Jika ada satu investor yang memenuhi secara sempurna semua kriteria ideal
investor maka nominasi teratas pasti dipegang oleh Warren Buffett, yang juga
tercatat sebagai barisan utama orang terkaya dunia. Banyak cerita yang
membahas kesuksesan Warren Buffett, namun sedikit yang mengulas kesalahannya
dalam mengambil keputusan investasi.
Menariknya, dan menjadi relevan untuk para pemula atau investor kawakan yang
sedang menimang atau mempertimbangkan saham penerbangan, salah satunya yang
sudah 'listing' di bursa lokal, Garuda Indonesia Airlines (GIAA), kesalahan
('failure') Warren Buffett ini terjadi dalam 'stock picking'-nya di saham
penerbangan US Airways yang tercatat di NYSE.
Buffett membeli saham preferen US Airways di awal tahun 1990. Tidak lama
setelah memegang saham sekaligus kendali manajemen US Airways dengan duduk
di Dewan Komisaris ('board of directors'), Buffett menyadari kesalahan
besarnya telah memutuskan untuk masuk ke dalam saham US Airways, khususnya
saham penerbangan. Buffett kemudian memutuskan untuk 'cut loss' namun
mengingat kondisi pasar dan prospek saham penerbangan saat itu dan besarnya
ukuran portofolio-nya, tidak mudah bagi Buffett untuk menjual sahamnya. Dan
pada akhirnya, 1997, dia berhasil menjual saham US Airways. Meski pada
hari-hari terakhir mendekati realisasi keputusan keluar ('cut loss') atas
porto US Airways terjadi 'rebound' harga saham di luar perkiraan Buffett,
dia tetap memutuskan melego semua sahamnya. Buffett sendiri mengakui jika
pada akhirnya dia masih bisa mendapatkan 'capital gain' dari penjualan
United Airways, itu bukan karena kalkulasinya tetapi lebih karena faktor
keberuntungan pada hari-hari terakhir setelah keputusan 'cut loss' diambil.
Ini satu pelajaran penting, bahwa 'cut loss' tidak hanya berlaku bagi
traders tetapi juga long-term investor sekalipun ketika menemukan adanya
kesalahan fundamental yang dilakukan dalam mengambil keputusan investasi.
Apa kesalahan Buffett dalam memilih US Airways, atau secara umum saham
penerbangan? Hal ini penting untuk dipertimbangkan oleh para investor atau
calon investor saham-saham penerbangan.
Kesalahan terbesar dari seorang kampiun sekalipun bermuara kepada
'over-confident' dan lalai dalam melaksanakan metodologi kerja yang telah
dibuatnya sendiri dan mengantarkannya kepada sukses selama ini.
Buffett selalu mengatakan, "Charlie and I look for companies that have a) a
business we understand; b)favorable long term economics c)able and trust
worthy management d) a sensible price tag. (Berkshire Letter to Shareholders
2007).
Di antara kriteria fundamental tersebut, yang menarik untuk digarisbawahi
pada kesalahan Buffett memilih US Airways/saham penerbangan adalah terkait
kegagalannya untuk mengevaluasi secara jernih 'understandable business' dan
'sustainable competitive advantage'.
*Understandable Business* (bisnis emiten yang jelas dan mudah dipahami)
Dilihat dari luar sepertinya bisnis penerbangan ('airline') itu adalah hal
yang cukup mudah untuk dipahami. Pendapatan diperoleh dari memindahkan
('transport') pelanggan dan paket barang dari satu tempat ke tempat lainnya.
Namun demikian, dibalik bisnis yang terlihat mudah tersebut, ternyata,
misalnya di AS, bisnis penerbangan ibaratnya perjudian terbesar dengan
resiko mengingat 183 maskapai penerbangan jatuh bangkrut sejak 1978. Selain
itu, modal usaha yang diperlukan sangat besar dan menjadi aset mati yang
tidak dapat melindungi kesinambungan bisnis dalam hal terjadi pembalikan
kondisi perekonomian dalam waktu singkat.
*Sustainable Competitive Advantage* (keuntungan kompetitif yang
berkelanjutan)
Bagian terbesar dari alasan mengapa begitu banyak maskapai penerbangan yang
jatuh bangkrut umumnya disebabkan oleh fakta bahwa konsumer atau pelanggan
secara umum susah membedakan pelayanan antara satu maskapai dengan maskapai
lainnya. Semua pesawat umumnya memiliki kesamaan model, penumpang berangkat
dari bandara yang sama, para pilot juga umumnya dididik dari sekolah yang
sama, makanan yang disajikan untuk penumpang juga mirip-mirp dan begitu juga
film yang disuguhkan dalam penerbangan. Pada akhirnya, bagi pelanggan yang
terpenting adalah harga tiket, yaitu maskapai mana yang bisa menerbangkan
penumpang dengan harga lebih murah. Dalam hal US Airways, apakah US Airways
memiliki kontrol penuh terhadap harga/tarif dibandingkan pesaingnya?
Jawabannya tidak, karena US Airways ikut peraturan yang sama dengan maskapai
lain, dan juga dikenakan biaya-biaya bandara yang juga sama dengan maskapai
lainnya. Jadi, sulit untuk melihat bahwa ada 'sustainable competitive
advantage' pada US Airways, sebagaimana maskapai-maskapai penerbangan
lainnya.
