Sejak akhir November hingga pertengahan Desember, mayoritas saham-saham
Indonesia dilanda 'selling pressure' yang membanting harga-harga saham dalam
level koreksi 'intermediate' 5-10%. Koreksi, yang jika dengan cermat
mengikuti posting-posting sebelumnya bukan suatu yang aneh, khususnya jika
sentimen pasar berada pada titik puncak (kulminasi) kepercayaan yang
berlebihan sebagaimana 'bullish case' pada akhir November. Dan ketika pasar
memulai koreksinya dalam 2 'lag' untuk jangka waktu yang pendek di tengah
prospek ekonomi di 2011, kondisi ekstrem yang kurang lebih sama kembali
muncul setidaknya untuk 'short/mid term'. Melalui beberapa posting belum
lama, disampaikan bahwa potensi 'rebound' segera berlangsung, dan telah
dimulai sejak Jumat lalu. Masih ada 'local Santa Claus' yang akan 'rally',
meski Santa sudah menyelesaikan lebih dulu reli-nya di luar perkiraan pasar
di AS.

Adalah kunci penting dalam memahami sentimen dan psikologi pasar. Emosi
kolektif semua pelaku pasar adalah elemen yang telah mendorong aksi pasar
'short term' yang dikenal sebagai 'greed' dan 'fear'. Dampak dari kedua
elemen psikologis ini tidak simetris. 'Greed' tumbuh secara perlahan
('gradually') karena secara bertahap 'traders' mendapatkan kembali
kepercayaan dirinya melihat pasar mulai naik. Sementara, 'fear' dengan cepat
membakar sehingga 'traders' ketakutan dan lari tunggang langgang pada saat
yang bersamaan. Oleh karena itu, anjloknya harga yang didorong dengan elemen
'fear' ('big selling events') selalu lebih cepat dan lebih tajam
dibandingkan reli yang didorong oleh 'greed'.

Dan, kini waktunya menjelang akhir tahun, ketika semua sentimen negatif
membuncah sebagai ekses koreksi, pada saat itu dalam perspektif kontrarian,
'bull' tumbuh. Tergantung posisi dan berkurangnya kalendar perdagangan
menjelang akhir tahun yang akan mendorong volatilitas transaksi maka
akumulasi itu bisa terjadi tidak dalam tempo yang terlalu perlahan. Jika
ketika sentimen sudah begitu negatif, dan Anda baru bereaksi negatif, itu
namanya kontrarian yang ketinggalan kereta.

Mengapa akumulasi? Tunggu saja katalis positif lainnya menyusul.

'+'

Kirim email ke