Kabar tentang Buffett ke ekuitas Asia, termasuk Indonesia, secara umum bisa dipertanggungjawabkan. Hanya ketika masuk ke kabar pilihan saham, itu yang perlu dikritisi. Pertama, tidak pernah dalam sejarah Buffett seperti analis yang menyebut pilihan emiten sebelum beli/jual, yang kedua Buffett punya sektor tradisional pilihan selama 6-7 dekade riwayat investasinya. Dari klaim ketiga saham sebagaimana diberitakan (TLKM, INDF/ICBP, SMCB), pilihan ke SMCB atau Holcim patut diragukan. Pertama, sektor infrastruktur dan subsektor semen bukan pilihan tradisionalnya, dan belum pernah punya saham semen (if not mistaken), kalau Buffett niat masuk ke semen, dia akan masuk ke holding Holcim di Swiss daripada cabang Indonesia. Kedua, SMCB tidak punya posisi "monopoli" semen di Indonesia dibandingkan INTP atau SMGR dari sisi volume.
"+"
