Yang dimaksud mengkeret itu berapa? Kalau melihat data selama 1 bulan terakhir,
ya seimbang kok.
Volume DOW sejak 1 Nov 2010:
11/01/2010 4129179904
11/02/2010 3866200064
11/03/2010 4665480192
11/04/2010 5695470080
11/05/2010 5637459968
11/08/2010 3937230080
11/09/2010 4848039936
11/10/2010 4561299968
11/11/2010 3931120128
11/12/2010 4213619968
11/15/2010 3503369984
11/16/2010 5116380160
11/17/2010 3904780032
11/18/2010 4687260160
11/19/2010 3675389952
11/22/2010 3689499904
11/23/2010 4133070080
11/24/2010 3384250112
11/26/2010 1613820032 (hanya buka 1 sesi)
11/29/2010 3673449984
11/30/2010 4284699904
12/01/2010 4548109824
12/02/2010 4970800128 (segini mengkeret?)
----- Original Message -----
From: positif01
Sent: Friday, December 03, 2010 8:45 AM
Subject: [saham] US Market Update (2 Desember 2010)
Pasar Menguat, Volume Tetap Mengkeret
Saham-saham AS masih dapat mempertahankan kenaikan pada hari kedua, Kamis,
namun dalam volume perdagangan yang 'mixed'.
Komposit NYSE naik 1,4%. S&P500 menambah 1,3%, Nasdaq 1,2% dan Dow 0,9%.
Volume naik sangat tipis di NYSE dan turun di Nasdaq.
Ambigu atau kebimbangan menjadi tema pasar akhir-akhir ini. Kenaikan harga
disertai penurunan volume perdagangan sepertinya telah menjadi pola sejak S&P
500 dan Nasdaq mencapai titik rendah pada November. Nasdaq mencatat enam hari
naik dengan penurunan volume dan hanya satu hari saja yang disertai kenaikan
volume pada waktu tersebut. Sementara, selama empat hari turun justru tiga di
antaranya disertai kenaikan volume. S&P 500 sedikit lebih baik mengingat dari
masih ada dua hari naik dengan peningkatan volume meski empat lainnya diikuti
penurunan volume. Namun demikian, volume perdagangan dua hari terakhir ketika
naik signifikan masih di atas volume rata-rata 50 harian. Selain itu, S&P 500
dan Nasdaq sedang mencoba mendekati 'yearly highs'-nya.
Ambigu atau kebimbangan membuat situasi tidak mudah untuk dicerna berkaitan
dengan 'bulls' atau 'bears'. Pada akhirnya, pasar yang akan memberikan
kejelasan sikap. Jumat malam, data 'monthly payrolls' dan laporan
'unemployment' akan dirilis. Kejuta positif atau negatif akan dapat menggiring
pasar ke salah satu sisi. Kejutan data Kamis masih mendukung 'bulls' untuk hari
kedua. Data 'pending home sales' meloncat 10% ketika ekspektasi pasar mendatar.
Data 'retail chain store sales' November juga lebih baik dari ekspektasi.
Sektor ritel telah cukup menguat signifikan akhir-akhir ini, dan berhasil naik
dari enam sektor teratas, dan sekarang di tiga besar. Sementara saham-saham
teknologi juga masih dapat bertahan positif pada hari kedua ditopang dengan
kenaikan 1,9% indeks 'Philadelphia semiconductor'.
Sementara hasil rilis data yang negatif, menunjukkan 'initial jobless claims'
lebih jelek dari ekspektasi. Rata-rata jumlah klaim bulan lalu jatuh di dua
tahun terendah.
Kondisi pasar saham Indonesia belakangan ini secara umum memiliki banyak
kesamaan pola dengan perkembangan pasar Wall Street seperti digambarkan di atas.
US market outlook: 'Market in Correction'
'+'