Sebuah pandangan tentang fenomena psikologi pasar yang sangat bagus!

  ----- Original Message ----- 
  From: positif01 
  Sent: Monday, December 20, 2010 8:37 AM
  Subject: [saham] Psikologi Akumulasi Jelang Akhir Tahun


    
  Sejak akhir November hingga pertengahan Desember, mayoritas saham-saham 
Indonesia dilanda 'selling pressure' yang membanting harga-harga saham dalam 
level koreksi 'intermediate' 5-10%. Koreksi, yang jika dengan cermat mengikuti 
posting-posting sebelumnya bukan suatu yang aneh, khususnya jika sentimen pasar 
berada pada titik puncak (kulminasi) kepercayaan yang berlebihan sebagaimana 
'bullish case' pada akhir November. Dan ketika pasar memulai koreksinya dalam 2 
'lag' untuk jangka waktu yang pendek di tengah prospek ekonomi di 2011, kondisi 
ekstrem yang kurang lebih sama kembali muncul setidaknya untuk 'short/mid 
term'. Melalui beberapa posting belum lama, disampaikan bahwa potensi 'rebound' 
segera berlangsung, dan telah dimulai sejak Jumat lalu. Masih ada 'local Santa 
Claus' yang akan 'rally', meski Santa sudah menyelesaikan lebih dulu reli-nya 
di luar perkiraan pasar di AS.



  Adalah kunci penting dalam memahami sentimen dan psikologi pasar. Emosi 
kolektif semua pelaku pasar adalah elemen yang telah mendorong aksi pasar 
'short term' yang dikenal sebagai 'greed' dan 'fear'. Dampak dari kedua elemen 
psikologis ini tidak simetris. 'Greed' tumbuh secara perlahan ('gradually') 
karena secara bertahap 'traders' mendapatkan kembali kepercayaan dirinya 
melihat pasar mulai naik. Sementara, 'fear' dengan cepat membakar sehingga 
'traders' ketakutan dan lari tunggang langgang pada saat yang bersamaan. Oleh 
karena itu, anjloknya harga yang didorong dengan elemen 'fear' ('big selling 
events') selalu lebih cepat dan lebih tajam dibandingkan reli yang didorong 
oleh 'greed'.


  Dan, kini waktunya menjelang akhir tahun, ketika semua sentimen negatif 
membuncah sebagai ekses koreksi, pada saat itu dalam perspektif kontrarian, 
'bull' tumbuh. Tergantung posisi dan berkurangnya kalendar perdagangan 
menjelang akhir tahun yang akan mendorong volatilitas transaksi maka akumulasi 
itu bisa terjadi tidak dalam tempo yang terlalu perlahan. Jika ketika sentimen 
sudah begitu negatif, dan Anda baru bereaksi negatif, itu namanya kontrarian 
yang ketinggalan kereta. 


  Mengapa akumulasi? Tunggu saja katalis positif lainnya menyusul.


  '+'


    

  

Kirim email ke