Sebagai bagian menyeluruh ('big picture') atas dorongan dan rencana aksi
eskalagi dan akselarasi investasi kegiatan bisnis hulu migas,
langkah-langkah terintegrasi mulai dari konsolidasi dan pematangan iklim
investasi secara umum hingga terobosan-terobosan sektoral di industri
terkait sudah dimulai oleh Pemerintah RI dan menjadi lebih intens sejak
pertengahan tahun 2010. Menggarisbawahi keseriusan dan tindak lanjut konkret
Pemerintah RI, Evita Legowo, yang menjabat sebagai Dirjen Migas menegaskan
kepada media sebagaimana dilansir oleh Reuters bahwa Indonesia
mempertimbangkan untuk memberikan lebih banyak lagi insentif untuk investor
asing dalam rangka menggalakan investasi proyek-proyek migas. Evita juga
secara eksplisit memberikan penekanan untuk pengembangan aktivitas
'downstream' yang berhubungan dengan pendirian 'refineries' (fasilitas
pengolahan) minyak bumi.http://www.reuters.com/article/idUSL3E6NM0K120101222 2010/12/29 positif01 <[email protected]> subject 2011: Eskalasi Kegiatan Hulu ('upstream') Migas Indonesia (bagian 1) > > Hulu ('upstream') atau biasa disebut dalam industri perminyakan sebagai E&D > atau 'exploration & development' akan digenjot habis-habisan dan didukung > sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia 'at all cost'. Argumen utama bukan > karena mengejar 'windfall profit' atas proyeksi analis yang 'bullish' atas > harga minyak mentah ke depan, tetapi antisipasi lonjakan konsumsi BBM di > tengah ketiadaan pengembangan enerji alternatif yang memadai. > > Namun, ingat, sepanjang kaitannya dengan prospek 'stock pick' sektor migas > untuk 2011/12, korelasi positif antara dorongan aktivitas hulu dan harga > saham emiten migas tidak linear. Eksploitasi atau produksi tidak instan > tetapi butuh waktu, dan industri migas merupakan industri mahal atau > 'capital intensive'. Pemahaman atas potensi area kerja ('working area') yang > masih produktif atau sudah 'depleted'/kempis, sangat menentukan laju > optimisme kinerja E&D Companies. Oleh karena itu, cermat memanfaatkan > peluang peningkatan aktivitas hulu dengan prospek saham emiten yang terkait > dengan bisnis hulu. Pilihan saya, justru bukan pada E&D oil companies, > tetapi oil companies yang menyediakan integrated services. Lapangan > minyak/gas akan dikembangkan diproduksi dalam 7-10 tahun sejak mulai > eksplorasi, tetapi yang mengerjakan/mendukung kegiatan eksplorasi sudah > 'berproduksi' atau menghasilkan 'revenues' sejak minyak/gas-nya masih > dicari, dan itu dalam sejak tahun 0. Smart? > > Pemerintah Indonesia sudah membuka gong awal, dukungan dan insentif > penggalakan kegiatan hulu migas. William O'Neill dalam 'stock picking' > menyebut istilah "follow-on effect". Kurang lebih ujarnya, > > "Sometimes, a major development takes place in one industry and related > industries later reap follow-on benefits...When the price of oil rose in the > late 1970s, oil companies began drilling like mad to supply the suddenly > pricey commodity. As a result, a higher oil prices fueled a surge in the > stocks of oil service companies that supplied the industry with exploration > equipment and services." > > Can you see what I see? > > '+' >
