Jadi, bagaimana solusinya dong..??? --- Pada Sel, 11/1/11, XXX <[email protected]> menulis:
Dari: XXX <[email protected]> Judul: Re: [saham] Biang Kerok Inflasi tinggi Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 11 Januari, 2011, 9:20 AM Itu masih enteng boss...karena pendorong inflasi pangan (bersifat temporer). Yang lebih gawat adalah yg menyebabkan inflasi "INTI" (bisnis) yg akan terjadi ke depan bila kebijakan jadi diterapkan : (1) SUbsidi BBM dihapus karena orang kaya tidak layak disubsidi --> cara bedain kaya miskin gimana ? kalau cuma dibedakan dari Plat Hitam / merah, itu artinya semua kendaraan pribadi & operasional bisnis (di luar transportasi massal umum) harus beli BBM Pertamax / SOlar non subsidi ? Bisa dibayangkan nanti efek berantainya seperti apa. (2) TDL bau-bau mau naik juga, Orang kaya jg tidak layak dapat subsidi (3) Pajak Progresif kendaraan bermotor & PKB (4) Tarif KA, dll yg mungkin belum disebut Kebijakan pemerintah yg memusuhi "Orang Kaya" ini terbukti tidak akan manjur untuk stimulasi ekonomi. Yang ada nanti rakyat kalangan bawah lagi yang bakal kena getahnya.. 2011/1/11 phet_noy <[email protected]> All, The culprits are: beras and cabe; bumbu-bumbuan.Bikin bangking merah berdarah. Ini kutipan dari BPS "Kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2010 mengalami inflasi 2,81 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 143,36 pada November2010 menjadi 147,39 pada Desember 2010. "Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah subkelompok bumbu-bumbuan yang mencapai 12,46 persen dan terendah terjadi pada subkelompok kacang-kacangan 0,52 persen." Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: beras 0,23 persen; cabai merah 0,22 persen; cabai rawit 0,12 persen; minyak goreng 0,05 persen; telur ayam ras 0,03 persen;ikan segar dan kentang masing-masing 0,02 persen; jeruk dan cabai hijau masing-masing 0,01 persen." "Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah daging ayam ras 0,03 persen; bawang merah 0,02 persen; kacang panjang,mentimun dan bawang putih masing-masing 0,01 persen" " Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 2,81 persen;........................ kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,36 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,21 persen; kelompok sandang 1,08 persen; kelompok kesehatan 0,16 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,25 persen"
