Dalam posting terdahulu siang tadi (IHSG Sesi 1, ada apa?) disebutkan jika IHSG dan sub-sektor 'coal mining' mengalami 'divergence' atau penyimpangan dari trend regional/global saat ini, dan mengisyaratkan potensi beli setidaknya untuk upswing jangka pendek. Posisi 'nett buy' asing mengkonfirmasi lebih lanjut 'divergence' ini. Disebutkan juga IHSG tengah menanti satu pergerakan signfikan yang akan menjadi 'follow-through day'-nya untuk dapat melanjutkan 'bullish rally'-nya ke depan. Follow-through day' yang ideal untuk ekspektasi dimulainya 'rally' dalam waktu yang segera diharapkan terjadi menjelang akhir pekan ini. Kamis besok merupakan hari yang kritikal karena pasar menanti berita/data ekonomi penting dari AS dan Cina. Data dan sentimen yang mengikuti akan menentukan pola pergerakan IHSG dan kapasitasnya untuk kembali menggerakkan 'rally' setelah sekian waktu diterjang sentimen inflasi dan BI rate yang tidak responsif.
Meski inflasi masih menjadi agenda besar bagi banyak para pelaku pasar, namun pasar global/regional telah mengantisipasi berita/data ekonomi yang akan dirilis besok. Data ekonomi AS: 'housing starts' (dimulainya kegiatan pembangunan rumah baru) diprediksi turun 0,9%, dan 'jobless claims' (jumlah penganggur yang mengklaim manfaat jaminan sosial) diprediksi naik menjadi 3,99 juta dibandingkan 3,88 juta minggu lalu. Data yang diprediksi buruk ini meningkatkan spekulasi yang menguntunkan bagi 'emerging markets' termasuk Indonesia bahwa perbaikan ekonomi AS masih berjalan tertatih-tatih sehingga peningkatan suku bunga AS tidak akan segera dilakukan. Hal ini akan terus mendorong masuknya dana asing ke 'emerging markets' yang menawarkan 'higher-yielding assets'. Data ekonomi Cina: pertumbuhan GDP dan IHK (indeks harga konsumen) untuk kuartal 4 akan dirilis besok. IHK akan menginformasikan tingkat inflasi yang akan berpengaruh kepada kebijakan makro Cina pada kuartal 1-2011. Rilis data inilah yang telah menjadi pemicu utama, bergerak 'sideways'-nya indeks-indeks saham di 'emerging markets' termasuk Asia Tenggara dalam pekan ini. Namun demikian sebagaimana dapat disaksikan hari ini, indeks utama Cina (Shanghai) ditutup menguat sangat signiikan +1,86% begitu juga indeks Hang Seng +1,06%. Kondisi ini berarti menunjukkan 'risk appetite' investor/trader kawasan bersangkutan yang tinggi dan mengantisipasi positif data yang akan dirilis besok. Bagaimana dengan Indonesia? IHSG bergerak terlalu liar, too way down. Sejumlah saham komoditas batubara bergerak tidak rasional dan sebagian dipicu 'follow-on' effect dari pemberitaan media saat ini tentang mafia pajak, yang diperkirakan efeknya akan segera surut menjelang penutupan hari ini. Oleh karena itu, dihadapkan kepada fluktuasi harga yang lumayan terdiskon pada sesi 2, misalnya pada komoditas batubara DOID dan ITMG, maka potensi beli untuk upside surge akhir pekan dan pekan depan sangat besar. Selain itu posisi 'nett buy' asing secara keseluruhan menopang skenario 'reversal' menjelang akhir pekan. Cermati saham-saham dengan sub-sub-sektor yang relevan terhadap agenda dan pengaruh ekonomi makro. Cari yang sudah 'down' lebih dari 3 hari, karena statistik reversal cenderung berpihak kepada saham-saham potensial yang down lebih dari 3 hari di hampir semua bursa. 'It's already too way below!" Don't miss the opportunity as foreign keep buying nett. *NB: Ingat selalu, 'risk/money management' dalam setiap transaksi Anda. Tidak terlalu penting, berapa sering Anda benar atau salah dengan perhitungan Anda (TA, FA dan lainnya), tetapi yang lebih penting apa tindakan Anda ketika Anda benar atau salah. 'Let your profit run, cut your losses short': Maksimalkan laba, potong segera rugi.* '+'
