*CEMENT: window clearing INTP/SMGR, but window dressing SMCB*

Panel screening per penutupan kemarin 08 Desember 2010 sebenarnya
menunjukkan potensi swing/short term trading/investment ke depan adalah pada
sektor basic industry, khususnya cyclical non komoditas, yaitu cement.
Subsektor ini selain ritel dapat menjadi bantalan selama indeks diperkirakan
akan mengalami tekanan keduanya dalam bulan Desember. Namun demikian, faktor
yang diluar perkiraan pasar, kecuali bagi 'insider', dengan sold out-nya
INTP oleh salah satu hedge fund manager sebanyak 1,6% dengan harga Rp16.150,
telah menjadi sentimen sesaat yang menyeret subsektor semen ke dalam
teritori negatif. Subsektor basic industry sendiri intraday berhasil
mengurangi pelemahan cukup signifikan dari -1,3% menjadi -0,4%.

INTP/SMGR
Jika Anda berpikir aksi 'private placement' INTP hari ini akan seperti aksi
pada emiten besar lainnya yang kemudian disusul dengan kembalinya harga,
mungkin ada baiknya membaca nukilan situasi berikut.

Kemungkinan besar salah satu 'hedge fund' yang telah melego hari ini 1,6%
saham INTP adalah Capital International Research & Management dan/atau
Genesis Investment Management. Jika benar maka daftar investor institusi
yang telah meninggalkan INTP dapat meninggalkan dampak yang signifikan
terhadap perkembangan prospek harga INTP di tahun 2011. Tercatat di
antaranya Schroder Investment Management (Hong Kong) Ltd., Capital World
Investors, CDP Capital World Markets dan Pioneer Investment Management
(Ireland) Ltd. sudah lebih dahulu mengurangi secara signfikan porsi ekuitas
di INTP.

Aksi jual menjelang akhir tahun ini, diperkirakan bagian dari pembersihan
aset portofolio 'laggard' atau ekuitas yang pertumbuhan harga tertinggal
terhadap indeks. Pendekatan dengan metode RSC (relative strength
comparative) terhadap indeks sering dijadikan 'benchmark' oleh 'fund
managers' untuk menentukan kelanjutan penguasaan saham-saham tertentu dalam
portofolio mereka. Jika memperhatikan 3 emiten saham yang diperdagangkan di
BEI maka benar bahwa 2 di antaranya, yaitu INTP dan SMGR tertinggal di
belakang indeks dengan rata-rata 52 minggu. Masing-masing INTP dan SMGR
tertinggal -8,3% dan -12% terhadap pertumbuhan positif indeks dan tidak
mampu melampauinya.

Perlu dicermati juga aksi jual susulan pada INTP dan kemungkinan SMGR
mengingat prestasi yang tidak terlalu bagus di 2010. Masih ada FIL
Investment Management Ltd. dan Vanguard Group di INTP yang jika menyusul
'sell-off' bisa menyeret lebih jauh koreksi harga INTP. Demikian pula SMGR,
mengingat salah satu dari 'hedge fund' yang menarik dana di INTP bercokol
juga di SMGR.

SMCB
SMCB satu-satunya emiten semen yang mampu mengalahkan ('beating')
pertumbuhan indeks selama 52 minggu ke belakang dengan tumbuh
sekurang-kurangnya +10% di atas pertumbuhan indeks. Jika menilik akselarasi
persentase perolehan asing maka SMCB paling banyak diakumulasi beberapa hari
terakhir. Dilihat dari aspek teknikal, SMCB sedang dalam posisi bersiap
untuk 'breakout' pola 'ascending triangle' John Murphy dengan base yang
terbentuk sejak 26 April lalu ('intermediate signal'). 'Breakout  ascending
triangle' yang merupakan 'bullish continuation pattern' ini divalidasi
dengan sinyal 'short-term bullish' Martin Pring per hari ini yang merupakan
bagian dari 'long term bullish period' SMCB terhitung sejak 28 Januari 2010.
Positioning breakout ditopang dengan posisi harga yang berada pada area
strategis beli, dan beberapa indikator momentum kunci, seperti Stochastic
dan MACD, menunjukkan posisi SMCB yang bersiap mencuri 'start'. Secara
fundamental, SMCB juga mendapatkan konsensus rekomendasi beli seperti yang
dimuat oleh Reuters/Bloomberg, dan target harga di Rp3.200 (discount 33%
dari inside bid hari ini) oleh CLSA pada November lalu masih cukup relevan.
Selain itu, komposisi investor institusi SMCB berbeda dengan INTP/SMGR serta
dengan 'free float' yang lebih terbatas, dampak penarikan 'private
placement' pada INTP kemungkinan kecil jika terjadi.

Jadi, ikut 'dressing' atau 'clearing'? Jangan salah pilih.

Disclaimer on.

'+'

Kirim email ke