Menurut saya, kinerja grup panin rata-rata semuanya bagus koq. Kecuali
PNBN yang standar2 saja.
PNIN, PANS, AMAG cukup layak untuk invest time frame kwartalan.
On 10/15/2010 4:22 AM, tommy boy wrote:
hehehe...rupanya p. acuan ini setuju sama saya chuan23. Memang
begitulah lippo yah. And setuju jg kl sama aja dgn b7
Ada satu lg yg serupa. Liat saham grup PANIN. yah begitu jg. Sukanya
goreng, semur, gulai n bla bla. Panin msh ada hubungan famili ama
lippo. Jd istilahnya dr perguruan yg sama.
On Thu Oct 14th, 2010 11:04 PM ICT acuan saham wrote:
>Ya tentunya para pemain lama sebelum krismon pasti sudah tahu sepak
terjang
>group Lippo.
>Sama seperti B7 sekarang ini, jadi saya rasa group Lippo dan B7 sama
saja,
>suka acrobatik dan pelit bagi deviden.
>Banyak trik dan tidak transparan jadi jika yg suka acronbatik
silahkan saja,
>biasanya group Lippo setelah acara selesai nantinya akan tidur lama,
>bangunnya nanti jika perlu dana lagi baru buat acara lagi. ok
>
>Acuan
>
>
>Pada tanggal 14/10/10, tommy boy <[email protected]
<mailto:chuan23%40rocketmail.com>> menulis:
>>
>>
>>
>> Guys, sharing aja. Saham2 grup lippo jgn disentuh. Byk gorengannya, n
>> management jg licik. Liat aja mppa or mlpl. Dr dulu masak kiri
masak kanan.
>>
>> Ngomongnya mppa msk investor br dr luar negeri. Padahal itu cuma
akal2an.
>> Yg dimaksud investor luar negeri jg dr grup lippo jg yg di luar negeri.
>> Mksdnya mancing kita ambil,abis itu yg gitu deh kyk lpkr. Bs dibaca
bbrp
>> ulasan di net. Kyknya pernah muat dikompas jg.
>>
>> So kecuali yg suka roller coaster. Saham grup ini hrs stay awayyyyyyy
>>
>> On Thu Oct 14th, 2010 9:01 PM ICT Richie Saham wrote:
>>
>> >By wagustian, okezone.com, Updated: 10/14/2010 2:06 AMLangkah
korporasi
>> PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang menjual saham ke 30 fund maneger
asing dan
>> melepas saham baru dengan nilai total Rp4,51 triliun dinilai merugikan
>> investor publik.JAKARTA - Langkah korporasi PT Lippo Karawaci Tbk
(LPKR)
>> yang menjual saham ke 30 fund maneger asing dan melepas saham baru
dengan
>> nilai total Rp4,51 triliun dinilai merugikan investor publik.Di mana
>> investor publik bakal mengalami kerugian dari dua sisi atas dua langkah
>> korporasi ini. Pertama harga eksekusi penjualan saham kepada
investor global
>> dan harga penerbitan saham baru yang disepakati lebih rendah dari harga
>> pasar."Harga saham (transaksi) disepakati di Rp550 per saham, jauh
lebih
>> rendah daripada harga pasar yang berada di posisi Rp630 per saham,"
jelas
>> analis pasar modal dari Eko Kapital Cece Ridwanullah kepada okezone di
>> Jakarta, Kamis (14/10/2010).Kedua, adanya penerbitan saham baru
tersebut
>> tentu saja bakal
>> > membuat pemegang saham publik terdilusi. Pasalnya, wacana penerbitan
>> saham baru tersebut bisa saja dilakukan tanpa hak memesan efek terlebih
>> dahulu (HMETD) alias nonpreemptive issue. Pun seandainya dilakukan
dengan
>> HMETD masih ada potensi dilusi jika right-nya tidak dieksekusi."Jadi
>> pemegang saham minoritas akan terdilusi dengan penerbitan saham baru
>> tersebut. Dilusinya itu akan sama dengan jumlah saham yang dilepasnya
>> sebanyak 20 persen," bebernya.Usai mengumumkan aksi korporasinya, harga
>> saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) langsung anjlok. Pada akhir sesi I
>> perdagangan hari ini, harga saham LPKR Anjlok hingga 17,65 persen.
Di mana
>> harga saham LPKR turun Rp120 per saham ke Rp560 dari harga
pembukaan yang
>> sebesar Rp680 per saham. Bahkan harga saham emiten ini sempat menyentuh
>> level Rp530 per saham.Akan tetapi, harga ini masih lebih tinggi
dibandingkan
>> dengan harga yang direalisasikan dalam transaksi penjualan sahamnya
kepada
>> fund asing dan rencana
>> > penerbitan saham baru yang dipatok di Rp550 per saham."Secara jangka
>> pendek, langkah korporasi ini sangat merugikan pemegang saham
publik. Karena
>> nilainya lebih rendah dan juga karena efek dilusinya,"
tegasnya.LPKR pada
>> hari ini mengumumkan dua aksi korporasi global penting senilai Rp4,51
>> triliun. Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya menjelaskan jika aksi
>> korporasi global pertama adalah 30 investor global papan atas
membeli 4,1
>> miliar saham, senilai total Rp 2,25 triliun secara tunai melalui
penempatan
>> yang dikordinasikan, dikelola dan dilaksanakan oleh empat bank
investasi
>> global, Bank of America Merrill Lynch, CLSA Asia-Pacific Markets,
Danareksa
>> Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.Kedua, direksi dan dewan
komisaris LPKR
>> menyetujui untuk menambah modal LPKR sebesar Rp2,25 triliun, atau 42,7
>> persen menjadi Rp7,51 triliun melalui penerbitan saham baru yang
sepenuhnya
>> dijamin dan didanai oleh konsortium bank investasi yang di pimpin
Ciptadana
>> > Securities, di mana seluruh dana akan diterima di rekening LPKR pada
>> Jumat, 22 Oktober 2010 dari hasil penempatan saham tersebut.
>> >
>>
>>
>>