Ada yang bertanya, "kalau semua lepas banking IHSG minus 100-an". Ya, memang
seperti buah simalakama. Tapi, anggap saja membocorkan ban sedang kempes
mumpung masih ada anginnya, daripada di tengah jalan baru kempes, kan
mending dari tadi panggil ojek, bukan? :d Dan, selama Anda tidak bawa band
yang sedang kempes, Anda tidak perlu kompres, so you can still relax a bit.

Bagi yang aktif trading di bursa luar khususnya di emerging market seperti
India, Korea Selatan, Cina atau yang terdekat tetangga Thailand, paham yang
saya maksud untuk 'selling' banking. Tentu tidak semua yang pegang akan
jual. Ini tips hanya untuk para traders atau investors short-term yang
jiwanya trader :d. Daripada hanya 'ngendon' di 'evacuation plan'-nya
sejumlah pemain besar/institusi, ada baiknya kadang-kadang di-share ke
pemain-pemain lainnya yang juga memeriahkan bursa. Mumpung 'market
over-react', siapa tahu ban kempes yang dibocorkan bisa lebih cepat
'recovery' plan-nya dari perspektif trading ya.

Pengejar 'capital gain' short-term trading saham perbankan menunggu 04
Pebruari pada saat BI mengumumkan BI rate. Sejumlah rencana jual dalam
rangka mendapatkan/mempertahankan marjin 'capital gain' akan dilakukan pada
saat itu. Besok, BPS akan mengumumkan Indeks Harga Konsumen yang akan
menggambarkan tingkat inflasi di Indonesia. Sebelum krisis Mesir bergejolak,
mayoritas analis masih berpandangan BI akan mempertahankan BI rate. Namun
demikian, perkembangan terakhir dan munculnya kembali tekanan terhadap
indeks saham diproyeksikan akan mengubah posisi perihal BI rate ini.

Pendekatan makro ekonomi yang paling sederhana menghubungkan kausalitas
antara inflasi dan saham-saham yang rentan terhadap inflasi. Praktisi pasar
saham mengerti dan bersiap kapan masuk dan keluar di antara dua titik
penting siklus ekonomi, deflasi dan inflasi.

Pelaku pasar sudah melakukan strategi 'short-term capital gain trading'
saham-saham perbankan di sejumlah negara yang telah menyesuaikan suku
bunga-nya, mengapa tidak untuk Indonesia. Terakhir kali terpantau adalah,
'capital gain' dengan 'massive institutional selling' saham-saham perbankan
di Thailand ketika menaikkan suku bunga pada 12 Januari lalu. Tentu, 'gain'
yang memadai bagi yang paham eksekusi 'trading', meski pada saat yang
bersamaan banyak 'traders' tanggung yang terjebak. So, be cautious. Anda ada
di mana?

Ban kempes sudah dibocorkan. Cukup waktu, panggil tukang ojek to take you to
alternative place wherever you want to go.

Thailand, 14 January 2010:
In Bangkok, banks pulled back after gains early in the week when they raised
their interest rates following a Bank of
Thailand rate increase. Top lender Bangkok Bank and number four Siam
Commercial Bank SCB.BK each fell over on Friday.



2011/1/31 <[email protected]>

>
>
> Kalau semua lepas banking bukannya ihsg jd minus 100 an. ???
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * positif01 <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Mon, 31 Jan 2011 13:55:58 +0700
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[saham] 14:57 - masih waktu cukup lepas 'banking'
>
>
>
> Tanya mengapa? Nanti selepas waktu tersebut, sekadar memberi waktu.
>
> '+'
>
>   
>

Kirim email ke