Mudah2an KPC dan ARUTMIN tidak lepas dari BUMI, biarlah induk2nya yang sekarang 
yang pergi, berharap datang induk baru yang bisa kelola BUMI dengan primadona 
KPC dan ARUTMIN nya..

Kalo begitu, harga batubara mau 45 dollar/ton sekalipun, saya yakin harga saham 
BUMI tetap kinclong. Kenapa? loh...keuntungan besar2an yang diperoleh 
tahun2 kemaren juga harga batubaranya gak tinggi2 amat kok...

Emank harga kontrak nya dengan costumer tinggi? silahkan saudara2 cari tau 
infonya...

Yang jelas dengan volume produksi yang kemaren2 dan harga kontrak, BUMI bisa 
cetak laba yang banyak...

Apalagi kalo jadi ekspansi Pit nya di sengata dengan harga kontrak yang lebih 
tinggi...wowwww...

Perhatiin aja tuh monitor...sekarang ada yang antri beli sebanyak 120.000 an 
lot di harga 770...

Hayo.....



________________________________
From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, December 3, 2008 11:26:18 AM
Subject: Balasan: Re: [saham] Re: Northstar Rampungkan Uji Tuntas BUMI hari Ini 
kembali A


--- In [EMAIL PROTECTED] com, aldo Miner <aldo_miner@ ...> wrote:
>
> Kalo tidak salah, Kan masih ada TATA GROUP yang kantongin 30% bang
irwan..walaupun kabarnya saham yang dijual ke TATA itu berupa saham
KPC dan ARUTMIN saja, bukan saham BUMI, tapikan dalam group BUMI ya
pundi2nya cuma KPC dan ARUTMIN saja, walaupun ada beberapa anak
perusahaan dibawahnya seperti enercorp, gallo oil, dll...saya pikir
tidak terlalu signifikan.
> 
> Makanya sekarang, yang jadi petinggi BUMI dan BNBR orang2 India
semua toh, mulai dari Dilep ampe si NALIN....
> 

Yup, TATA beli 30% saham KPC dan Arutmin yg dimiliki oleh BUMI. BUMI
jadi masih mayoritas tunggal di KPC dan Arutmin, sekitar 70%. Dengan
70% kepemilikan BUMI di KPC dan Arutmin saja, market kapitalisasi BUMI
saat ini sangat terdiskon hebat. Tapi investor takut masuk ke BUMI
karena seperti yg dituliskan oleh rekan2 disini, kurangnya CGG, yg
menurut saya karena kurangnya kontrol dari pemegang saham mayoritas
akibat tidak terwakilkannya pemegang saham mayoritas di susunan
direksi serta komisaris BUMI.

Yang juga jadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah penjualan batubara
ke TATA group sudah menggunakan harga pasar yg wajar? Hal ini
mengingat adanya conflict of interest pada transaksi2 tersebut.

Kalau masalah internal BUMI ini dibereskan dengan mulai membereskan
susunan direksi serta komisarisnya, saya masih yakin BUMI akan kembali
menjadi saham batubara primadona di BEI. Hal ini mengingat saham
batubara adalah saham energi yg masih jadi incaran investor kakap yang
melihat jangka menengah/panjang.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

 


      

Kirim email ke