Rekan-rekan milis, ini dia sang pendekar yang di beritakan akan menjadi dewa 
penyelamat sarijaya.
Beleive it or Not....


Senin, 12/01/2009 14:18 WIB

        Vier Jamal Bantah Jadi Boneka Sarijaya

        
                Suhendra - detikNews
          
                
                

                
                        (Foto: Indro-detikfinance)              

        
                        

                        
        Jakarta
- Nama Vier Jamal (Veri RH Abdul Jamal) tiba-tiba melejit ketika PT
Sarijaya Permana Sekuritas terbelit kasus penggelapan dana nasabah.
Banyak yang mempertanyakan siapa sosok Vier Jamal yang kini menjadi
perantara investor yang akan membeli Sarijaya. Vier membantah tudingan
dirinya boneka dari Sarijaya.

Vier
adalah perantara investor yang akan membeli saham Sarijaya dari pemilik
lama Herman Ramli. Vier menjadi sosok yang paling beredar dalam rencana
penjualan saham Sarijaya yang kini ditangani oleh Bapepam LK dan SRO.

Isu
Vier sebagai boneka Sarijaya sudah muncul ketika direksi Sarijaya
melakukan jumpa pers di kantor Sarijaya, Permata Tower, Jalan Sudirman,
Jakarta, Rabu 7 Januari 2009. Banyak pertanyaan kenapa sebagai
perantara investor, Vier bisa hadir di acara jumpa pers tersebut. Namun
dengan tegas Vier membantah semua isu sebagai bagian dari boneka dari
Sarijaya.   

"Konsep yang kita tawarkan adalah penyelamatan
bisnis pasar modal, bukan Sarijaya-nya. Soal boneka, itu orang yang
kalah cepat dengan saya," jelasnya saat ditemui di gedung Bapepam,
Jakarta, Senin (12/1/2009).
    
Vier mengatakan konsorsium
investor yang diwakilinya telah menunjukan keseriusannya membeli saham
PT Sarijaya Permana Sekuritas dengan telah menyerahkan letter of inten
(LoI) kepada Bapepam LK.

"LoI saya sudah masukan hari ini ke Bapepam, termasuk BEI, KSEI, KPEI," kata 
Vier .

Menurut
Vier, dalam LoI tersebut menerangkan mengenai minat serius yang
diungkapkan oleh konsosrium indenpenden untuk akuisisi  Sarijaya.
Diakuinya  pihaknya belum mencantumkan harga penawaran dalam LoI
terkait rencana akuisisi.

Ia mengatakan konsorsium tersebut
terdiri dari Investor Hong Kong, Melbourne, Singapura dan lokal. "Tadi
pagi  2 orang Hong Kong hubungi saya mereka berminat, tapi dari
Malaysia nggak jadi," ucapnya.

Vier mengakui kalau saat ini konsorsium
menghadapi pesaing baru termasuk dari Panin yang menyatakan minatnya
serta Sinarmas. "Soal takeover kita ini sangat serius dengan mengikuti
proses-proses yang dijalankan, saya dengar ada saingan dari Panin,"
katanya.

Hingga kini pihaknya terus melakukan komunikasi dengan
pihak  manajemen Sarijaya dengan intens. Vier juga mengharapkan kalau
seandainya  pihaknya keluar sebagai pemenang maka ia mendesak agar para
nasabah Sarijaya berjumlah 8700 orang tidak menarik semua dananya
paling tidak disisakan Rp 25 juta selama 3 tahun.

"Di perbankan saja, tidak semuanya diambil sampai nol, win-win solution lah, 
kan sudah  ditolong maka saling tolong," harapnya.

Seperti
diketahui, BEI telah melakukan suspensi atas SPS terkait penggelapan
dana yang dilakukan komisaris utamanya, Herman Ramli dan juga pelaporan
Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD). 

Sarijaya termasuk salah
satu sekuritas besar dengan nasabah mencapai sekitar 8.700, dimana
6.500 merupakan nasabah ritel. Mabes Polri sebelumnya juga menyatakan,
kerugian akibat penggelapan dana nasabah Sarijaya yang dilakukan
pemiliknya Herman Ramli sudah mendekati Rp 300 miliar. Versi BEI, dana
yang digelapkan mencapai Rp 245 miliar.

(hen/ir)


      

Kirim email ke