Judul ini mungkin terdengar aneh. Tapi, percayalah, dari sifat malas,
tersembunyi banyak peluang. Hal ini berawal dari beberapa waktu lalu saat saya
kehabisan masa berlaku nomor kendaraan. Mau tidak mau, saya harus mengurusnya.
Sebagai wajib pajak yang taat, hal itu memang sudah biasa saya lakukan. Tapi,
entah kenapa kemarin saya merasa malas untuk mengurus sendirian. Barangkali,
karena alasan kesibukan yang belakangan menumpuk.
Saat itu, satu hal yang lantas tercetus di benak saya. Pergi ke calo jasa
pengurusan STNK. Tak sampai seminggu, surat dan nomor baru kendaraan saya sudah
siap di meja. Tanpa perlu banyak urusan, tinggal bayar sejumlah uang, semua
terselesaikan. Itu belum cukup. Lagi-lagi dengan alasan kesibukan, saya
memanggil office boy di kantor saya. Dengan imbalan sejumlah rupiah, nomor baru
saya sudah terpasang di kendaraan tanpa repot-repot memasang sendiri.
Mungkin Anda juga salah satu yang pernah melakukan hal seperti kisah saya di
atas. Ya, dengan alasan kesibukan, untuk tidak menyebutnya kemalasan, kita
sering membayar orang untuk melakukan sejumlah pekerjaan bagi kita. Di sinilah
peluang yang menurut saya sangat besar perputaran uangnya. Misalnya, untuk satu
jasa pengurusan STNK, saat itu saya dikenakan uang jasa sekitar Rp100 ribuan.
Bayangkan, jika dalam sehari ada lima kendaraan saja yang antri diuruskan
suratnya. Sehari, biro jasa itu akan memetik keuntungan kotor minimal Rp500
ribu. Berapa dalam sebulan?
Nah, kemalasan-kemalasan seperti inilah yang perlu Anda cermati dalam mencari
peluang. Misalnya, coba lihat tumpukan baju kotor Anda saat ini. Saat merasa
sangat sibuk, ke mana Anda pergi untuk mencucikan baju-baju Anda? Ke laundry
bukan? Ya, para tukang cuci itu dengan senang hati akan menerima baju-baju
kotor Anda. Bukankah ini peluang yang diciptakan dari kemalasan mencuci baju?
Contoh lain adalah bisnis makanan. Kalau dilihat dari sudut pandang kemalasan,
bukankah orang-orang pergi ke restoran kebanyakan karena malas masak? Atau,
bisa jadi mereka juga malas cuci piring dan malas berepot-repot menanak nasi.
Maka, jadilah bisnis restoran dan aneka makanan berada di mana-mana. Bahkan
konon, bisnis makanan adalah bisnis yang tak bakal ada habisnya.
Masih banyak contoh lain bisnis yang berawal dari kemalasan itu. Bahkan, urusan
menikah yang sangat sakral pun bisa jadi dibisniskan hanya karena alasan
kepraktisan. Yah, hadirnya banyak wedding planner atau wedding organizer adalah
contoh betapa kemalasan mengurus aneka macam urusan pernikahan bisa jadi bisnis
yang sangat menggiurkan.
Maka, cobalah tengok, apa saja yang membuat Anda malas hari ini. Bisa jadi, di
sanalah tersembunyi peluang yang bisa sangat menguntungkan. Pikirkan! Jika Anda
malas bangun tidur, bisa jadi itu karena kenyamanan kasur, bantal, dan guling
adalah hasil kejelian pengusaha kebutuhan tidur untuk memanjakan kemalasan
Anda. Jika Anda sibuk sehingga tak bisa mengantar anak ke sekolah, ada
pengusaha yang jeli membuat usaha antar jemput anak. Jika Anda tak bisa
langsung bertemu dengan klien, lihatlah, ada pengusaha yang jeli menggeluti
usaha di bidang teknologi yang memudahkan Anda untuk bisa mengangkat telepon
dan semua bisa diselesaikan via handphone.
Begitulah. Sangat banyak peluang usaha yang bisa kita geluti dengan mencermati
kemalasan dan kesibukan orang. Tinggal bagaimana usaha Anda mengubahnya dengan
berbagai cara dan kesungguhan, disertai kerja keras dan keuletan, maka peluang
yang ada itu bisa dijadikan usaha yang menguntungkan.
Cocok nggak ya buat orang-orang melayu..???
Mikir ide baru utk nyari kemalesan orang lain... jangan-jangan kitanya malahan
dah males duluan..
Mendingan nyari angin aja....
Hehehe... No Offense...
------------------------------------
Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/