ADHI, TOTL, dan WIKA bisa jadi incaran hari ini. Saham2 semen juga bisa kena imbas positipnya seperti SMGR, SMCB, dan INTP. Poin 3: Bagus. Sesama bank nasional dilarang saling mendahului :) Poin 4: Bagus. Akan menambah likuiditas ke pasar. Poin 5: Tidak bisa komentar. Karena belum tentu skema kerjasamanya seperti apa. Poin 6: Bagus dengan catatan eksportir tersebut harus mendapatkan dari pembelinya diluar jaminan pembayaran dalam bentuk L/C (Letter of Credit) yg irrevocable dan lebih bagus lagi yg at sight. Juga harus diperhatikan bank penerbit L/C tersebut di LN, apakah bank kita punya korespondensinya atau tidak. Jadi, pengekspor kita juga harus kerjasama dengan bank nasional disini dengan cara komunkasi dengan pihak banknya apakah bank pembeli kita di LN itu yg akan terbitkan L/C tersebut OK atau tidak. Ini yg suka saya lakukan dulu. Poin 7: Bagus. Akhirnya PE CPO jadi nol persen. Walau agak terlambat, tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali. Tidak percuma deh jadinya saya teriak2 dari bulan September agar PE CPO diturunkan jadi nol persen. Mungkin saham2 CPO hari ini bisa dapat sentimen positif, mumpung sudah banyak yg terlalu murah harga saham2nya :) Poin 8: Belum bisa komentar, belum tahu isinya apa. Dugaan saya tampaknya terkait soal rencana penurunan harga BBM. Poin 9: Bagus. Yang masih nekat selundupin barang2 tersebut, cemplungin saja ke laut selama 24 jam dengan pakai bola pemberat di kakinya 5 Kg. Supaya orang tersebut bisa turut merasakan susahnya bernafas kalau ekonomi nasional anjlog, susahnya bernafas para pengusaha produk lokal karena dibanjiri produk impor yg illegal. Poin 10: Tidak bisa komentar, karena tidak tahu arti dari pengawasan barang beredar itu seperti apa bentuk dilapangannya. Setelah memperhatikan kesepuluh langkah yg rencananya akan diambil oleh pemerintah, saya masih belum melihat langkah2 nyata dari pemerintah untuk meningkatkan sektor riil. Apakah tidak ada pemikir2 tim ekonomi SBY-JK yg memberi masukan2 teknis tentang cara2 meningkatkan atau lebih tepatnya lagi membangkitkan sektor riil? Ekonomi suatu negara akan mempunya pondasi yg baik apabila sektor riil nya lebih maju dari sektor finansialnya. Sektor finansialnya seharusnya hanyalah sebagai pendukung dari sektor riil. Sektor finansial sangat bergantung pada unsur kepercayaan, kalau kepercayaan runtuh/turun, sektor finansial akan terganggu. Ini sudah kita lihat contoh kasusnya belakangan ini. Tetapi, kalau sektor riil, mereka tidak tergantung pada unsur kepercayaan. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu ------------------------------------------------ http://www.detikfinance.com/read/2008/10/28/222755/1027532/4/10-langkah-stabilitas-ekonomi Selasa, 28/10/2008 22:27 WIB 10 Langkah Stabilitas Ekonomi Anwar Khumaini - detikFinance Jakarta - Pemerintah menetapkan 10 langkah dalam rangka stabilisasi ekonomi untuk menghadapi situasi pasar finansial global yang sedang melemah. Sepuluh langkah ini merupakan hasil dari Rapat Kabinet yang digelar pada Selasa (28/10/2008). Keputusan tersebut dibacakan oleh Menko Perekonomian sekaligus Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Menkeu juga didampingi oleh Gubernur BI Boediono, Menneg BUMN Sofyan Djalil dan Mendag Mari Elka Pangestu. "10 langkah ini kita lakukan untuk menjaga keseimbangan ekonomi agar tidak ada gangguan yang terlalu banyak dan menjaga agar masyarakat terhindar dari dampak yang tidak menguntungkan," jelas Sri Mulyani. Berikut 10 langkah tersebut: 1. Menjaga kesinambungan neraca pembayaran atau devisa dengan mewajibkan seluruh BUMN menempatkan seluruh hasil valasnya di bank dalam negeri dalam 1 clearing house. BUMN diwajibkan melaporkan informasi tentang penghasilan dan kebutuhan valas ke kantor kementerian BUMN dan transaksinya dilaksanakan melalui perbankan (Bank BUMN) secara mingguan dan di update setiap hari. 2. Menjaga kesinambungan neraca pembayaran atau devisa dan mempercepat pembangunan infrastruktur dengan mempercepat pelaksanaan proyek-proyek yang sudah mendapat komitmen pembiayaan baik bilateral maupun multilateral. 3. Menjaga stabilitas likuiditas dan mencegah terjadinya perang harga dengan menginstruksikan BUMN untuk tidak melakukan pemindahan dana dari bank ke bank. 4. Menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap Surat Utanga Negara dengan melakukan stabilitsasi pasar SUN yakni pemerintah bersama dengan BI melakukan pembelian SUN di pasar sekunder. Pembelian kembali SUN dilakukan secar bertahap dalam jumlah yang terukur. 5. Menjaga kesinambungan neraca pembayaran atau devisa dengan memanfaatkan bilateral swap arrangement dari Bank of Japan, Bank of Korea dan Bank of China apabila diperlukan. 6. Menjaga keberlangsungan ekspor dengan memberikan garansi terhadap risiko pembayaran dari pembeli dengan menyediakan fasilitas rediskonto wesel ekspor dengan recourse yang berlaku mulai 1 November. 7. Menjaga keberlangsungan ekonomi terutama sekto riil dengan pengurangan pungutan ekspor CPO menjadi nol persen per 1 November. 8. Menjaga kesinambungan fiskal 2009. Langkah yang akan diambil untuk menjaga kesinambungan APBN akan diumumkan segera setelah mendapat persetujuan DPR dalam 2 hari kedepan (Kamis). 9. Mencegah importasi ilegal mulai 1 November. Ada dua langkah pertama, menerbitkan ketentuan tentang importansi komoditi tertentu yakni garmen, elektronika, makanan dan minuman, mainan anak-anak dan sepatu, hanya bisa diimpor oleh importir terdaftar dan kewajiban verifikasi di pelabuhan muat. Kedua, menetapkan pelabuhan-pelabuhan tertentu yang terbuka untuk barang-barang tertentu. Yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Belawan, Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Makassar dan Bandar Juanda. 10. Meningkatkan pengawasan barang beredar dengan membentuk task force terpadu antara instansi terkait mulai 1 November.(qom/qom)
