Ini dia salah satu andalan, 'secret recipe 2011'. Panik, tekanan darah naik
karena goyangan bursa, tapi tidak untuk prospek yang satu ini. Selamat
berpartisipasi. Indeks most likely on technical akan rebound Thursday or the
latest Friday.

Masih ingat posting 09 November lalu ketika BNII 'breakout 52 week high' dan
disarankan untuk buy (http://groups.yahoo.com/group/saham/message/89798
)? Dan, terhitung sejak saat itu hingga intraday 14 Desember, kurang lebih
'gain' berlipat lebih dari 100%.

Nah, per penutupan kemarin 13 Desember 2010, ada satu emiten yang memenuhi
'rule' breakout 52 week hi, dan breakout-nya sangat signfikan karena tidak
hanya mencetak harga tertinggi selama 52 week terakhir, tetapi lebih dari
itu tidak tanggung-tanggung, memecahkan 'high price' tertinggi-nya yang
bertahan selama 365 hari atau 73 minggu. 'Breaking out 52 week hi di Rp117
ini divalidasi lebih jauh pada 14 Desember 2010 dengan vwap (harga rata-rata
pembelian hari itu) Rp119. Artinya, breaking out 13 Desember melalui 'close
price' (harga penutupan) bukan manipulasi 'last minutes trade'. Validasi ini
masih dikonfirmasi lagi per penutupan sesi 1 15 Desember dengan vwap semakin
naik bahkan pada saat 'market average'/indeks menuju minus 2%. Ada 'buying
pressure' yang terbukti di sini. Meminjam rating accumulation/distribution
Investor's Business Daily, DGIK: rating A (heavy buying).

Secara teknikal, 'buy 52 week high breakout rule' yang diterapkan oleh
Fidelity Investment, US best discount brokers & mutual fund pilihan majalah
SmartMoney 2010, saham yang mampu melampaui '52 week high' yang bertahan
untuk jangka waktu lama, terlebih melampaui 73 minggu seperti DGIK kemarin,
diantisipasi akan melanjutkan reli dengan 'range' pergerakan yang signfikan.
Penembusan 'highest' yang bertahan 365 hari perdagangan tersebut mendapatkan
pondasi 'chart pattern' yang kokoh jika Anda cermati berdasarkan 'daily
chart' sejak awal tahun. Perhatikan bagaimana pola 'cup and handle yang
merupakan 'bullish continuation' terbentuk dengan periode 'cup' selama 3,5
bulan (starting point: 01 Juli sampai 13 Oktober) dan 'handle selama 1,5
bulan (14 Oktober-02 Desember). Lebih lanjut jika Anda telaah dengan 'weekly
chart', Anda akan temukan pola grafik yang begitu sempurna, 'reverse head &
shoulder' yang dimulai dari minggu keempat April hingga 'break out' akhir
minggu lalu. Sedemikian sempurna-nya 'reverse head and shoulder' ini sampai
tidak perlu diinterpretasikan lagi bagaimana menemukannya dengan kasat mata.
'Cup and handle' daily sudah ditembus pada 02 Desember, demikian pula
'reverse head and shoulder' weekly, dan sejak 13 Desember 52 weeks bahkan 73
weeks highest sudah dipatahkan.

Secara fundamental, kinerja DGIK masih memberikan harapan yang serius
meskipun ROE (ttm) masih 6,84% namun sejarah 'revenues/sales' 3 tahun yang
masih di atas 30% menunjukkan adanya semangat untuk meneruskan perubahan,
persis seperti BNII. Kondisi price to cash flow (ttm) yang lebih kecil dari
p/e ratio (ttm) mengindikasikan bahwa dana tunai ('cash') lebih besar dari
eps menjadi pertanda bahwa emiten ini punya cukup dana tunai dan bukan hanya
'earnings' yang mungkin masih potensi apalagi hanya 'future prospect'.
Ketersediaan dana tunai juga yang bisa menopang secara riil peningkatan
kinerja di tahun 2011 sebagaimana terindikasi dari 'capital spending' 5
tahun terakhir yang 55% di atas peer global-nya (
http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/40947/DGIK-Masih-Simpan-Dana-IPO).
Harapan peningkatan kinerja DGIK ini selaras dengan peningkatan 'revenues'
pada Q3 kemarin dari Q3 tahun sebelumnya sebesar 34%, sementara penurunan
'eps' dari sebelumnya Q2 (Q2-10 on-Q2-09) yang -23,35% berkurang menjadi
hanya -0,06% pada Q3. Kondisi ini mendapat keyakinan penuh mengingat minggu
demi minggu, bulan demi bulan, perolehan kontrak kerja konstruksi DGIK juga
menunjukkan peningkatan yang berarti. Dalam sebulan terakhir saja dari
Sabang sampai Merauke, dari Padang sampai Timur Leste kontrak-kontrak baru
DGIK berdatangan, di antaranya,

-pembangunan Bandara Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan (
http://us.detikfinance.com/read/2010/11/05/102215/1486694/6/duta-graha-garap-bandara-kota-pagar-alam-rp-2162-miliar
);
-PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) mendapat kontrak baru senilai Rp60 miliar di
Timor Leste. Perseroan akan membangun jalan di negara tetangga tersebut.
Selain di Timor Leste, DGIK juga meraih kontrak pembangunan gedung senilai
Rp40 miliar di Tanah Air. Meski demikian, perseroan tengah menunggu hasil
pemenang tender proyek pembangunan empat gedung senilai total Rp330 miliar.
(Investor)
-Perusahaan jasa konstruksi PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) segera meraih
tiga kontrak baru sekitar Rp650 miliar. Ketiga kontrak itu merupakan kontrak
pembangunan gedung pemerintah di Sumatera dan Jawa. Sampai 3Q10, laba bersih
DGIK turun 8,7% dari Rp45,35 miliar menjadi Rp41,41 miliar. (Investor)

Selain itu secara 'techincal performance' potensi kenaikan harga DGIK ke
depan terlebih di tahun yang baru akan sangat besar mengingat sepanjang 2010
kenaikan DGIK yang 36% masih tertinggal dari kenaikan IHSG yang 47%. Kondisi
ini berbeda dengan beberapa emiten 'mid-caps leader' lainnya yang sudah jauh
melampaui 'gain' IHSG sehingga mengisyaratkan 'overvalued'. Silakan buka
'chart' sejak awal tahun 2010,setidaknya 4 peer terdekatnya di subsektor
'property and real estate' (ADHI, PTPP, TOTL, WIKA) sudah bergerak jauh dan
mungkin mulai letih ('ove-extended'), sementara DGIK baru saja hendak
memulai perjalanan mendakinya ('great potential'). DGIK yang berasal dari
sektor konstruksi juga sekaligus dapat menjadi alternatif/'bumper'
volatilitas sektor komoditas memasuki awal 2011. Tidak perlu pusing harga
minyak, tidak genting harga dollar, tidak 'feeling' krisis Eropa dan tidak
gambling efek Cina.

Cukup beralasan, mengacu kepada prospek fundamental dan pijakan teknikal
jika banyak investor dari berbagai level menanti menyaksikan kemilau harga
DGIK di Rp235 sebelum akhir Januari 2011 atau naik 95% dari penutupan 14
Desember 2010. Ingat, pilihan ini investasi baik position, mid-term atau
long-term. Namun demikian jangan pernah lupa, selalu ada resiko. Disclaimer.

"+"

Kirim email ke