Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Data Saham <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 18 Nov 2010 12:57:26 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [meta-noia] BRAU Tender Offer Di 575 ?
borong sebelum kehabisan ? http://www.detikfinance.com/read/2010/11/18/114415/1496588/6/vallar-plc-tender-offer-berau-rp-575-per-saham?f9911023 Jakarta - Vallar Plc, perusahaan milik keluarga Rothschild yang menjadi pengendali baru PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) akan menggelar tender offer atas sisa saham publik sebanyak 3,490 miliar (10%) di harga Rp 575 per saham, premium 10,57% dari saat ini Rp 520 per saham. "Harga tender offer Vallar terhadap saham Berau di level Rp 575 per saham," ujar sumber detikFinance, Kamis (18/11/2010). Total jumlah saham BRAU saat ini sebanyak 34.900.000.000 saham. Semula, PT Bukit Mutiara, anak usaha PT Recapital Advisors memiliki 31,410 miliar saham atau setara dengan 90% saham BRAU. Sisanya sebanyak 3,490 miliar saham atau 10% saham BRAU dimiliki oleh publik. Vallar Plc telah melakukan penandatangan dengan Bukit Mutiara untuk mengambil alih 26,175 miliar saham atau setara dengan 75% saham BRAU. Sebanyak Mekanismenya dibagi menjadi 2 cara, Vallar akan membeli 12,215 miliar (35%) saham BRAU di harga Rp 540 per saham secara tunai dengan total Rp 6,596 triliun, sedangkan sisanya sebanyak 13,960 miliar (40%) saham BRAU akan ditukar guling dengan 52,2 juta saham baru Vallar atau setara dengan 24,9% saham Vallar. Usai transaksi ini, kepemilikan Bukit Mutiara di BRAU tersisa 15% saham, sedangkan Vallar menguasai 75% saham BRAU. Transaksi ini juga menyebabkan terjadinya perubahan pengendali saham, sehingga Vallar wajib melakukan tender offer atas sisa saham publik BRAU yang sebanyak 3,490 miliar saham (10%). "Dengan harga tender offer Rp 575 per saham, dana yang akan dikeluarkan Vallar sekitar Rp 2,006 triliun untuk tender offer ini," ujar sumber. Sayangnya, Direktur Utama Recapital, Rosan P Roslani belum menjawab pertanyaan detikFinance untuk mengklarifikasi hal tersebut.
