Singapura - Harga Minyak Asia Kamis (23/9) berada di bawah US$75 per barel
menyusul naiknya persediaan minyak mentah di AS.
AP melaporkan benchmark minyak mentah untuk pengiriman
November naik 10 sen menjadi US$74,81 per barel pada tengah hari waktu
Singapura di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.
Kontrak serupa turun 26 sen ke US$74,71 pada hari Rabu.
Departemen Energi AS mengatakan Rabu persediaan minyak mentah
meningkat 1 juta barel untuk pekan yang berakhir 17 September. Para
analis memperkirakan terjadi penurunan sebesar 1,5 juta barel.
Persediaan bensin dan minyak hasil penyulingan juga meningkat. Minyak
telah berkelok-kelok sekitar level US$75 untuk sebagian besar sepanjang
tahun lalu meskipun permintaan minyak mentah yang kuat di negara
berkembang seperti China akibat pasokan minyak di AS naik.
"Persediaan minyak mentah, bensin dan minyak suling tumbuh pekan lalu
menjadi 165 juta barel lebih dari dua tahun yang lalu," ujar Cameron
Hanover. Hanya tiga minggu sebelumnya, pasokan mencapai 132 juta barel
selama dua tahun yang lalu.
"Kita terus meningkatkan jumlah minyak yang kita miliki dalam
penyimpanan dibanding pasokan dua tahun lalu," kata Cameron Hanover.
Dalam perdagangan NYMEX lainnya, untuk kontrak Oktober, minyak hasil
pemanasan turun 0,33 persen menjadi US$2,1037 per galon dan bensin naik
0,19 persen menjadi US$1,9033 per galon. Gas alam naik 1,8 sen menjadi
US$3,984 per 1.000 kaki kubik.
Di London, minyak mentah Brent turun 24 sen menjadi US$77,71 per barel di bursa
ICE Futures. [cms]
RitaIndonesiancompany.com