BNII (Bank International Indonesia, Tbk.) kemarin mencatat hari bersejarah dalam pencapaian harga sahamnya. Harga BNII melampaui harga tertinggi dalam 52 minggu terakhir yang bertahan lebih dari 250 hari. Secara teknikal, melalui salah satu buy rule 52 week high breakout sebagaimana misalnya dijalankan oleh Fidelity Investment, US best discount brokers & mutual fund pilihan majalah SmartMoney 2010, saham yang mampu melampaui 52 week high yang bertahan untuk jangka waktu lama, terlebih melampaui 52 minggu seperti BNII kemarin, diantisipasi akan melanjutkan rally-nya dengan range pergerakan yang lebih signfikan.
Secara fundamental, kinerja BNII untuk masa 5 tahun ke belakang diberi penilaian merah, namun demikian memasuki awal 2010 pasca krisis global 2008 dan masuknya Maybank, mulai terlihat adanya perubahan strategi yang lebih in line terhadap segmented target market dan peningkatan pencapaian. Masuknya Stephen Liestyo, mantan petinggi sekaligus penggerak divisi consumer banking BCA, ke dalam jajaran direksi BNII merupakan pilihan yang tepat sejalan dengan peningkatan pencapaian BNII untuk pangsa pasar konsumer. Secara pergerakan harga, YTD (awal tahun) BNII masih memiliki potensi upside yang signifikan dibandingkan emiten perbankan lain yang mulai memasuki wilayah jenuh beli. Hal ini tergambar pada pergerakan harga kemarin ketika indeks sektoral keuangan mengalami tekanan dengan mayoritas saham perbankan terkoreksi, kecuali BNII yang bergerak naik signfikan mencoba mengejar ketertinggalannya pada 2010. "+"
