DnB NOR ASA, bank komersial asal Norwegia yang juga memiliki divisi
'investment banking' menyatakan pada pertengahan Desember lalu bahwa adanya
upaya keras yang ditunjukkan secara masif oleh pelbagai pihak di Indonesia,
khususnya oleh Pemerintah RI, untuk meningkatkan produksi minyak mentah dan
gas alam dalam rangka pemenuhan konsumsi domestik akan segera mengangkat
permintaan atas jasa-jasa dan peralatan penunjang kegiatan eksplorasi dan
pengeboran lepas pantai ('offshore'). Thor Andre Lunder, kepala tim riset
ekuitas DnB di Singapura menyatakan sebagaimana dikutip oleh Bloomberg bahwa
permintaan atas peralatan dasar seperti 'drilling ships' dan 'rigs' past
meningkat sejalan dengan komitment Indonesia untuk mendorong investasi
eksplorasi enerji.http://www.bloomberg.com/news/2010-12-10/indonesia-oil-deficit-to-boost-demand-for-vessels-dnb-nor-says.html 2010/12/29 positif01 <[email protected]> subject 2011: Eskalasi Kegiatan Hulu ('upstream') Migas Indonesia (bagian 1) > > Hulu ('upstream') atau biasa disebut dalam industri perminyakan sebagai E&D > atau 'exploration & development' akan digenjot habis-habisan dan didukung > sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia 'at all cost'. Argumen utama bukan > karena mengejar 'windfall profit' atas proyeksi analis yang 'bullish' atas > harga minyak mentah ke depan, tetapi antisipasi lonjakan konsumsi BBM di > tengah ketiadaan pengembangan enerji alternatif yang memadai. > > Namun, ingat, sepanjang kaitannya dengan prospek 'stock pick' sektor migas > untuk 2011/12, korelasi positif antara dorongan aktivitas hulu dan harga > saham emiten migas tidak linear. Eksploitasi atau produksi tidak instan > tetapi butuh waktu, dan industri migas merupakan industri mahal atau > 'capital intensive'. Pemahaman atas potensi area kerja ('working area') yang > masih produktif atau sudah 'depleted'/kempis, sangat menentukan laju > optimisme kinerja E&D Companies. Oleh karena itu, cermat memanfaatkan > peluang peningkatan aktivitas hulu dengan prospek saham emiten yang terkait > dengan bisnis hulu. Pilihan saya, justru bukan pada E&D oil companies, > tetapi oil companies yang menyediakan integrated services. Lapangan > minyak/gas akan dikembangkan diproduksi dalam 7-10 tahun sejak mulai > eksplorasi, tetapi yang mengerjakan/mendukung kegiatan eksplorasi sudah > 'berproduksi' atau menghasilkan 'revenues' sejak minyak/gas-nya masih > dicari, dan itu dalam sejak tahun 0. Smart? > > Pemerintah Indonesia sudah membuka gong awal, dukungan dan insentif > penggalakan kegiatan hulu migas. William O'Neill dalam 'stock picking' > menyebut istilah "follow-on effect". Kurang lebih ujarnya, > > "Sometimes, a major development takes place in one industry and related > industries later reap follow-on benefits...When the price of oil rose in the > late 1970s, oil companies began drilling like mad to supply the suddenly > pricey commodity. As a result, a higher oil prices fueled a surge in the > stocks of oil service companies that supplied the industry with exploration > equipment and services." > > Can you see what I see? > > '+' >
