IMSO (In My Sotoy Opinion) Kalau fazwar bilang begini: "Fazwar yakin perusahaannya bisa turut serta untuk membangun proyek yang letaknya masuk dalam wilayah 'kekuasaannya' tersebut sehingga pemerintah Indonesia tidak lagi menggunakan baja dari China seperti yang terjadi saat pembangunan Jembatan Suramadu.
"Suramadu itu Cina, tapi kalau ini (JSS), kita bisalah, apalagi tempatnya kan dekat sekali," tandasnya." Jadi China itu adanya di dekat suramadu yah sehingga KRAS waktu itu gak ikutan proyek surmadu karena diluar daerah kekuasaan KRAS... Jadi pesimis nih sama potensi KRAS, kesannya kok ogah2an gini utk majuin bisnisnya... Mana gua udah koleksi banyak lagi... Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 12 Feb 2011 04:39:32 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Potensi KRAS Wah siap2 di goreng nih Sent with CuanWannabe v.88 Powered by Shortsell -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 12 Feb 2011 11:10:37 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Potensi KRAS Inilah salah satu potensi KRAS yg sudah saya lihat sebelum KRAS melakukan IPO dulu. Sehingga saham KRAS lebih cocok untuk investasi jangka panjang menurut saya, mumpung harganya masih cukup rendah saat ini :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu http://www.detikfinance.com/read/2011/02/12/110740/1569962/6/ks-incar-pasokan-baja-untuk-jembatan-selat-sunda?f9911023 Sabtu, 12/02/2011 11:07 WIB KS Incar Pasokan Baja Untuk Jembatan Selat Sunda *Ramdhania El Hida* - detikFinance *Bogor* - PT Krakatau Steel Tbk (KS) ingin ikut ambil bagian dalam proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Perseroan siap memasok baja untuk kebutuhan proyek tersebut. Direktur Utama KS Fazwar Bujang menyatakan jika proyek JSS jadi terlaksana, pihaknya siap untuk memenuhi kebutuhan baja proyek yang bernilai US$ 16 miliar atau Rp 160 triliun tersebut. Menurutnya, unsur bisnis proyek ini tidak terbatas pada pendapatan lalu lintas saja. "Itu kan proyek yang tidak sedikit, US$ 16 miliar atau Rp 160 triliun. Kami bisa mengiyakan permintaannya, kita bisa suplai 100%," ujar Fazwar saat ditemui di sela Retreat BUMN, Istana Bogor, Jumat (11/2/2011). Fazwar menegaskan KS tidak akan masuk untuk investasi dalam proyek tersebut, tapi hanya sebatas memberikan pasokan baja dan *engineering*. "Kami tidak tertarik di investasi tapi kami mau ikut di *enggineering*-nya. Kan kita punya PT Krakatau Engineering. Bajanya dari kita. Kita mau ikut tapi hanya suplai baja dan *engineering*," tegasnya. Fazwar mengaku belum menghitung total kebutuhan baja untuk proyek jembatan yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera tersebut. Yang pasti, lanjutnya, kebutuhan baja tersebut kecil jika dibandingkan dengan produksi baja yang dihasilkan perusahaan pelat merah ini. "Masih susah menghitung, tapi tidak akan sampai setengah juta ton," ujarnya. Fazwar yakin perusahaannya bisa turut serta untuk membangun proyek yang letaknya masuk dalam wilayah 'kekuasaannya' tersebut sehingga pemerintah Indonesia tidak lagi menggunakan baja dari China seperti yang terjadi saat pembangunan Jembatan Suramadu. "Suramadu itu Cina, tapi kalau ini (JSS), kita bisalah, apalagi tempatnya kan dekat sekali," tandasnya. *(nia/dnl)*
