Saya ikutan komentar boleh ya soal BUMI. Data yang saya peroleh soal kreditur BUMI dan suku bunga pinjamannya.
Credit Suisse: LIBOR + 10% = 11.15% JPMorgan Chase: LIBOR + 9% = 10.15% Country Forest: 12% Raiffeisen: LIBOR + 8% = 9.15% Credit Suisse dan JP Morgan Chase yang paling besar, totalnya 437,29 juta USD. Kalau utang yang besar ini semua dilunasi maka sisa dana hasil pre-emptive adalah 67 juta USD. Secara kasar beban bunga utang yang mau dilunasi dengan pre-emptive ini sekitar 10.65% per tahun atau sekitar 2.6625% per 3 bulan yaitu sekitar 11,643 juta USD per 3 bulan. Dengan kurs 9100 maka beban utangnya adalah sekitar 105,95 milyar rupiah per 3 bulan. Laba bersih BUMI 2009 1.76 trilyun rupiah. Estimasi kenaikan pendapatan kalau optimis sekali saya patok saya 30%, jadi laba bersih BUMI 2010 sekitar 2.288 trilyun rupiah. Jika ditambah pengurangan beban utang di atas (yang berlaku mulai Q4 2010 karena jatuh temponya akhir Q3 2010) maka laba bersih BUMI 2010 sekitar 2.4 trilyun rupiah. EPSnya setelah diperhitungkan saham baru pre-emptive menjadi sekitar 112 rupiah. PER rata2 sektor batu bara saat ini sekitar 16x, jadi hitungan harga wajarnya sekitar 1792 rupiah. Tapi saya baru baca lagi hasil dari Newmont Batu Hijau belum diperhitungkan dan nilainya bisa besar (belum tahu seberapa besar). Dengan perhitungan di atas harga sekarang ini sudah mencerminkan harga wajarnya dibanding sektor batu bara yang lain. Masalahnya adalah grup Bakrie jago sekali dalam financial engineering. Misalnya tahun lalu tiba2 merealisasikan biaya pengupasan lahan dari 2003-2009 (7 tahun), padahal umumnya perusahaan merealisasikan biaya yang rutin semacam ini tiap tahun, tidak ditumpuk dalam 1 tahun. Kalau kita lihat sektor batu bara, hanya BUMI saja yang laba bersihnya menurun terus sejak 2007, sedangkan ADRO, ITMG, dan PTBA meningkat terus. Laba bersih ini terus menurun karena beban utangnya yang besar. IPO Bumi Mineral menurut saya bukan berita baik bagi BUMI karena berarti bagi2 keuntungannya menjadi lebih besar lagi buat BUMI. Kreditur masih percaya dan mau memberi pinjaman kepada BUMI karena ada jaminan tambang yang memang beroperasi dengan baik. Menurut saya saham BUMI ini tidak layak bagi investor dengan alasan: 1. Laporan keuangannya sulit dianalisis karena banyak trik finansialnya. 2. Tren labanya menurun dibanding sesama emiten batu bara. 3. Beban utang yang besar hanya menguntungkan kreditur saja, kurang menguntungkan investor. Untuk trader? Ya gunakanlah analisis teknikal dengan chart lah, kalo nyangkut cut loss, jangan beralasan investasi jadi investor dadakan. Kalau alasannya begitu nyangkutnya malah bisa parah. Contohnya kalau nyangkut BUMI di 4000 aja dan gak cut loss, maka potensial lossnya sudah lebih dari 50% padahal banyak saham lain yang terus membuat highest high. Semoga bisa membantu memberi pandangan yang lain mengenai BUMI. --- Fabianto --- On Sun, 7/18/10, Animated Region <[email protected]> wrote: From: Animated Region <[email protected]> Subject: Re: [saham] BAKRIE : Habis ini Apa Lagi ? To: [email protected] Date: Sunday, July 18, 2010, 8:29 AM Pak djoko,mr.mixer. .. kalau boleh saya ikut nimbrung sapa tau bisa kasih data yang sesuai,jadi rekan-rekan yang lain bisa agak tenang ngeliat/memproyeksi posisi grup bakrie kedepan nya,saya tidak berusaha meracuni anda untuk buy atau sell untuk grup ini... saya akan mencoba menunjukan fakta-fakta dari berita sebelum nya agar anda bisa bikin keputusan sesuai ( ini buat anda yang terlanjur punya saham ini ya )
