Sementara proses berlangsung, maka tidak tertutup kemungkinan AR -10% akan 
terus berlangsung setiap hari atas saham BUMI. Hitung saja kalau tiap hari AR 
-10%, berapakah harga BUMI pada akhir Desember 2008 saat kesepakatan final yang 
baru antara BNBR dengan Northstar tercapai?

--- On Wed, 12/3/08, jkunci <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: jkunci <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [saham] Bakrie Bantah TPG Mundur dari Kesepakatan
To: [email protected]
Date: Wednesday, December 3, 2008, 3:32 AM










    
            AR kiri ato AR kanan?



Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membantah kabar yang

mengatakan bahwa Texas Pacific Group (TPG) berencana mundur dari

kesepakatan 28 November 2008. TPG masih bergabung dengan Northstar

Pacific Partners Ltd untuk menyelesaikan utang Bakrie di Oddickson

Finance.



"Sebagaimana telah dibantah juga oleh Northstar, TPG tidak mundur dari

kesepakatan, " ujar Direktur BNBR, Dileep Srivastava saat dihubungi

detikFinance, Rabu (3/12/2008).



Kabar mundurnya TPG dari kesepakatan 28 November 2008 bermula dari

berita yang dilansir Financial Times (FT) pada 2 Desember 2008.

Sebagaimana dikutip FT, TPG dikabarkan menarik diri dari kesepakatan

lantaran adanya perubahan struktur transaksi dari kesepakatan 31

Oktober 2008.



"Berita tersebut tidak benar. FT juga sudah menulis sudut pandang baru

hari ini," jelas Dileep.



Sumber detikFinance yang mengetahui seluk beluk transaksi senilai US$

572 juta itu juga mengatakan bahwa TPG dan Northstar masih duduk bersama.



"TPG masih berada di belakang Northstar, baik secara langsung maupun

tidak langsung," ujarnya.



Struktur Transaksi Northstar



Pada 31 Oktober 2008, konsorsium Northstar-TPG menandatangani

kesepakatan pra jual beli atas 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

dengan BNBR senilai US$ 1,3 miliar.



Kedua pihak kemudian melaksanakan uji tuntas (due diligence) selama 28

hari hingga berakhir 28 November 2008. Dalam klausul semula, BNBR

berkewajiban mengamankan 26,42% saham BUMI yang beredar di tangan para

krediturnya.



Namun hingga akhir due diligence, BNBR kesulitan memenuhi persyaratan

tersebut lantaran para kreditornya sudah melepas sejumlah saham BUMI

ke pasar.



Oleh sebab itu, kesepakatan yang ditandatangani 28 November berubah

total. Northstar hanya mengambil alih utang BNBR ke Oddickson Finance

yang tersisa sebesar US$ 572 juta.



Utang BNBR kepada Oddickson awalnya sebesar US$ 1,086 miliar ke

Oddickson Finance dan baru dibayar US$ 118,7 juta sehingga tersisa US$

967 juta. Untuk memperoleh utang tersebut, BNBR menjaminkan sejumlah

saham BUMI, ENRG dan ELTY.



Namun menurut Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali, sisa utang BNBR

ke Oddickson yang semula memang mencapai US$ 967 juta itu turun

menjadi US$ 742 juta seiring melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS.



Sisanya, US$ 170 juta sudah dilepas ke pasar. Alhasil, total utang

BNBR ke Oddickson tinggal US$ 572 juta.



Dalam kesepakatan 28 November, Northstar menalangi dulu utang BNBR ke

Oddickson sejumlah di atas. Setelah aset-aset saham BUMI, ENRG dan

ELTY yang digadaikan dikembalikan Oddickson ke BNBR, Special Purpose

Vehicle (SPV) BNBR dan Northstar akan mengendalikan bersama aset saham

BUMI yang telah dikembalikan.



Setelah itu, baru akan dibahas kembali nilai aset-aset tersebut.

Mengenai porsi saham BUMI yang akan diambil alih Northstar, tergantung

pada penghitungan bersama dalam SPV.



"Jika jumlah saham yang akan diambil Northstar nilainya melebihi US$

572 juta, Northstar akan menambahkan dana. Itu akan diatur dalam

kesepakatan final yang rencananya dilakukan akhir bulan ini," jelas

sumber tersebut.(dro/ ir)




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke