SETUJU BOSS....MEMANG KALAU MELIHAT SAHAM PERTAMA FUNDAMENTAL... TAPI HANYA 
SALAH SATU SYARAT ADA LAGI MANAJEMENYA DAN LAIN2  YG KADANG KITA TERKECOH.... 
TERMASUK SAYA DAH GUNDUL LAGI... HE HE
 
SESEHAT APAPUN PERUSAHAAN TSBT....KALAU THE MAN BEHIND THE GUN  RUSAK PASTI 
BOTAKLAH .....HE.HE...
 
YA KALAU MUKA2 LAMA, BUKAN BOTAK LAGI  BOROK TUH SAYA JADINYA HE.HE
 
BETOEL..... BETOEL..... KALIMAT TERAKHIR DIBAWAH POSTING BAPAK  HE.HE
 
 
 
 
SALAM KWEK...  KWEK
 
 
 


--- On Wed, 3/12/08, deni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: deni <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [saham] Bakrie Bantah TPG Mundur dari Kesepakatan
To: [email protected]
Date: Wednesday, 3 December, 2008, 8:15 PM








BUMI itu punya persoalan REPO yg sangat BERBAHAYA sekali (ini dari kacamata 
saya pribadi), banyak pemegang REPO yg bangkrut, apalagi pemegang saham (dengan 
margin). Persoalannya adalah ketika REPO ini dijual paksa oleh pemilik REPO, 
dan saham BNBR di BUMI jelas berkurang, dan HARUSNYA lagi tidak menjadi 
PENGENDALI PENUH di BUMI. Tapi lihat sekarang GROUP AB masih mengendalikan 
manajemen BUMI, pertanyaannya adalah DIMANA PERAN BAPPEPAM dalam kasus REPO 
ini? Hanya menunggu klarifikasi dari group ini? Apa tidak ada inisiatif untuk 
melakukuan INVESTIGASI atas siapa2 saja yg pegang saham BUMI ini, BILA PERLU 
BAPPEPAM minta paksa untuk dilakukan RUPSLB di BUMI, bukan di BNBR….tentu dgn 
AGENDA yg jelas.
 
Secara produksi kandungan batubara di KPC dan Arutmin sangat banyak dan punya 
kepekatan kualitas nomor 1 di INDO, 6600 kalori, bandingkan dgn produksi PTBA 
hanya dibawah 5400k…apalagi kalau dibandingkan FUNDAMENTALnya.
 
Aaaaah….SAYA MERINDUKAN BAPPEPAM yang punya INISIATIF,  bukan yg hanya 
menunggu!!!! ! Kalau KOMPAK SAJA SEMUA PEMEGANG SAHAM di BUMI dan bersatu suara 
sampai 51%, dan minta untuk dilakukan TO….banyak yg mau beli, asal group AB 
out, betoel?
 
AYO bersatu!!!!! !
 
PS: kalau jadi bersatu suara investor di BUMI, titip pesan ya: ITU SI INDIA 
kudu di PECAT tanpa PESANGON, dan langsung dikirim ke Hotel TAJ MAHAL 
……agendakan itu di RUPSLB ya…heheheheheehhe
 




From: [EMAIL PROTECTED] com [mailto: [EMAIL PROTECTED] com ] On Behalf Of ahmad 
saharjo
Sent: Wednesday, December 03, 2008 7:29 PM
To: [EMAIL PROTECTED] com
Subject: Re: [saham] Bakrie Bantah TPG Mundur dari Kesepakatan
 







Sementara proses berlangsung, maka tidak tertutup kemungkinan AR -10% akan 
terus berlangsung setiap hari atas saham BUMI. Hitung saja kalau tiap hari AR 
-10%, berapakah harga BUMI pada akhir Desember 2008 saat kesepakatan final yang 
baru antara BNBR dengan Northstar tercapai?

