Bravo. Ini baru posting yg sehat. Mhs, dlm situasi saat ini masuk pasar spt main judi, krn gerakan harga lebih oleh sentimen yg susah "dihitung". Lihat, majority participan stop, itu terlihat dr vol dan value trading harian hanya 20%. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: "deni" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thu, 4 Dec 2008 09:39:00 To: <[email protected]> Subject: RE: [saham] BI rate (harus) turun! Yg anda bilang betul pak, kemarin lalu saya sempat ikut diskusi mengenai ekonomi MAKRO,...bukan nambah wawasan malah jadi sereemmm...hehehehe Mengenai GDP, ada GDP supply (produksi, capital, labor, technologi, material dan energy dan ada GDP demand (consumption, investasi, government expenditure, export, dll), kalau angka-angka real dimasukan akan ada GAP DOWN GDP yg cukup lebar, keterkaitannya kepada NILAI TUKAR, Inflasi, income menurun, ke kebijakan moneter, dan akan mempunyai dampak ke perbank-an. Apakah masih ada harapan untuk di INDO? sangat dibutuhkan kerja keras dari pemerintah, untuk mau focus dulu ke belanja PADAT KARYA, dan perbaikan iklim investasi dan penghematan pengeluaran konsumsi departemen.......policy ini akan cepat mengembalikan ke EQUILIBRIUMnya. Skedar sharing. D -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Gambler.BEJ Sent: Wednesday, December 03, 2008 9:39 PM To: [email protected] Subject: Re: [saham] BI rate (harus) turun! Memang sih secara teori kalau rate diturunkan maka sektor riil akan berjalan lebih lancar tapi........ kalau demand tidak ada apakah pebisnis mau meminjam uang utk pengembangan usaha? Bukankah sekarang saja banyak yg melakukan PHK karena pembeli mereka banyak yg berkurang sehingga alat produksi jadi menganggur. Masalah sekarang ada dipasar yg dituju yg sedang mengalami masalah makanya prediksinya akan terjadi deflasi karena jumlah supply akan tetap/berkurang sedikit tapi demand akan berkurang cukup banyak. Sampai akhirnya tercapai keseimbangan sebelum akhirnya menuju inflasi lagi. Bagi siapa yg punya dana dan/atau mampu mengembangkan jumlah asetnya disaat2 seperti ini maka dimasa pemulihan akan menjadi OKB. Inilah peluang/kesempatan yg ditunggu-tunggu tepat langkah anda jadi OKB salah langkah anda akan begitu2 saja. deni wrote: > > Setuju dengan pendapat pribadinya pak jkunci, sector rill harus JALAN, > tambahan saja: Policy yg salah atas devisa bebas dan floating rate, > ketika krisis!!!, bingung mau take posisi seperti apa..ya undang saja > IMF untuk minta nasehat...BIAR sekalian tambah ancuuurrrr.semoga tidak > sih, siapa tahu IMF sudah bertobat, percaya? > > ------------------------------------------------------------------------ > > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *jkunci > *Sent:* Wednesday, December 03, 2008 7:07 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* [saham] BI rate (harus) turun! > > Setelah respon bank sentral dunia mengerem perlambatan perekonomian > mereka dengan menurunkan suku bunga dengan ekstrim namun Bank > Indonesia tetap bergeming. Setelah penurunan inflasi mewarnai dunia > dan kemungkinan deflasi mengancap, Bank Indonesia tetap bergeming. > Kalau alasan BI tetap menolak penurunan suku dengan menimbang > kejatuhan Rupiah terhadap US dollar itu sungguh tidak masuk akal. > Dengan begitu lebarnya perbedaan suku bunga antara US dengan RI, pasar > semakin tidak percaya terhadap fundamental moneter Indonesia. pasar > menilai BI kehilangan percaya diri jika tetap pada suku bunga tinggi > sekarang ini. Larinya dana asing keluar dari Indonesia bukan karena > gain yang kurang bila menetap di sini, tetapi kebutuhan dollar yang > tinggi di negara nya (US). > > Suku bunga yang rendah akan membuat perusahaan bisa bernapas lebih > lega, resiko kredit macet juga berkurang. perekonomian bisa bergulir > pada ujung nya rupiah akan menguat sendirinya. Kalo takut terlalu > kuat, intervensi bisa menaikkan cadangan devisa bukan? > > Inflasi masih bisa ditekan dengan menurun kan BBM, dengan harga minyak > bumi sekarang sih kayaknya sudah gak ada subsidi lagi. Dengan > pertimbangan APBN, maka setidaknya penurunan BBM segera pada januari > 2009. Kalau pemerintah mempertimbangkan BBM tanpa subsidi, sepertinya > sekarang ini bukan saat yang tepat. > > Sekedar pendapat pribadi. > > Salam, > jkunci > > sa ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links
