saya setuju dgn bung IAN..
dgn menjual saham GIAA seharga 750, tentu GIAA akan mendapatkan uang yg banyak..
dengan utang yg bejibun, persaingan yg ketat baik nasional maupun intl,wajar 
klo GIAA senang..
yg hancur ya si penjamin emisi ma "investor" yg mgkn kurang mendapatkan 
informasi, atau informasi yg didapat terdistorsi tingkat tinggi..

saya bukan pendukung partai demokrat&simpatisan SBY, cm menurut saya, pada 
kasus GIAA ini pemerintah tidak salah..
tidak ada 1 org pun di dunia ini yg memaksa Anda untuk membeli sahamnya GIAA.. 
banyak analis menghitung PER garuda berada antara 32-37 (kita ambil tengahnya 
34.5), dengan harga 750,tentunya sangat mahal.. dibandingkan dengan PER 
singapore airlines yg jauh lbh "sehat" kondisi keungannya saja GIAA masih lbh 
mahal

(sumber reuters, link : 
http://www.reuters.com/finance/stocks/financialHighlights?symbol=SINGF.PK ).

tidak semua harga IPO setelah masuk bursa selalu naik, ada 3 kondisi:
1. undervalue
2. over value
3. tetap

dalam hal ini, GIAA ada pada kondisi OVER VALUE,sehingga begitu harga masuk 
bursa lgsg jatuh..
hal ini disebabkan krn berbagai macam sebab, bisa karena adanya perbedaan 
informasi yg di trima investor (atau calon investor) dengan penjual saham dlm 
hal ini GIAA, investor yg tll PD (menganggap harga IPO sll naik), cerdiknya si 
penjual saham (GIAA) dan lain sebagainya..

di hari pertama mandiri sekuritas saja yg ditunjuk sebagai penjual saham - 
penjamin emisi lgsg menjual 243.256 lot saham GIAA (sumber IPOT). Dengan 
kondisi yg seperti itu, bisa dilihat bgmn sebenarnya kondisi GIAA. penjamin 
emisi-penjual saham perdana (mandiri sekuritas) saja lgsg menjual sahamnya pada 
hari pertama..

saya pribadi memandang garuda adalah perusahaan yg kurang bagus, akan tetapi 
apabila ada investor yg sudah terlanjur beli tp sayang kalau mau cut loss, 
boleh lah sedikit berharap..
GIAA adalah BUMN yg sebagian besar sahamnya milik pemerintah, sehingga sangat 
kecil kemungkinan (bahkan hampir pasti tidak mgkn) perusahaan ini dibiarkan 
saja sama pemerintah smp bangkrut,pemerintah pasti iku cawe2 memoles perusahaan 
ini agar tidak bangkurt, Merpati aja yg lbh parah sll dibantu sama pemerintah, 
apalg GARUDA INDONESIA. Selain itu jajaran direksinya menurut saya adalah org 
yg cukup bagus (dilihat dr track recordnya sebelum menduduki posisi skrg).

sekian tulisan saya ttg GIAA,mohon maaf apabila ada pihak yg tidak suka dgn 
tulisan saya..


 

________________________________

Regrads

--Hendra--
[email protected]




________________________________
Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Dikirim: Sabtu, 12 Februari 2011 12:14
Judul: Re: [saham] yang penting garuda dapet 3,3 T {Emirsyah Dirut Garuda}


  
Komentar Dirut Garuda menurut saya tidak salah.
Harga saham naik atau turun dari harga IPO adalah resiko yang harus dihadapi 
oleh para investor atau trader.
Sebenarnya peringatan soal harga IPO Garuda itu kemahalan sudah banyak 
dipublikasikan di media maupun di milis ini. Tapi tetap saja ada pihak yang 
ingin "gambling" dengan nekat beli di harga IPO dengan harapan bisa naik pada 
saat listing hari pertama.

Saya pun sudah pernah mengingatkan akan bahayanya bermain saham IPO karena 
tidak ada jaminan di hari pertama listing saham IPO itu pasti naik. Resiko 
inilah yang harusnya diketahui oleh para trader/investor.

Yang justru saya bingung adalah melihat underwriternya, koq mau menjamin emisi 
saham garuda dengan harga 750. Apa para analis di perusahaan penjamin emisi itu 
tidak bisa membuat analisa yang lebih komprehensif sehingga bisa menentukan 
harga yang lebih wajar?
Kalau tidak salah, direktur garudanya sendiri pernah menyebutkan (tolong saya 
dikoreksi kalau salah kutip) bahwa dia sudah puas bila saham garuda bisa laku 
di harga 550. Tapi ternyata malah harga IPO nya dibuat lebih tinggi menjadi 
750. Kalau saya sebagai dirut garuda, ya jelas dong saya senang dan hepi. 
Ibaratnya mau jualan dengan harga 550 saja sudah bersyukur, eh ada yg mau 
jaminin dengan harga 750. Kenapa harus ditolak, khan? :)

Kira2 begitulah pendapat saya tentang IPO Garuda kali ini. Seperti Warren 
Buffet pernah bilang, 
"Risk comes from not knowing what you're doing."
Resiko itu muncul ketika kita tidak memahami/menguasai apa yang sedang kita 
lakukan/kerjakan.

Semoga bermanfaat.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/2/12 sahamvalas <[email protected]>

>
>
>
>
>
>
>        
>
>
>
>
>
>>
>
>
>
>
>
>
>"Yang penting adalah Garuda serta manajemen bisa mengeksekusi total dana yang 
>didapatkan sebesar Rp 3,3 triliun untuk mengembangkan Garuda ke depan. Kita 
>lihat saja setahun ke depan seperti apa," tutur Emir.
>
>iyelah
>yang penting loe untung, masyarakat buntung 20% biarin ajelah
>sotoy bener 
>
>
>

 

Kirim email ke