Pak Irwan
bgm dgn case MBTO? kabarnya over subscribe 52x tapi kok harga makin
nyungsep?
kayaknya over subscribe bukan jaminan ya apalagi kalau yg mesen Retailer
Lokal?

bingung & mumet mode on...
2011/1/29 Irwan Ariston <[email protected]>

>
>
> Waktu bookbuilding IPO Krakatau Steel, penjatahan dapat sedikit, banyak
> yang kesal. Sekarang, di Garuda dikasih banyak penjatahan pada khawatir
> harga bakal melorot.
>
> Begitulah resiko bermain saham IPO. Kalau pas dapat jatah sedikit
> kemungkinan harga naik. Kalau dapat jatah banyak, kemungkinan harga turun.
> Seperti tebak2an buah manggis saja ya :)
>
> Saya masih belum tertarik masuk saham IPO sejak terakhir beli saham IPO
> tahun 1990 :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> Sent from my iPad
>
> On Jan 28, 2011, at 9:54 AM, Noviati Prihatini <[email protected]>
> wrote:
>
>   DAPAT 40 - 80 %, WAH WAH ...80 % BRO...
> BISA2 OPEN LANGSUNG NYUNGSEP KE 500 NEH......
> KACAU...
>
>  ------------------------------
> *Dari:* a katrin® <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Terkirim:* Kam, 27 Januari, 2011 08:43:40
> *Judul:* Re: [saham] Right Issue BMRI & IPO Garuda
>
>
>
> Sudah lewat locked-up period nya :d
>
> powered by love
> ------------------------------
> *From: *"Tukang Siomay" <[email protected]>
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Thu, 27 Jan 2011 01:36:17 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Right Issue BMRI IPO Garuda
>
>
>
> Pak Irwan, Saham Mandiri di Garuda di Lock selama 1 Tahun.
> CMIIW, jadi sahamnya belum bisa dijual
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: *Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Thu, 27 Jan 2011 08:03:46 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Right Issue BMRI IPO Garuda
>
>
>
> Dari peristiwa IPO Garuda, saya melihat yg diuntungkan selain Garuda,
> tentunya BMRI. Piutang BMRI di Garuda yg bisa dibilang "macet" itu akhirnya
> bisa diuangkan melalui IPO :)
>
> Yang menarik disini adalah BMRI lebih memilih piutangnya dirubah jadi
> saham, lalu dijual bersamaan saat IPO Garuda, ketimbang tetap
> mempertahankannya sebagai piutangnya di Garuda :)
>
> Lumayanlah, BMRI dapat durian runtuh senilai 1,1T dari piutang yg tadinya
> sudah "diragukan" nasibnya :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/1/26 Dimas Yoga <[email protected]>
>
>>
>>
>>
>>  Rabu, 26 Januari 2011
>>  The Tale of Two 
>> Siblings<http://teguhidx.blogspot.com/2011/01/right-issue-bmri-ipo-garuda.html>
>>
>>   Kementrian BUMN dalam waktu dekat ini akan menggelar dua hajatan besar
>> di pasar modal. Pertama, penawaran umum terbatas I Bank Mandiri (Right Issue
>> BMRI), dan kedua, IPO Garuda Indonesia. Menariknya, dua perusahaan ini
>> ternyata memiliki kaitan khusus.
>>
>> Harga IPO Garuda akhirnya ditetapkan pada level terendah yaitu Rp750, dan
>> jumlah saham yang dilepas berkurang dari tadinya 36%, menjadi 26% saja. Hal
>> ini mungkin disebabkan oleh kondisi market yang memang lagi sedikit lesu,
>> tapi tetap tidak mengubah opini mayoritas pengamat dan analis yang
>> menyebutkan bahwa harga IPO Garuda tersebut terlalu mahal.
>>
>> Sementara BMRI menetapkan harga right issue-nya pada level Rp5,000 per
>> saham, dengan harga HMETD Rp5,250 per saham. Meskipun dikabarkan bahwa para
>> investor minta harga yang lebih rendah dari Rp5,000, tapi sejauh ini nggak
>> ada pengamat yang bilang kalau harga tersebut kemahalan. Mengingat harga
>> tersebut masih lebih rendah dari harga terakhir BMRI ‘hasil koreksi IHSG’
>> yaitu 5,700 (sebelum terjadi koreksi, BMRI mantap diatas 6,500), maka
>> sepertinya pemerintah ga akan kesulitan menjual saham baru BMRI ini ke
>> masyarakat.
>>
>> Lantas apa kaitan antara BMRI dengan Garuda? Fakta menariknya adalah, dari
>> dana perolehan IPO Garuda sebesar kira-kira Rp4.8 trilyun, BMRI akan
>> kebagian 1.1 trilyun. Kenapa begitu? Karena BMRI memiliki saham di Garuda,
>> hasil konversi utang. Garuda memang pernah punya utang sekian trilyun ke
