*Saham AS Masih Mampu Bertahan Positif* Mayoritas indeks utama AS masih dapat memperoleh kenaikan meski terbatas pada perdagangan Kamis. Hanya 'blue chips' yang masih tertinggal. Saham-saham dibuka naik akibat berita yang menyebutkan penurunan 'weekly jobless claims' lebih dalam dibandingkan ekspektasi pasar, namun sentimen positif ini perlahan menyusut. Di sisa waktu perdagangan, mayoritas saham berupaya merangkak naik kembali dengan ritme yang lebih lambat.
Indeks komposit NYSE dan S&P 500 keduanya naik 0,4%. Nasdaq +0,3% dan melanjutkan sesi hijaunya selema 7 hari terakhir. Namun, Dow terpeleset kemarin. Volume perdagangan meningkat di Nasdaq, tetapi anjlok di NYSE. Data ekonomi yang akan dirilis Jumat: trade balance, import and export prices, Michigan sentiment index dan Treasury budget. Kondisi pasar secara umum, sebagaimana bursa Indonesia, masih belum menunjukkan kemantapan 'bullish' setidaknya short-term mengingat faktor eskalasi instabilitas keuangan Eropa dan antisipasi kebijakan pengetatan moneter di Cina pada akhir pekan ini masih menghantui mayoritas pelaku pasar. Kemarin Fitch men-downgrade peringkat utang Irlandia menjadi BBB+ dari A+ yang merefleksikan keraguan atas kapasitas fiskal Irlandia, sementara laporan dari Cina menunjukkan inflasi harga-harga properti semakin menguatkan skenario penyesuaian suku bunga pada akhir pekan ini. US market outlook: 'Market in Correction' '+'
