Kl bisnis banking di Indonesia adalah lahan bisnis yg paling menguntungkan. Kl nggak bgmn mungkin asing berlomba-lomba membeli bank di Indonesia.
Blue Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 31 Jan 2011 15:28:45 Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Mengapa Re: 14:57 - masih waktu cukup lepas 'banking' Ada yang bertanya, "kalau semua lepas banking IHSG minus 100-an". Ya, memang seperti buah simalakama. Tapi, anggap saja membocorkan ban sedang kempes mumpung masih ada anginnya, daripada di tengah jalan baru kempes, kan mending dari tadi panggil ojek, bukan? :d Dan, selama Anda tidak bawa band yang sedang kempes, Anda tidak perlu kompres, so you can still relax a bit. Bagi yang aktif trading di bursa luar khususnya di emerging market seperti India, Korea Selatan, Cina atau yang terdekat tetangga Thailand, paham yang saya maksud untuk 'selling' banking. Tentu tidak semua yang pegang akan jual. Ini tips hanya untuk para traders atau investors short-term yang jiwanya trader :d. Daripada hanya 'ngendon' di 'evacuation plan'-nya sejumlah pemain besar/institusi, ada baiknya kadang-kadang di-share ke pemain-pemain lainnya yang juga memeriahkan bursa. Mumpung 'market over-react', siapa tahu ban kempes yang dibocorkan bisa lebih cepat 'recovery' plan-nya dari perspektif trading ya. Pengejar 'capital gain' short-term trading saham perbankan menunggu 04 Pebruari pada saat BI mengumumkan BI rate. Sejumlah rencana jual dalam rangka mendapatkan/mempertahankan marjin 'capital gain' akan dilakukan pada saat itu. Besok, BPS akan mengumumkan Indeks Harga Konsumen yang akan menggambarkan tingkat inflasi di Indonesia. Sebelum krisis Mesir bergejolak, mayoritas analis masih berpandangan BI akan mempertahankan BI rate. Namun demikian, perkembangan terakhir dan munculnya kembali tekanan terhadap indeks saham diproyeksikan akan mengubah posisi perihal BI rate ini. Pendekatan makro ekonomi yang paling sederhana menghubungkan kausalitas antara inflasi dan saham-saham yang rentan terhadap inflasi. Praktisi pasar saham mengerti dan bersiap kapan masuk dan keluar di antara dua titik penting siklus ekonomi, deflasi dan inflasi. Pelaku pasar sudah melakukan strategi 'short-term capital gain trading' saham-saham perbankan di sejumlah negara yang telah menyesuaikan suku bunga-nya, mengapa tidak untuk Indonesia. Terakhir kali terpantau adalah, 'capital gain' dengan 'massive institutional selling' saham-saham perbankan di Thailand ketika menaikkan suku bunga pada 12 Januari lalu. Tentu, 'gain' yang memadai bagi yang paham eksekusi 'trading', meski pada saat yang bersamaan banyak 'traders' tanggung yang terjebak. So, be cautious. Anda ada di mana? Ban kempes sudah dibocorkan. Cukup waktu, panggil tukang ojek to take you to alternative place wherever you want to go. Thailand, 14 January 2010: In Bangkok, banks pulled back after gains early in the week when they raised their interest rates following a Bank of Thailand rate increase. Top lender Bangkok Bank and number four Siam Commercial Bank SCB.BK each fell over on Friday. 2011/1/31 <[email protected]> > > > Kalau semua lepas banking bukannya ihsg jd minus 100 an. ??? > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * positif01 <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Mon, 31 Jan 2011 13:55:58 +0700 > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[saham] 14:57 - masih waktu cukup lepas 'banking' > > > > Tanya mengapa? Nanti selepas waktu tersebut, sekadar memberi waktu. > > '+' > > >
