hari ini 13/11/08 agak aneh..kenapa setelah ada kebijakan ini, rupiah melorot...nembus 12,000?
Katanya akan terus melemah sampai desember, karena banyak corporate butuh dollar, bayar tagihan akhir tahun? --- In [email protected], Newsmaster <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > BI Tangkal Spekulasi Rupiah > > JAKARTA - Sektor finansial tanah air masih diselimuti kabut tebal. Bursa > saham maupun nilai tukar rupiah terus didera pelemahan. Kemarin nilai > tukar rupiah di pasar valas lunglai, hingga akhirnya drop 400 poin > menuju Rp 11.500 per dolar AS. > > Sedangkan di pasar modal, aksi jual saham-saham unggulan membawa indeks > harga saham gabungan (IHSG) tergelincir tipis 9,9 poin (0,74 persen) > membentuk level 1.326,62. Terus melemahnya rupiah menyebabkan Bank > Indonesia (BI) sekali lagi mengambil langkah antisipatif. > > Mulai hari ini bank sentral mencegah transaksi valuta asing untuk > kegiatan spekulatif. Seluruh pihak, selain bank, harus memiliki > underlying transaksi untuk perdagangan valas di atas USD 100 ribu per > bulan. Dan, nasabah individu diwajibkan mencantumkan nomor pokok wajib > pajak (NPWP) untuk transaksi dalam jumlah itu. > > Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia No. > 10/28/PBI/2008 tentang Pembelian Valuta Asing terhadap Rupiah kepada > Bank. Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom mengatakan, > peraturan tersebut tetap berlandasan sistem devisa bebas yang dianut > Indonesia. ''Perlu ditegaskan, ketentuan ini bukan merupakan kebijakan > kontrol devisa atau kontrol kapital yang membatasi arus modal lintas > negara,'' kata Miranda di gedung BI, Jakarta, kemarin (12/11). > > Ketentuan terbaru itu, lanjut dia, hanya sebatas mengatur tata cara > perolehan devisa melalui bank dengan memenuhi persyaratan tertentu. > Dengan begitu, kebebasan pelaku ekonomi atas penggunaan devisa yang > telah dimiliki tidak dibatasi. > > Pelaku ekonomi selain bank, yaitu nasabah individu, badan hukum > Indonesia, dan pihak asing, dapat dengan bebas membeli valuta asing. > Baik melalui transaksi spot, forward, maupun transaksi derivatif. > Keharusan pencantuman tujuan penggunaan valas untuk perdagangan di atas > USD 100 ribu dimaksudkan untuk mengurangi aksi spekulasi. > > Hal itu juga dimaksudkan untuk menerapkan prinsip mengenal nasabah. > ''Transaksi valuta asing yang dilakukan nasabah bank, baik individu, > badan hukum Indonesia, maupun pihak asing, harus memiliki tujuan > penggunaan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan serta bermanfaat > bagi sektor riil,'' kata Miranda. > > Guru besar Universitas Indonesia itu menegaskan, pelemahan rupiah saat > ini bukan karena ada aksi spekulasi. ''Ini bukan spekulasi, tapi karena > kurangnya pasokan USD. Ada capital outflow di Indonesia,'' ujar > perempuan yang selalu mewarnai rambutnya itu. > > Hal senada diungkapkan ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan. > Menurut dia, saat ini ada pelarian dana asing sehingga menyebabkan > pasokan USD berkurang. ''Masalahnya, dana dari asing yang biasanya masuk > di pasar saham juga berhenti sehingga likuiditas USD makin ketat,'' > ujarnya. > > Dia menilai, semua transaksi atau aksi beli USD yang dilakukan pelaku > pasar bukan untuk spekulasi. ''Orang beli USD saat ini ada alasannya. > Ada yang bayar utang, untuk impor, dan sebagainya. Saat ini rupiah belum > pada tahap yang benar-benar sangat lemah sehingga berpotensi dijadikan > spekulasi,'' jelasnya. Seandainya ada investor ritel yang membeli dolar > AS sebanyak USD 5 ribu-USD 10 ribu untuk spekulasi, dia menilai, > jumlahnya tidak signifikan. > > Fauzi mengatakan, solusi utama untuk memperkuat rupiah ialah menambah > pasokan USD. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah mengembalikan > uang WNI yang diparkir di luar negeri. ''Caranya banyak, salah satu di > antaranya adalah tax amnesty,'' ujarnya. Kadin sudah mengusulkan hal > tersebut kepada otoritas agar likuiditas di dalam negeri longgar. > > Secara terpisah, Kepala Ekonom BNI Tony Prasentiantono mengatakan, ada > indikasi pelarian dana nasabah kakap di tanah air ke bank-bank di luar > negeri dengan alasan keamanan atas penjaminan dana simpanannya. > Bagaimanapun, kata dia, emerging market masih dinilai rentan oleh > nasabah-nasabah kakap. > > ''Sejak awal saya merasa pemerintah terlambat melakukan blanket > guarantee. Yang bisa membuat rupiah menguat adalah blanket guarantee,'' > ujarnya. Dia berharap, jika suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) turun > menjadi 0,5 persen, akan ada hot money yang masuk ke tanah air. > > > -- > Office Representation in Surabaya? Visit > http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or > mailto:[EMAIL PROTECTED] for enquiry that suits your needs. > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
