Indeks saham 'emerging markets' pada bulan pertama 2011 tertinggal dan
didahului oleh indeks saham 'developed markets'. Sejumlah indeks saham
'emerging markets' seperti di kawasan Asia Tenggara mengalami tekanan
'intermediate' yang lumayan. Pasar Thailand mengalami 'foreign outflows'
terbesar dibandingkan Indonesia dan Fiipina, dengan nilai mendekati Rp10
triliun. Namun demikian, tekanan sudah sudah maksimal dan pasar telah mulai
'bounce back' ditopang oleh fundamental kawasan, dan berbaliknya sentimen
terhadap prospek 'developed markets'.

Sejumlah analis, misalnya di AS, sudah berancang-ancang mengantisipasi
koreksi 'intermediate' signfikan terhadap indeks-indeks utama AS menjelang
akhir Januari. Koreksi diperkirakan antara 6-10%, dan sudah pergerakan serta
sentimen koreksi sudah dimulai beberapa hari terakhir. Data perumahan AS
kemarin kembali mengkonfirmasi pandangan bahwa masih terjal jalan ke depan
untuk meyakinkan pemulihan ekonomi AS. Indeks S&P/Case-Shiller yang
memetakan harga-harga real-estate residensial di 20 kota anjlok 1,6% pada
Desember lalu dan merupakan penurunan terbesar selama 12 bulan ke belakang
sejak Desember 2009. Sementara di Eropa, GDP Inggris anjlok 0,5% pada
kuartal 4-2010 setelah naik 0,7% kuartal sebelumnya.

Keputusan dan rekomendasi sejumlah 'brokerage houses' global untuk
'memaintain' exposure dan tidak men-short sejumlah 'emerging markets'
selektif diperkirakan akan terbukti menejelang akhir Januari dan memasuki
bulan depan. Setidaknya, dalam konteks pasar Indonesia, pelaku pasar
'developed markets' kemarin setelah penutupan transaksi perdagangan di Bursa
Indonesia, mengambil posisi positif terhadap prospek IHSG yang masih
terdiskon cukup besar. 2 ETF top berbasis saham-saham likuid Indonesia
dengan 'coverage' di atas 35 saham, EIDO (
http://finance.yahoo.com/q?s=EIDO&ql=0) yang dikeluarkan oleh iShares dan
IDX (http://finance.yahoo.com/q?s=IDX&ql=0) oleh Market Vectors, ditutup
menguat signfikan di atas +3%, dan volume EIDO bahkan 4 kali lipat volume
rata-rata 3 bulan. Transaksi yang dilakukan oleh pelaku pasar di NYSE
terhadap prospek saham-saham Indonesia ini setelah Bursa Indonesia ditutup
jelas telah memperhitungkan semua berita dan sentimen yang berkembang
setidaknya sampai dengan kemarin malam, termasuk hasil lelang SUN.


Secara keseluruhan sejumlah saham unggulan Indonesia masih dalam posisi
terdiskon cukup besar, terlebih dibandingkan dengan potensi 'earnings' yang
akan diumumkan dalam waktu dekat dengan antisipasi 75% melampui ekspektasi
sehingga menjustifikasi target IHSG >4000 selama 2011.

'+'

Kirim email ke