Posting bung positif01 yang terakhir kurang akurat. Yg ini juga?

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 2 Nov 2010 13:16:16 
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] INPC buy & akumulasi - prospek + akuisisi Al Baraka

Perhatikan INPC, pasca-breakout akumulasi tahap pertama (28 September 2010)
sampai puncak masif 52 week hi di Rp149 (07 Oktober 2010) . Setelah
keluarnya surat jawaban oleh manajemen INPC pada 07 Oktober 2010 atas
pertanyaan BEI (
http://www.idx.co.id/Portals/0/Emiten/201010/INPC_E045_STD_0030030139.PDF),
breakout menjulang INPC mengalami pullback hingga ke kisaran harga Rp100
yang masih 43% dari closing YTD (sinyal positif). Kenaikan pada akhir
September hinggal awal Oktober tersebut didorong oleh antisipasi pasar atas
berita rencana penyutikan modal tambahan untuk INPC sebesar Rp500 milyar.

Manajemen INPC dalam suratnya tersebut menyampaikan di antaranya bahwa:
"4. Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi
dalam waktu dekat ini, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat
terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa;" dan
"3. Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham
tertentu"
Kesimpulan yang dapat diambil dari surat keterangan manajemen INPC adalah
masuknya pemodal/mitra strategis melalui mekanisme aksi korporasi yang pasti
melewati manajemen dipastikan tidak terjadi, kecuali... Kecuali jika ada
prospek transaksi yang tidak harus melalui manajemen dan pihak yang
bertransaksi tidak punya kewajiban hukum untuk melaporkan kepada bursa,
seperti private placement oleh pemegang saham. Dan sebagaimana pernyataan
manajemen pada angka 3 bahwa mereka tidak mengetahui.

INPC-kah target akuisisi Al Baraka?
Pada awal tahun 2010, tercatat ada dua institusi finansial asal Timur Tengah
yang berniat melakukan akuisisi ekuitas keuangan strategis di Indonesia,
yaitu Qatar National Bank (QNB) dan Albaraka Banking Group asal Bahrain.
Yang pasti QNB sudah menyebutkan target akuisisinya yaitu BKSW dan dilakukan
dengan aksi korporasi right issue pada akhir tahun. Sementara manajemen INPC
sudah menyangkal akan adanya aksi korporasi serupa. Tinggal Albaraka
sebagaimana dikonfirmasi oleh Bloomberg (
http://www.bloomberg.com/news/2010-10-31/albaraka-banking-sees-acquisition-in-indonesia-in-first-quarter-ceo-says.html).
Rencana akuisisi lembaga keuangan oleh Al Baraka direncanakan tuntas pada
kuartal 1-2011. Tanpa merinci lebih lanjut pada pertengahan tahun Albaraka
telah mengindikasikan entitas mana yang akan mereka caplok.

Bloomberg Businessweek menyebutkan pada 1 Juni 2010 bahwa Al Baraka telah
memberitahukan Bank Indonesia terkait skema akuisisi bank di Indonesia.
Disebutkan bahwa bank yang akan diakuisisi adalah bank Komersial  yang akan
dijadikan bank komersial syariah (
http://investing.businessweek.com/research/stocks/private/snapshot.asp?privcapId=33688251).
Tidak lama berselang, dari semua emiten bank di BEI, satu-satunya yang
menyebutkan secara spesifik rencana keterlibatan dalam unit syariah adalah
INPC (Bank Arta Graha) sebagaimana dilansir oleh Bisnis Indonesia pada 8
Juni 2010 (http://bataviase.co.id/node/242587). Dana yang disiapkan oleh Al
Baraka untuk akusisi di Malaysia dan Indonesia sekitar US$200 juta dengan
alokasi akuisisi di Indonesia sebesar US$50 juta.

Terlepas dari Al Baraka, rencana INPC untuk masuk ke dalam perbankan syariah
jelas merupakan aksi korporasi yang perlu mendapat perhatian terkait dengan
prospek dan akselarasi pertumbuhan usaha INPC. Langkah masuk ke syariah
jelas memberikan sentimen positif untuk jangka menengah/panjang sekaligus
meningkatkan leverage saham INPC. Dengan laporan keuangan kuartal terakhir
(3-2010) yang masih menunjukkan daya tahan dan potensi INPC untuk sembilan
bulan di 2010 dengan interest income tumbuh +13% dan EPS +84%, INPC dapat
menjadi saham menengah primadona untuk awal 2011(
http://www.idx.co.id/Portals/0/Emiten/201010/B9203BAA-8F0B-4600-BAA9-98394138480B.PDF
).

"+"

Kirim email ke