--- On Wed, 12/3/08, jkunci <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
From: jkunci <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [saham] Bakrie Bantah TPG Mundur dari Kesepakatan
To: [EMAIL PROTECTED] com
Date: Wednesday, December 3, 2008, 3:32 AM


AR kiri ato AR kanan?

Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membantah kabar yang
mengatakan bahwa Texas Pacific Group (TPG) berencana mundur dari
kesepakatan 28 November 2008. TPG masih bergabung dengan Northstar
Pacific Partners Ltd untuk menyelesaikan utang Bakrie di Oddickson
Finance.

"Sebagaimana telah dibantah juga oleh Northstar, TPG tidak mundur dari
kesepakatan, " ujar Direktur BNBR, Dileep Srivastava saat dihubungi
detikFinance, Rabu (3/12/2008).

Kabar mundurnya TPG dari kesepakatan 28 November 2008 bermula dari
berita yang dilansir Financial Times (FT) pada 2 Desember 2008.
Sebagaimana dikutip FT, TPG dikabarkan menarik diri dari kesepakatan
lantaran adanya perubahan struktur transaksi dari kesepakatan 31
Oktober 2008.

"Berita tersebut tidak benar. FT juga sudah menulis sudut pandang baru
hari ini," jelas Dileep.

Sumber detikFinance yang mengetahui seluk beluk transaksi senilai US $
572 juta itu juga mengatakan bahwa TPG dan Northstar masih duduk bersama.

"TPG masih berada di belakang Northstar, baik secara langsung maupun
tidak langsung," ujarnya.

Struktur Transaksi Northstar

Pada 31 Oktober 2008, konsorsium Northstar-TPG menandatangani
kesepakatan pra jual beli atas 35% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
dengan BNBR senilai US$ 1,3 miliar.

Kedua pihak kemudian melaksanakan uji tuntas (due diligence) selama 28
hari hingga berakhir 28 November 2008. Dalam klausul semula, BNBR
berkewajiban mengamankan 26,42% saham BUMI yang beredar di tangan para
krediturnya.

Namun hingga akhir due diligence, BNBR kesulitan memenuhi persyaratan
tersebut lantaran para kreditornya sudah melepas sejumlah saham BUMI
ke pasar.

Oleh sebab itu, kesepakatan yang ditandatangani 28 November berubah
total. Northstar hanya mengambil alih utang BNBR ke Oddickson Finance
yang tersisa sebesar US$ 572 juta.

Utang BNBR kepada Oddickson awalnya sebesar US$ 1,086 miliar ke
Oddickson Finance dan baru dibayar US$ 118,7 juta sehingga tersisa US $
967 juta. Untuk memperoleh utang tersebut, BNBR menjaminkan sejumlah
saham BUMI, ENRG dan ELTY.

Namun menurut Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali, sisa utang BNBR
ke Oddickson yang semula memang mencapai US$ 967 juta itu turun
menjadi US$ 742 juta seiring melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS.

Sisanya, US$ 170 juta sudah dilepas ke pasar. Alhasil, total utang
BNBR ke Oddickson tinggal US$ 572 juta.

Dalam kesepakatan 28 November, Northstar menalangi dulu utang BNBR ke
Oddickson sejumlah di atas. Setelah aset-aset saham BUMI, ENRG dan
ELTY yang digadaikan dikembalikan Oddickson ke BNBR, Special Purpose
Vehicle (SPV) BNBR dan Northstar akan mengendalikan bersama aset saham
BUMI yang telah dikembalikan.

Setelah itu, baru akan dibahas kembali nilai aset-aset tersebut.
Mengenai porsi saham BUMI yang akan diambil alih Northstar, tergantung
pada penghitungan bersama dalam SPV.

"Jika jumlah saham yang akan diambil Northstar nilainya melebihi US $
572 juta, Northstar akan menambahkan dana. Itu akan diatur dalam
kesepakatan final yang rencananya dilakukan akhir bulan ini," jelas
sumber tersebut.(dro/ ir)
 
 














      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke