waktu gocap tidur mulu nga kasih comment nihhhh.......

regards,

budy darmawan,s.h.

--- Pada Rab, 15/12/10, positif01 <[email protected]> menulis:

Dari: positif01 <[email protected]>
Judul: [saham] DGIK: Buy on 52 week high breakout rule
Kepada: 
Tanggal: Rabu, 15 Desember, 2010, 9:00 AM















 
 



  


    
      
      
      Ini dia salah satu andalan, 'secret recipe 2011'. Panik, tekanan darah 
naik karena goyangan bursa, tapi tidak untuk prospek yang satu ini. Selamat 
berpartisipasi. Indeks most likely on technical akan rebound Thursday or the 
latest Friday.

Masih ingat posting 09 November lalu ketika BNII 'breakout 52 week high' dan 
disarankan untuk buy (http://groups.yahoo.com/group/saham/message/89798
)? Dan, terhitung sejak saat itu hingga intraday 14 Desember, kurang lebih 
'gain' berlipat lebih dari 100%.



Nah, per penutupan kemarin 13 Desember 2010, ada satu emiten yang memenuhi 
'rule' breakout 52 week hi, dan breakout-nya sangat signfikan karena tidak 
hanya mencetak harga tertinggi selama 52 week terakhir, tetapi lebih dari itu 
tidak tanggung-tanggung, memecahkan 'high price' tertinggi-nya yang bertahan 
selama 365 hari atau 73 minggu. 'Breaking out 52 week hi di Rp117 ini 
divalidasi lebih jauh pada 14 Desember 2010 dengan vwap (harga rata-rata 
pembelian hari itu) Rp119. Artinya, breaking out 13 Desember melalui 'close 
price' (harga penutupan) bukan manipulasi 'last minutes trade'. Validasi ini 
masih dikonfirmasi lagi per penutupan sesi 1 15 Desember dengan vwap semakin 
naik bahkan pada saat 'market average'/indeks menuju minus 2%. Ada 'buying 
pressure' yang terbukti di sini. Meminjam rating accumulation/distribution 
Investor's Business Daily, DGIK: rating A (heavy buying).



Secara teknikal, 'buy 52 week high breakout rule' yang diterapkan oleh Fidelity 
Investment, US best discount brokers & mutual fund pilihan majalah SmartMoney 
2010, saham yang mampu melampaui '52 week high' yang bertahan untuk jangka 
waktu lama, terlebih melampaui 73 minggu seperti DGIK kemarin, diantisipasi 
akan melanjutkan reli dengan 'range' pergerakan yang signfikan. Penembusan 
'highest' yang bertahan 365 hari perdagangan tersebut mendapatkan pondasi 
'chart pattern' yang kokoh jika Anda cermati berdasarkan 'daily chart' sejak 
awal tahun. Perhatikan bagaimana pola 'cup and handle yang merupakan 'bullish 
continuation' terbentuk dengan periode 'cup' selama 3,5 bulan (starting point: 
01 Juli sampai 13 Oktober) dan 'handle selama 1,5 bulan (14 Oktober-02 
Desember). Lebih lanjut jika Anda telaah dengan 'weekly chart', Anda akan 
temukan pola grafik yang begitu sempurna, 'reverse head & shoulder' yang 
dimulai dari minggu keempat April hingga 'break out' akhir
 minggu lalu. Sedemikian sempurna-nya 'reverse head and shoulder' ini sampai 
tidak perlu diinterpretasikan lagi bagaimana menemukannya dengan kasat mata. 
'Cup and handle' daily sudah ditembus pada 02 Desember, demikian pula 'reverse 
head and shoulder' weekly, dan sejak 13 Desember 52 weeks bahkan 73 weeks 
highest sudah dipatahkan. 



Secara fundamental, kinerja DGIK masih memberikan harapan yang serius meskipun 
ROE (ttm) masih 6,84% namun sejarah 'revenues/sales' 3 tahun yang masih di atas 
30% menunjukkan adanya semangat untuk meneruskan perubahan, persis seperti 
BNII. Kondisi price to cash flow (ttm) yang lebih kecil dari p/e ratio (ttm) 
mengindikasikan bahwa dana tunai ('cash') lebih besar dari eps menjadi pertanda 
bahwa emiten ini punya cukup dana tunai dan bukan hanya 'earnings' yang mungkin 
masih potensi apalagi hanya 'future prospect'. Ketersediaan dana tunai juga 
yang bisa menopang secara riil peningkatan kinerja di tahun 2011 sebagaimana 
terindikasi dari 'capital spending' 5 tahun terakhir yang 55% di atas peer 
global-nya 
(http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/40947/DGIK-Masih-Simpan-Dana-IPO).
 Harapan peningkatan kinerja DGIK ini selaras dengan peningkatan 'revenues' 
pada Q3 kemarin dari Q3 tahun sebelumnya sebesar 34%, sementara penurunan 'eps' 
dari sebelumnya Q2
 (Q2-10 on-Q2-09) yang -23,35% berkurang menjadi hanya -0,06% pada Q3. Kondisi 
ini mendapat keyakinan penuh mengingat minggu demi minggu, bulan demi bulan, 
perolehan kontrak kerja konstruksi DGIK juga menunjukkan peningkatan yang 
berarti. Dalam sebulan terakhir saja dari Sabang sampai Merauke, dari Padang 
sampai Timur Leste kontrak-kontrak baru DGIK berdatangan, di antaranya,



-pembangunan Bandara Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan 
(http://us.detikfinance.com/read/2010/11/05/102215/1486694/6/duta-graha-garap-bandara-kota-pagar-alam-rp-2162-miliar);


-PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) mendapat kontrak baru 
senilai Rp60 miliar di Timor Leste. Perseroan akan membangun jalan di negara 
tetangga tersebut. Selain di Timor Leste, DGIK juga meraih kontrak 
pembangunan gedung senilai Rp40 miliar di Tanah Air. Meski demikian, perseroan 
tengah menunggu hasil pemenang tender proyek pembangunan empat 
gedung senilai total Rp330 miliar. (Investor)-Perusahaan jasa konstruksi PT 
Duta Graha Indah Tbk 
(DGIK) segera meraih tiga kontrak baru sekitar Rp650 miliar. Ketiga kontrak 
itu merupakan kontrak pembangunan gedung pemerintah di Sumatera dan Jawa. 
Sampai 3Q10, laba bersih DGIK turun 8,7% dari Rp45,35 miliar menjadi Rp41,41 
miliar. (Investor)Selain itu secara 'techincal performance' potensi kenaikan 
harga DGIK ke depan terlebih di tahun yang baru akan sangat besar mengingat 
sepanjang 2010 kenaikan DGIK yang 36% masih tertinggal dari kenaikan IHSG yang 
47%. Kondisi ini berbeda dengan beberapa emiten 'mid-caps leader' lainnya yang 
sudah jauh melampaui 'gain' IHSG sehingga mengisyaratkan 'overvalued'. Silakan 
buka 'chart' sejak awal tahun 2010,setidaknya 4 peer terdekatnya di subsektor 
'property and real estate' (ADHI, PTPP, TOTL, WIKA) sudah bergerak jauh dan 
mungkin mulai letih ('ove-extended'), sementara DGIK baru saja hendak memulai 
perjalanan mendakinya ('great potential'). DGIK yang berasal dari sektor 
konstruksi juga sekaligus dapat menjadi alternatif/'bumper' volatilitas sektor 
komoditas memasuki awal 2011. Tidak perlu pusing harga minyak, tidak genting 
harga dollar, tidak 'feeling' krisis Eropa dan tidak gambling efek Cina.



Cukup beralasan, mengacu kepada prospek fundamental dan pijakan teknikal jika 
banyak investor dari berbagai level menanti menyaksikan kemilau harga DGIK di 
Rp235 sebelum akhir Januari 2011 atau naik 95% dari penutupan 14 Desember 2010. 
Ingat, pilihan ini investasi baik position, mid-term atau long-term. Namun 
demikian jangan pernah lupa, selalu ada resiko. Disclaimer.



"+"


    
     

    
    


 



  










Kirim email ke