Setuju dengan pendapat pribadinya pak jkunci, sector rill harus JALAN,
tambahan saja: Policy yg salah atas devisa bebas dan floating rate, ketika
krisis!!!, bingung mau take posisi seperti apa..ya undang saja IMF untuk
minta nasehat...BIAR sekalian tambah ancuuurrrr.semoga tidak sih, siapa tahu
IMF sudah bertobat, percaya?

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
jkunci
Sent: Wednesday, December 03, 2008 7:07 PM
To: [email protected]
Subject: [saham] BI rate (harus) turun!

 

Setelah respon bank sentral dunia mengerem perlambatan perekonomian
mereka dengan menurunkan suku bunga dengan ekstrim namun Bank
Indonesia tetap bergeming. Setelah penurunan inflasi mewarnai dunia
dan kemungkinan deflasi mengancap, Bank Indonesia tetap bergeming.
Kalau alasan BI tetap menolak penurunan suku dengan menimbang
kejatuhan Rupiah terhadap US dollar itu sungguh tidak masuk akal.
Dengan begitu lebarnya perbedaan suku bunga antara US dengan RI, pasar
semakin tidak percaya terhadap fundamental moneter Indonesia. pasar
menilai BI kehilangan percaya diri jika tetap pada suku bunga tinggi
sekarang ini. Larinya dana asing keluar dari Indonesia bukan karena
gain yang kurang bila menetap di sini, tetapi kebutuhan dollar yang
tinggi di negara nya (US). 

Suku bunga yang rendah akan membuat perusahaan bisa bernapas lebih
lega, resiko kredit macet juga berkurang. perekonomian bisa bergulir
pada ujung nya rupiah akan menguat sendirinya. Kalo takut terlalu
kuat, intervensi bisa menaikkan cadangan devisa bukan?

Inflasi masih bisa ditekan dengan menurun kan BBM, dengan harga minyak
bumi sekarang sih kayaknya sudah gak ada subsidi lagi. Dengan
pertimbangan APBN, maka setidaknya penurunan BBM segera pada januari
2009. Kalau pemerintah mempertimbangkan BBM tanpa subsidi, sepertinya
sekarang ini bukan saat yang tepat.

Sekedar pendapat pribadi.

Salam,
jkunci

 

Kirim email ke