Investor pemegang BUMI dan kawan-kawannya harus menyiapkan diri menjadikan
Group ini bagian dari masa lalu. Lupakanlah mereka semua . . . Biarkan mereka
gonjang-ganjing, biarkan tambang batu bara terbesar milik mereka menjadi
kegilaan para investor yg mengharapkan "masih" bermimpi indah di group ini.
Mohon Maaf Bung Irwan, Betty harus berlawanan 100% dengan anda. Betty sangat
menyesal, meski pahit harus realistis. Emiten di BEI bukan hanya mereka, masih
banyak yg lain yg juga menarik saat ini. Ngapain kita bersekutu lagi dgn
korporasi yg kurang bisa dipercaya...
"Gambler.BEJ" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Setuju pak
IAN, tapi...... ada tapinya nih kalau saya sih melihat tidak
adanya GCG di kelompok perusahaan XXXX, terlalu banyak disinformasi yg
akhirnya diikuti oleh penyangkalan oleh pihak dalam dan pembuktian oleh
pihak luar. Saya sekarang sudah tidak berani memegang saham2 dari
emiten2 kelompok XXXX (kecuali yg sedikit dan sedang nyangkut sampai
sekarang dan masih AR kiri). Resikonya buat saya terlalu tinggi sehingga
alokasi porto saya ke emiten yg nyangkut itu kecil sekali.
Irwan Ariston Napitupulu wrote:
> Kalau yang dimaksud dengan BUMI sebagai harga sahamnya, memang bisa
> tertekan harganya. Yang ingin saya luruskan adalah dalam konteks BUMI
> sebagai perusahaan, bukan harga sahamnya. Karena BUMI sebagai
> perusahaan, sejauh ini tidak mengalami masalah berarti karena kasus
> repo BNBR yg bermasalah itu.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
---------------------------------
Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!