Jakarta - China bulan lalu menyetujui untuk meminjamkan Rusia sekitar US$6 miliar ditukar untuk penamabhan pasokan batubara selama seperempat abad berikutnya. Hal ini disampaikan Kementerian energi Rusia dalam sebuah pernyataan di situsnya seperti dilansir Reuters. Pasokan batubara Rusia ke China tahun lalu meroket sampai 12 juta ton dari 0,76 juta ton pada tahun 2008. Menurut ketentuan perjanjian tersebut, pengiriman tahunan akan naik menjadi 15 juta ton dalam lima tahun ke depan dan menjadi 20 juta ton setelahnya. Juru bicara Departemen, Yesipova Irina mengatakan Selasa, terlalu dini untuk mengatakan industri tambang batubara Rusia akan berpartisipasi dalam kesepakatan tersebut. Perjanjian bulan lalu adalah bagian dari paket kesepakatan pipa gas dan listrik yang akan dibahas lebih lanjut pada putaran berikutnya dalam dialog energi bilateral yang dijadwalkan 21 September di Beijing. "Semua spektrum permasalahan akan dibahas," kata Yesipova. Rusia meningkatkan ekspor ke Asia dan memperluas kapasitas penanganan di pelabuhan Timur Jauh akibat permintaan dari China dan negara-negara Asia lainnya tumbuh. Pengiriman melalui rel saat ini tidak memainkan peran penting dalam ekspor ke China, namun sebagian dana dari pinjaman akan digunakan untuk memperluas kapasitas rel dan memperbaiki infrastruktur seperti pelabuhan dan jembatan. Kedua belah pihak juga sepakat untuk mengembangkan deposit batubara Ogodzhinskovo di wilayah Amur Rusia. Amur merupakan wilayah perbatasan Selatan dengan China. [cms] Rita
