Banyak orang sudah 'berhemat' bahan bakar minyak skrang ini.
Hehhehee...

Sent from my BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Rita Pardede <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 23 Sep 2010 14:18:07 
To: Saham<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: OB<[email protected]>
Subject: [saham] Pasokan Naik, Harga Minyak Asia Kamis di Bawah US$75

Singapura - Harga Minyak Asia Kamis (23/9) berada di bawah US$75 per barel 
menyusul naiknya persediaan minyak mentah di AS. 
AP melaporkan benchmark minyak mentah untuk pengiriman 
November naik 10 sen menjadi US$74,81 per barel pada tengah hari waktu 
Singapura di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. 
Kontrak serupa turun 26 sen ke US$74,71 pada hari Rabu.
Departemen Energi AS mengatakan Rabu persediaan minyak mentah 
meningkat 1 juta barel untuk pekan yang berakhir 17 September. Para 
analis memperkirakan terjadi penurunan sebesar 1,5 juta barel.
Persediaan bensin dan minyak hasil penyulingan juga meningkat. Minyak
 telah berkelok-kelok sekitar level US$75 untuk sebagian besar sepanjang
 tahun lalu meskipun permintaan minyak mentah yang kuat di negara 
berkembang seperti China akibat pasokan minyak di AS naik.
"Persediaan minyak mentah, bensin dan minyak suling tumbuh pekan lalu
 menjadi 165 juta barel lebih dari dua tahun yang lalu," ujar Cameron 
Hanover. Hanya tiga minggu sebelumnya, pasokan mencapai 132 juta barel 
selama dua tahun yang lalu.
"Kita terus meningkatkan jumlah minyak yang kita miliki dalam 
penyimpanan dibanding pasokan dua tahun lalu," kata Cameron Hanover. 
Dalam perdagangan NYMEX lainnya, untuk kontrak Oktober, minyak hasil 
pemanasan turun 0,33 persen menjadi US$2,1037 per galon dan bensin naik 
0,19 persen menjadi US$1,9033 per galon. Gas alam naik 1,8 sen menjadi 
US$3,984 per 1.000 kaki kubik.
Di London, minyak mentah Brent turun 24 sen menjadi US$77,71 per barel di bursa 
ICE Futures. [cms]

RitaIndonesiancompany.com



      

Kirim email ke