>> BMRI. Dan karena Garuda gak sanggup bayar, maka utang tersebut dikonversi
>> menjadi saham, sehingga BMRI jadi memiliki 10.6% saham Garuda. Selama ini,
>> masalah terbesar Garuda memang terletak di utangnya yang kelewat besar, gak
>> terlalu berbeda dengan perusahaan airlines lainnya. Mandala Airlines juga
>> bangkrut karena masalah utang.
>>
>> Kenapa kok BMRI mau mengubah piutangnya di Garuda menjadi saham? Karena
>> Garuda berjanji bahwa saham tersebut bisa diuangkan melalui mekanisme IPO.
>> Dan memang dari sekian milyar lembar saham Garuda yang akan dilepas ke
>> publik, sebagian diantaranya adalah milik BMRI.
>>
>> Jadi jika anda beli saham IPO Garuda, maka itu berarti anda bayarin
>> utangnya Garuda ke BMRI. Setelah IPO ini, janji Garuda untuk mencairkan
>> saham milik BMRI menjadi dana tunai akan terpenuhi, dan BMRI mendapatkan
>> uangnya kembali.
>>
>> Selain mendapat 1.1 trilyun dari IPO Garuda, BMRI juga akan mendapat
>> sekitar 12.2 trilyun dari right issue-nya, jadi totalnya 13.3 trilyun.
>> Jumlah dana yang sangat besar, tentu saja. Dan dana ini akan sangat berguna
>> untuk menambah modal BMRI, sehingga catatan CAR-nya yang pada kuartal tiga
>> 2010 hanya 14.1%, mungkin akan naik menjadi 17 – 19% setelah right issue
>> ini. Dengan cadangan modal yang jauh lebih baik, BMRI nantinya akan memiliki
>> kesempatan yang lebih luas untuk berekspansi, sehingga mereka akan dapat
>> mempertahankan posisinya sebagai The Largest Bank in Indonesia.
>>
>> Namun disisi lain, right issue ini akan menyebabkan nilai saham BMRI akan
>> terdilusi (berkurang) sekitar 10.0%. Dan kepemilikan saham pemerintah di
>> BMRI juga akan terdilusi, dari tadinya 66.7%, menjadi 60.0%. Kenapa
>> demikian? Karena pemerintah gak akan mengambil jatah HMETD-nya yang
>> berjumlah sekitar 1.6 milyar lembar saham, melainkan melemparnya ke publik.
>> Karena kepemilikan pemerintah di BMRI berkurang, maka status ‘ke-BUMN-an’
>> BMRI juga jadi berkurang. Artinya? Jaminan pemeliharaan dari negara terhadap
>> BMRI juga jadi tidak sebesar sebelumnya.
>>
>> Tapi BMRI boleh dibilang gak begitu butuh perhatian pemerintah, sebab
>> kinerjanya selama ini terbilang bagus, dan perusahaannya sendiri juga jarang
>> bermasalah. Sementara untuk Garuda, kepemilikan saham pemerintah terhadapnya
>> akan berkurang dari tadinya 85.8%, menjadi 60.1% pasca IPO. Mengingat Garuda
>> selama ini punya banyak masalah utang, dan kinerjanya juga nggak bagus, maka
>> angka 60.1% tersebut terdengar beresiko.
>>
>> Kalau penulis boleh berpendapat, seharusnya Bank Mandiri ‘meng-ikhlas-kan’
>> saja piutangnya yang 1.1 trilyun itu ke Garuda Indonesia. Kenapa begitu?
>> Karena baik BMRI maupun Garuda kan sama-sama milik pemerintah. Jadi kalaupun
>> utang itu gak dibayar, pemerintah sebagai pemilik BMRI gak akan rugi, karena
>> yang menerima keuntungannya adalah Garuda, perusahaan milik pemerintah juga.
>> Ibaratnya seperti ngambil duit dari kantong kanan, lalu dimasukkan ke
>> kantong kiri, jadi duitnya sebenarnya gak kemana-mana. Harusnya BMRI bisa
>> sedikit lunak lah, sama saudaranya. Secara dia kan bermain di sektor
>> perbankan, salah satu sektor paling prospektif di Indonesia (makanya
>> kinerjanya bagus). Sementara Garuda ‘terpaksa’ bermain di sektor jasa
>> transportasi udara, sektor yang kurang menguntungkan. Duit 1.1 trilyun
>> tersebut kalau diambil BMRI, maka hanya akan menambah modalnya sedikit saja.
>> Sementara kalau duit itu tetap dikasiin di Garuda, maka bisa dipake buat
>> beli setidaknya 2 atau 3 unit pesawat terbang. Soal pengaruh negatif yang
>> mungkin terjadi dari langkah 'ikhlas' ini terhadap catatan NPL di laporan
>> keuangan BMRI nanti, itu bisa diakalin kok.
>>
>> Tapi para petinggi BMRI dan para fund besar yang memegang sahamnya pasti
>> gak akan setuju sama ide konyol diatas.
>>
>> Sumber :
>> http://teguhidx.blogspot.com/2011/01/right-issue-bmri-ipo-garuda.html
>>
>>
>>
>>
>
>  
>

Kirim email ke