Mohon di renungkan kalau statemen yg berbau SARA sebaiknya tidak di campuradukan dengan BISNIS. Terima kasih atas pengertiannya.
Salam. Stanly From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Solihin Makmur Alam Sent: Friday, October 15, 2010 8:18 AM To: [email protected] Subject: Re: [saham] LPKR- Jauhin saham Lippo Betul Yang dibilang sama Pak Acuan Salah seorang Rekan saya malah mengatakan, Pemilik Lippo ini di tangan kiri memegang Alkitab, tapi di tangan kanannya memegang Pedang. Maka hati-hatilah! --- On Thu, 14/10/10, acuan saham <[email protected]> wrote: From: acuan saham <[email protected]> Subject: Re: [saham] LPKR- Jauhin saham Lippo To: [email protected] Date: Thursday, 14 October, 2010, 11:04 PM Ya tentunya para pemain lama sebelum krismon pasti sudah tahu sepak terjang group Lippo. Sama seperti B7 sekarang ini, jadi saya rasa group Lippo dan B7 sama saja, suka acrobatik dan pelit bagi deviden. Banyak trik dan tidak transparan jadi jika yg suka acronbatik silahkan saja, biasanya group Lippo setelah acara selesai nantinya akan tidur lama, bangunnya nanti jika perlu dana lagi baru buat acara lagi. ok Acuan Pada tanggal 14/10/10, tommy boy <[email protected]> menulis: Guys, sharing aja. Saham2 grup lippo jgn disentuh. Byk gorengannya, n management jg licik. Liat aja mppa or mlpl. Dr dulu masak kiri masak kanan. Ngomongnya mppa msk investor br dr luar negeri. Padahal itu cuma akal2an. Yg dimaksud investor luar negeri jg dr grup lippo jg yg di luar negeri. Mksdnya mancing kita ambil,abis itu yg gitu deh kyk lpkr. Bs dibaca bbrp ulasan di net. Kyknya pernah muat dikompas jg. So kecuali yg suka roller coaster. Saham grup ini hrs stay awayyyyyyy On Thu Oct 14th, 2010 9:01 PM ICT Richie Saham wrote: >By wagustian, okezone.com <http://okezone.com/> , Updated: 10/14/2010 2:06 >AMLangkah korporasi PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang menjual saham ke 30 fund >maneger asing dan melepas saham baru dengan nilai total Rp4,51 triliun dinilai >merugikan investor publik.JAKARTA - Langkah korporasi PT Lippo Karawaci Tbk >(LPKR) yang menjual saham ke 30 fund maneger asing dan melepas saham baru >dengan nilai total Rp4,51 triliun dinilai merugikan investor publik.Di mana >investor publik bakal mengalami kerugian dari dua sisi atas dua langkah >korporasi ini. Pertama harga eksekusi penjualan saham kepada investor global >dan harga penerbitan saham baru yang disepakati lebih rendah dari harga >pasar."Harga saham (transaksi) disepakati di Rp550 per saham, jauh lebih >rendah daripada harga pasar yang berada di posisi Rp630 per saham," jelas >analis pasar modal dari Eko Kapital Cece Ridwanullah kepada okezone di >Jakarta, Kamis (14/10/2010).Kedua, adanya penerbitan saham baru tersebut tentu >saja bakal > membuat pemegang saham publik terdilusi. Pasalnya, wacana penerbitan saham > baru tersebut bisa saja dilakukan tanpa hak memesan efek terlebih dahulu > (HMETD) alias nonpreemptive issue. Pun seandainya dilakukan dengan HMETD > masih ada potensi dilusi jika right-nya tidak dieksekusi."Jadi pemegang saham > minoritas akan terdilusi dengan penerbitan saham baru tersebut. Dilusinya itu > akan sama dengan jumlah saham yang dilepasnya sebanyak 20 persen," > bebernya.Usai mengumumkan aksi korporasinya, harga saham PT Lippo Karawaci > Tbk (LPKR) langsung anjlok. Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, harga > saham LPKR Anjlok hingga 17,65 persen. Di mana harga saham LPKR turun Rp120 > per saham ke Rp560 dari harga pembukaan yang sebesar Rp680 per saham. Bahkan > harga saham emiten ini sempat menyentuh level Rp530 per saham.Akan tetapi, > harga ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang direalisasikan > dalam transaksi penjualan sahamnya kepada fund asing dan rencana > penerbitan saham baru yang dipatok di Rp550 per saham."Secara jangka pendek, > langkah korporasi ini sangat merugikan pemegang saham publik. Karena nilainya > lebih rendah dan juga karena efek dilusinya," tegasnya.LPKR pada hari ini > mengumumkan dua aksi korporasi global penting senilai Rp4,51 triliun. > Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya menjelaskan jika aksi korporasi > global pertama adalah 30 investor global papan atas membeli 4,1 miliar saham, > senilai total Rp 2,25 triliun secara tunai melalui penempatan yang > dikordinasikan, dikelola dan dilaksanakan oleh empat bank investasi global, > Bank of America Merrill Lynch, CLSA Asia-Pacific Markets, Danareksa > Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.Kedua, direksi dan dewan komisaris LPKR > menyetujui untuk menambah modal LPKR sebesar Rp2,25 triliun, atau 42,7 persen > menjadi Rp7,51 triliun melalui penerbitan saham baru yang sepenuhnya dijamin > dan didanai oleh konsortium bank investasi yang di pimpin Ciptadana > Securities, di mana seluruh dana akan diterima di rekening LPKR pada Jumat, > 22 Oktober 2010 dari hasil penempatan saham tersebut. >
