wah wahhh, so inspiring...
tfs....

    Best Regards,

Sony Anugrah, SH


--- On Tue, 12/2/08, Rimanto Simanjuntak <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Rimanto Simanjuntak <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [saham] Fw: [ak98_feunri] Artikel Bagus
To: [email protected]
Cc: "rozi fadly" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, December 2, 2008, 12:44 AM










    
            

Judul ini mungkin terdengar aneh. Tapi, percayalah, dari sifat malas, 
tersembunyi banyak peluang. Hal ini berawal dari beberapa waktu lalu saat saya 
kehabisan masa berlaku nomor kendaraan. Mau tidak mau, saya harus mengurusnya. 
Sebagai wajib pajak yang taat, hal itu memang sudah biasa saya lakukan. Tapi, 
entah kenapa kemarin saya merasa malas untuk mengurus sendirian. Barangkali, 
karena alasan kesibukan yang belakangan menumpuk. 



Saat itu, satu hal yang lantas tercetus di benak saya. Pergi ke calo jasa 
pengurusan STNK. Tak sampai seminggu, surat dan nomor baru kendaraan saya sudah 
siap di meja. Tanpa perlu banyak urusan, tinggal bayar sejumlah uang, semua 
terselesaikan. Itu belum cukup. Lagi-lagi dengan alasan kesibukan, saya 
memanggil office boy di kantor saya. Dengan imbalan sejumlah rupiah, nomor baru 
saya sudah terpasang di kendaraan tanpa repot-repot memasang sendiri..



Mungkin Anda juga salah satu yang pernah melakukan hal seperti kisah saya di 
atas. Ya, dengan alasan kesibukan, untuk tidak menyebutnya kemalasan, kita 
sering membayar orang untuk melakukan sejumlah pekerjaan bagi kita. Di sinilah 
peluang yang menurut saya sangat besar perputaran uangnya. Misalnya, untuk satu 
jasa pengurusan STNK, saat itu saya dikenakan uang jasa sekitar Rp100 ribuan. 
Bayangkan, jika dalam sehari ada lima kendaraan saja yang antri diuruskan 
suratnya. Sehari, biro jasa itu akan memetik keuntungan kotor minimal Rp500 
ribu. Berapa dalam sebulan?



Nah, kemalasan-kemalasan seperti inilah yang perlu Anda cermati dalam mencari 
peluang. Misalnya, coba lihat tumpukan baju kotor Anda saat ini. Saat merasa 
sangat sibuk, ke mana Anda pergi untuk mencucikan baju-baju Anda? Ke laundry 
bukan? Ya, para tukang cuci itu dengan senang hati akan menerima baju-baju 
kotor Anda. Bukankah ini peluang yang diciptakan dari kemalasan mencuci baju?



Contoh lain adalah bisnis makanan. Kalau dilihat dari sudut pandang kemalasan, 
bukankah orang-orang pergi ke restoran kebanyakan karena malas masak? Atau, 
bisa jadi mereka juga malas cuci piring dan malas berepot-repot menanak nasi. 
Maka, jadilah bisnis restoran dan aneka makanan berada di mana-mana.. Bahkan 
konon, bisnis makanan adalah bisnis yang tak bakal ada habisnya. 



Masih banyak contoh lain bisnis yang berawal dari kemalasan itu. Bahkan, urusan 
menikah yang sangat sakral pun bisa jadi dibisniskan hanya karena alasan 
kepraktisan. Yah, hadirnya banyak wedding planner atau wedding organizer adalah 
contoh betapa kemalasan mengurus aneka macam urusan pernikahan bisa jadi bisnis 
yang sangat menggiurkan. 



Maka, cobalah tengok, apa saja yang membuat Anda malas hari ini. Bisa jadi, di 
sanalah tersembunyi peluang yang bisa sangat menguntungkan. Pikirkan! Jika Anda 
malas bangun tidur, bisa jadi itu karena kenyamanan kasur, bantal, dan guling 
adalah hasil kejelian pengusaha kebutuhan tidur untuk memanjakan kemalasan 
Anda. Jika Anda sibuk sehingga tak bisa mengantar anak ke sekolah, ada 
pengusaha yang jeli membuat usaha antar jemput anak. Jika Anda tak bisa 
langsung bertemu dengan klien, lihatlah, ada pengusaha yang jeli menggeluti 
usaha di bidang teknologi yang memudahkan Anda untuk bisa mengangkat telepon 
dan semua bisa diselesaikan via handphone. 



Begitulah. Sangat banyak peluang usaha yang bisa kita geluti dengan mencermati 
kemalasan dan kesibukan orang. Tinggal bagaimana usaha Anda mengubahnya dengan 
berbagai cara dan kesungguhan, disertai kerja keras dan keuletan, maka peluang 
yang ada itu bisa dijadikan usaha yang menguntungkan. 



Cocok nggak ya buat orang-orang melayu..???

Mikir ide baru utk nyari kemalesan orang lain... jangan-jangan  kitanya malahan 
dah males duluan..

Mendingan nyari angin aja....

 

Hehehe... No Offense... 




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke