INILAH.COM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman
Heriawan mengungkapkan pencapaian inflasi di bawah 5% seperti pada 2009
sulit dicapai kembali.
Menurutnya, inflasi yang rendah pada tahun lalu terjadi karena
perekonomian dunia sedang mengalami kontraksi akibat krisis 2008.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 4,5% kala itu, juga turut
menjadi faktor pendukung. "Peristiwa 2009, di mana inflasi 2,78 persen
akan sulit kita capai. Pada 2009, inflasi 2,78 persen dilatarbelakangi
krisis. Pertumbuhan cuma 4,5 persen, dunia kontraksi, harga komoditas
rendah. Baru sekali imported inflation justru positif dan menurunkan
inflasi," ujarnya dalam rapat kerja asumsi makro dengan Komisi XI DPR
RI, Senin (20/9) malam.
Ia melanjutkan berdasarkan catatannya, dalam 10 tahun terakhir
kemungkinan pencapaian inflasi di bawah 5% cenderung kecil. "Tapi dari
pengalaman 10 tahun ini, kalau menargetkan pertumbuhan di atas 6 persen,
tidak pernah terjadi inflasi di bawah 5 persen," tandasnya.
Dengan adanya data tersebut, Rusman menyatakan target pertumbuhan
ekonomi sebesar 6,3% dan inflasi sebesar 5,3% pada 2011 adalah target
yang optimistis. "Kalau 2011, pertumbuhan 6,3%, maka inflasi 5,3% sudah
termasuk terlalu optimistis. Apalagi semua negara berusaha memperbaiki
ekonomi, dan kecenderungan harga komoditas naik. Ini boleh jadi akan
memengaruhi imported inflasi," pungkasnya. [cms]
Rita