Saya setuju sekali pendapat bang IAN. Negara bisa maju apabila negara punya infrastruktur yang bagus ditunjang dengan industri dasar yang kuat. Tidak terlepas masalah manajemen pemerintahan yang handal dan relatif bersih dari korupsi. Selain itu juga penghasilan masyarakat harus minimal mampu menutupi biaya hidup sejahtera baru setelah itu roda perekonomian akan jalan. Kualitas pendidikan juga wajib ditingkatkan. Di sisi politik pun menurut saya perlu pembenahan secara besar2an.. Begitu banyak partai dan begitu banyak LSM yang kasarnya membuat "kacau" negara ini. Mental bangsa ini perlu dirubah.
Saya sebagai seorang wiraswasta yang suka berkunjung ke daerah daerah kabupaten di indonesia timur. Saya sangat sangat prihatin dengan kondisi negara ini, perekonomian yang bagus hanya semu.. Industri di negara ini sakit karena daya beli masyarakat yang begitu lemah. Masyarakat terlilit oleh kredit konsumsi. Ini sangat sangat berbahaya. Menurut data dari BI, orang indonesia yg memiliki dana tabungan lebih dari 100jt hanya kisaran 1pct dan diatas 2m tidak sampai 0.1pct dari jumlah penduduk. Ini sangat menyedihkan. Terjadi ketimpangan yang luar biasa. Bisa dikatakan golongan menengah itu kecil sekali. Percepatan pembangunan infrastruktur adalah harga mati apabila negara ini mau maju. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 12 Feb 2011 12:03:04 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Potensi KRAS Tahun lalu saya pernah cari2 informasi melalui internet mengenai desain dari jembatan ini. Rupanya nanti selain jadi jembatan kendaraan, juga akan ada rel kereta api dua arah. Saya sih berharap, pembangunan infrastruktur transportasi ini perlu juga dibarengi dengan pembangunan infrastruktur transportasi di pulau Sumatra. Syukur2 bisa barengan selesai nantinya, jalan bebas hambatan maupun kereta api di pulau Sumatra sampai ke Aceh. Kalau bangun jalan bebas hambatan, sebaiknya jangan tanggung2 bikin lajurnya. Perkirakan untuk kebutuhan 20 tahun mendatang. Dan sekalian kalau bikin langsung yg bagus, supaya ngga bolak balik biaya perawatan yg kadang jauh lebih mahal ketimbang langsung bikin bagus dari awalnya. Pembangunan infrastruktur transportasi yg handal, yang bisa menghubungkan antar daerah dengan cepat dan murah, akan membantu distribusi barang dan jasa antar daerah dengan baik sehingga denyut ekonomi negara juga makin meningkat putarannya. GDP juga akan terdongkrak karenanya. Bila pembangunan2 besar seperti ini banyak dilakukan di banyak daerah, maka pemerataan pembangunan pun juga akan semakin bisa dirasakan oleh masyarakat di daearh yg pada akhirnya nanti akan berujung pada pertumbuhan GDP yg bagus. Saya tak heran, pihak asing melihat potensi besar ini sehingga Indonesia saat ini suka jadi sasaran investasi berikutnya. Hanya sayangnya, kondisi politik dan keamanan dalam negeri kita masih dilihat kurang bersahabat. Semoga para elit politik bisa bersatu, masyarakatnya juga tidak mau diadu domba, kelompok2 masyarakat yg punya sikap destruktif segera bisa ditertibkan keberadaannya, dan Indonesia bisa segera tinggal landas menjadi bangsa yang besar dan beradab. Kalau melihat potensi alam dan besarnya SDM, bangsa kita selayaknya berada di 5 besar dunia saat ini. Ini mimpi saya sejak 1996 lalu, bahwa kelak Indonesia harus bisa masuk jadi satu dari 5 negara besar di dunia dalam konteks positip. Moga2 usia saya masih sempat untuk melihat hal itu jadi kenyataan ya :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/2/12 <[email protected]> > > > Minyaknya belom panas > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sat, 12 Feb 2011 04:39:32 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [saham] Potensi KRAS > > > > Wah siap2 di goreng nih > > Sent with CuanWannabe v.88 Powered by Shortsell > ------------------------------ > *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sat, 12 Feb 2011 11:10:37 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[saham] Potensi KRAS > > > > Inilah salah satu potensi KRAS yg sudah saya lihat sebelum KRAS melakukan > IPO dulu. Sehingga saham KRAS lebih cocok untuk investasi jangka panjang > menurut saya, mumpung harganya masih cukup rendah saat ini :) > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > http://www.detikfinance.com/read/2011/02/12/110740/1569962/6/ks-incar-pasokan-baja-untuk-jembatan-selat-sunda?f9911023 > > Sabtu, 12/02/2011 11:07 WIB > KS Incar Pasokan Baja Untuk Jembatan Selat Sunda > *Ramdhania El Hida* - detikFinance > > *Bogor* - PT Krakatau Steel Tbk (KS) ingin ikut ambil bagian dalam proyek > pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Perseroan siap memasok baja untuk > kebutuhan proyek tersebut. > > Direktur Utama KS Fazwar Bujang menyatakan jika proyek JSS jadi terlaksana, > pihaknya siap untuk memenuhi kebutuhan baja proyek yang bernilai US$ 16 > miliar atau Rp 160 triliun tersebut. Menurutnya, unsur bisnis proyek ini > tidak terbatas pada pendapatan lalu lintas saja. > > "Itu kan proyek yang tidak sedikit, US$ 16 miliar atau Rp 160 triliun. Kami > bisa mengiyakan permintaannya, kita bisa suplai 100%," ujar Fazwar saat > ditemui di sela Retreat BUMN, Istana Bogor, Jumat (11/2/2011). > > Fazwar menegaskan KS tidak akan masuk untuk investasi dalam proyek > tersebut, tapi hanya sebatas memberikan pasokan baja dan *engineering*. > > "Kami tidak tertarik di investasi tapi kami mau ikut di *enggineering*-nya. > Kan kita punya PT Krakatau Engineering. Bajanya dari kita. Kita mau ikut > tapi hanya suplai baja dan *engineering*," tegasnya. > > Fazwar mengaku belum menghitung total kebutuhan baja untuk proyek jembatan > yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera tersebut. Yang pasti, lanjutnya, > kebutuhan baja tersebut kecil jika dibandingkan dengan produksi baja yang > dihasilkan perusahaan pelat merah ini. > > "Masih susah menghitung, tapi tidak akan sampai setengah juta ton," > ujarnya. > > Fazwar yakin perusahaannya bisa turut serta untuk membangun proyek yang > letaknya masuk dalam wilayah 'kekuasaannya' tersebut sehingga pemerintah > Indonesia tidak lagi menggunakan baja dari China seperti yang terjadi saat > pembangunan Jembatan Suramadu. > > "Suramadu itu Cina, tapi kalau ini (JSS), kita bisalah, apalagi tempatnya > kan dekat sekali," tandasnya. > > *(nia/dnl)* > > > >
