saya setuju dengan pak irwan
 
kadang kala market menjadi tidak rasional pada saat krisis dan menggunakan 
berbagai macam alasan untuk justifikasi pelemahan harga.
 
sebagai seorang investor,kita cukup kembali ke basic fundamental saja untuk 
melihat opportunity capital gain ke depannya. apakah bumi sudah cukup "murah" 
dengan harga sekarang.
 
hitungan saya, dengan shareholder equity yg USD 1,453,747,274.atau eq 
Rp 17.4 trilliunn (kurs 12rb), mari kita bandingkan dengan market cap nya pada 
harga 850 yg menjadi sebesar Rp 16.5trilliun. kita bandingkan dengan perusahaan 
batu bara lainnya di indonesia, atau di dunia... apakah ada yg mempunyai market 
cap lebih kecil dibandingkan dengan SE nya? dalam artian, apabila kita membeli 
semua saham bumi di market kita membeli dengan harga 16.5 trilliun, kemudian, 
kita jual seluruh aset dan bayar semua hutang, kita masih end up dengan dana 
sebesar rp 17.4 trilliun. instantly kita mendapat profit 900milyar.
 
itu hitungan simple saya dari SE vs Mkt Cap
 
hitungan ke 2, adalah dengan market cap yg sebesar 16.5 T, bumi selama 9 bln 
pertama telah menghasilkan net income sebesar 490juta atau eq rp 5.9T (kurs 
12rb) apabila kita annualize net income bumi utk setahun, roughly perkiraan 
saya bumi dapat menghasilkan sekitar (490 juta : 3  x 4) 650 juta USD or eq Rp 
7.8 T. 
Sebagai pengusaha, bayangkan membeli sebuah perusahaan seharga 16.5 t dan di 
tahun pertama sudah mendapatkan 7.8t, hampir 50% dana sudah kembali di thn 
pertama or istilah FA nya P/E 2x.
 
Itulah alasan saya utk berpikir rasional dan tenang dalam menghadapi krisis ini.
tapi saya juga menyadari, harga beberapa bulan ke depan bisa jadi masih akan 
volatile, bisa turun banyak dan bisa juga naik banyak. tetapi saya yakin 
setelah masalah kepemilikan BNBR di BUMI selesai, saham ini akan dilihat 
sebagai saham yang sangat murah. 
 
demikian analisa saya. thanks.
 


--- On Tue, 12/2/08, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [saham] Re: Northstar Rampungkan Uji Tuntas BUMI hari Ini kembali 
AR -10%
To: [email protected]
Date: Tuesday, December 2, 2008, 6:00 PM






Lho, yang masalah itu bukannya BNBR?
BUMI setahu saya tidak ada masalah secara perusahaan dari kasus repo BNBR.

Analognya begini, kalau saya punya banyak saham TLKM, katakanlah
senilai 20 triliun. Lalu, saya pinjam uang ke ABCD dengan jaminan
saham TLKM. Karena kondisi likuiditas tiba2 jadi sulit, saya gagal
melunasi pinjaman saya tersebut. Apakah kegagalan saya melunasi
pinjaman ke ABCD tersebut akan menyebabkan TLKM jadi bermasalah
operasionalnya sebagai suatu perusahaan?

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

On Wed, Dec 3, 2008 at 8:45 AM, ahmad saharjo <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> Kalau memang begini caranya, kemungkinan besar hari inipun saham BUMI akan
> kembali ke AR -10% menjadi 770. Bisnis pagi ini memberitakan bahwa TPG
> mundur dari gadai saham Bumi. Mengisyaratkan semakin ketidakjelasan prospek
> penyelesaian kewajiban Bakrie Group terkait transaksi Repo, pengembalian
> utang yang due, program buy back dll. Master mind Bakrie Group yang terdiri
> dari orang2 India mungkin sudah pusing juga mikirin engineering apalagi yang
> bisa menyelamatkan BUMI. Sementara waktu terus berjalan, maka setiap hari
> akan kita lihat AR-10% yang nampaknya masih berpotensi terus berlanjut
> sampai ada kejelasan.
>
 














      

Kirim email ke