Hore management BUMI ngamuk......
Menaggapi berita harian Bisnis. 

Sekarang, management bumi panas hati dan emosional membeberkan akan jual 64 jt 
tun batubara dan akan (b)untung besar di 2010.  Semoga ya Mr D...

Ah, mudah sekali grup ini buat ralat akan kesalahan laporan keuangan.
Apakah segitu mudah? Apakah tidak ada cek berlapis
Apakah BUmI internasionalnya ecek-ecek?
Kalau buat selah beberpa kali ndak payu lah. Seharusnya manegement itu sudah 
dipecat semua, supaya jera.

Mana nih peran para pemantau?
Lha kok adrenalinku naik juga ya....

Salam
Ara
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Fabianto Wangsamulya <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 18 Jul 2010 16:23:08 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] BUMI

Non pre-emptive ini bukannya menambah jumlah saham yang beredar ya?
Dalam jangka panjang sih perusahaan untung karena beban utangnya berkurang 
sekitar 20-30% dari laba bersih tahun 2009 sedangkan jumlah saham yang dilepas 
keseluruhan hanya 10% dari jumlah saham yang beredar, atau sekitar 9% dari 
total seluruh saham yang beredar setelah non pre-emptive ini. Jadi gampangnya 
menghemat 20% dengan kompensasi bagi hasilnya 9%, untung kan ;)

Tapi.... itu hitungan laba bersih 2009. Laba 2010 atau 2011 bisa dinaikkan 
secara drastis misalnya dengan :
1. Tambahan pendapatan dari Newmont
2. Tidak ada biaya pengupasan lahan yang diperhitungkan sekaligus seperti tahun 
2009.
3. Biaya eksplorasi yang mengecil atau dikecilkan.
4. Trik finansial lainnya.

Kalau laba 2010 atau 2011 dinaikkan secara drastis maka itu sangat 
menguntungkan kreditur karena:
1. Bagi hasilnya lebih besar dari laba
2. Potensi capital gain dengan asumsi kalau laba meningkat maka harga saham 
juga naik.

Intinya BUMI ini terlalu rumit permainannya untuk diikuti karena kepentingan 
kreditur dan emiten (atau pemegang saham pengendali) saya rasa terlalu besar. 
Yang bakal dihajar habis2an ya trader dan investor saja. Trader dihajar karena 
dipaksa cut loss di bawah dan tergiur beli di harga atas. Investor dihajar 
karena pusing perhitungannya finansialnya bagaimana karena terus diputar2 dan 
jungkir balik sehingga bingung menghitung berapa sebenarnya nilai wajarnya dan 
perhitungan biayanya, mungkin harus survei sendiri ke lapangan dan bisa dapat 
bocoran info dari orang finansial di dalam biar perhitungannya akurat, tapi itu 
juga masih bisa dimainkan dengan trik akuntansi. Secara akuntansi dan legal 
sepertinya memang diperbolehkan trik2 finansial seperti itu walaupun mungkin 
secara akademik gaya finansial seperti itu di luar kebiasaan.

Bagi saya bagaimana? Masih banyak saham lain di BEI. Ada 400an saham seluruhnya 
dan ada 38 saham di LQ45 serta 20 big caps di luar B7 yang tidak membuat 
pusing. Memang no pain no gain dan big risk big reward tapi masalahnya kartunya 
udah terbuka semua sama yang berkepentingan, jadi suka2 mereka mau diapakan.

---

Fabianto

--- On Sun, 7/18/10, Animated Region <[email protected]> wrote:

From: Animated Region <[email protected]>
Subject: Re: [saham] BAKRIE : Habis ini Apa Lagi ?
To: [email protected]
Date: Sunday, July 18, 2010, 4:07 PM







 



  


    
      
      
      
Menurut hemat saya penerbitan Saham Baru Tanpa HMETD transaksi nya bukan di 
pasar reguler,tapi di pasar negosiasi ( kita kenal dengan istilah Block sale 
),dari sini seharus nya tidak akan menggangu harga pasar ( dengan catatan : 
kreditur perseroan tidak mengeksekusi kepemilikan nya di pasar reguler ).

jadi bisa diambil ambil kesimpulan ini pengkonversian hutang menjadi 
kepemilikan saham dimana pemilik nya adalah kreditur-kreditur yang hutang nya 
mau jatuh tempo tersebut,saya pikir ini lebih baik di banding right issue 
biasa,( ngeruk duit dari pasar untuk bayar utang ),untuk sementara ini sih saya 
anggap win-win solution buat investor retail
 seperti kita,kenapa ?? soal nya yang pindah tangan kan pemilik nya,bukan 
menambah jumlah saham beredar di pasar..



      

Kirim email ke