Sampai kepada pertimbangan di atas, tidak salah jika dalam 'posting'
sebelumnya disebutkan (http://groups.yahoo.com/group/saham/message/101776):
"Bayangkan, sejak tahun 1990, salah satu indikator penting 'group industry'
airline di AS, S&P aviation sub-sector, hanya naik tidak lebih dari 5%
(baca: LIMA persen). Sejak 1990 sampai sekarang, berarti 20 tahun lebih.
Sementara indeks utama S&P sendiri naik 93 kali lipat (SEMBILAN PULUH TIGA
X) dari indeks sub-sektor penerbangan tersebut. Kemudian, dari seluruh
maskapai penerbangan di dunia yang telah tercatat di bursa saham
masing-masing, separuh (1/2)-nya tidak menghasilkan keuntungan ('no money')
sama sekali selama 12 bulan terakhir. Padahal kurun waktu 2009-2010 adalah
tahun yang baik bagi industri penerbangan."
Apakah GIAA akan lain sendiri dari evaluasi kesalahan Buffett pada US
Airways, atau contoh lain Cebu Air, maskapai penerbangan terbesar kedua
Filipina yang baru IPO pada Oktober 2010 lalu, yang saat ini sudah merosot
30% dari harga perdana (http://groups.yahoo.com/group/saham/message/102060)?
Coba kita simak kutipan langsung dari pernyataan Buffett tentang
kegagalannya menjalankan aturan pemilihan saham yang dia buat sendiri dan
berujung kepada keputusan yang buruk pada US Airways:
"I liked and admired Ed Colodny, the company’s then-CEO, and I still do. But
my analysis of USAir’s business was both superficial and wrong. I was so
beguiled by the company’s long history of profitable operations, and by the
protection that ownership of a senior security seemingly offered me, that I
overlooked the crucial point: USAir’s revenues would increasingly feel the
effects of an unregulated, fiercely-competitive market whereas its cost
structure was a holdover from the days when regulation protected profits.
These costs, if left unchecked, portended disaster, however reassuring the
airline’s past record might be. (1996 Letter to Shareholders, Warren
Buffett)
By the way, bagaimana dengan porto Buffett sekarang? Well, terhitung per 16
Pebruari 2011, tidak terlihat Warren Buffett ada memegang saham maskapai
penerbangan.
Informasi tentang kesalahan terbesar Buffett dalam memilih US Airways, dapat
disimak lebih lanjut di
http://buyingvalue.com/2009/02/buffetts-biggest-mistake/
'+'
Last updated: Wednesday, February 16, 2011
*Rank* *Stock* *# of Shares
(millions)* *% Weighting
of Portfolio
(as of 6/30/09)* 1 *Coca-Cola* (KO <http://finance.yahoo.com/q?s=KO>) 200.0
21.60% 2 *Wells Fargo* (WFC* <http://finance.yahoo.com/q?s=WFC>) 320.0
19.56% 3 *American Express* (AXP <http://finance.yahoo.com/q/pr?s=AXP>)
151.6 12.28% 4 *Procter & Gamble* (PG* <http://finance.yahoo.com/q?s=PG>)
79.1 9.83% 5 *Kraft Foods Inc.* (KFT <http://finance.yahoo.com/q?s=KFT>)
106.7 6.34% 6 *Wesco Financial Corp. *(WSC<http://finance.yahoo.com/q/pr?s=WSC>
) 5.7 4.32% 7 *Wal-Mart* (WMT <http://finance.yahoo.com/q?s=WMT>) 39.0 4.26%
8 *US Bancorp* (USB <http://finance.yahoo.com/q?s=USB>) 69.0 3.51% 9 *
ConocoPhillips* (COP <http://finance.yahoo.com/q?s=COP>) 34.2 3.43% 10 *Johnson
& Johnson *(JNJ <http://finance.yahoo.com/q?s=JNJ>) 23.9 3.06% 11 *Moody's
Corp. *(MCO <http://finance.yahoo.com/q?s=MCO>) 30.8 1.80% 12 *Washington
Post Co. *(WPO <http://finance.yahoo.com/q?s=WPO>) 1.7 1.51% 13 *Nike Inc. *
(NKE <http://finance.yahoo.com/q?s=NKE>) 7.6 1.10% 14 *M&T Bank Corp.*
(MTB<http://finance.yahoo.com/q/pr?s=MTB>
) 5.6 0.87% 15 *Republic Services Inc.
*(RSG<http://finance.yahoo.com/q/pr?s=RSG>
)* ADDED TO POSITION!* 10.8 0.62% 16 *USG Corp.*
(USG<http://finance.yahoo.com/q/pr?s=USG>
) 17.1 0.58% 17 *Costco *(COST <http://finance.yahoo.com/q?s=COST>) 4.3
0.51% 18 *Nalco Holding Co.* (NLC <http://finance.yahoo.com/q/pr?s=NLC>) 9.0
0.43% 19 *Comcast *(CMCSK <http://finance.yahoo.com/q?s=CMCSA>) 12.0 0.42%
20 *Iron Mountain Inc.* (IRM <http://finance.yahoo.com/q?s=IRM>)* ADDED TO
POSITION!* 7.8 0.42% 21 *Ingersoll-Rand* (IR<http://finance.yahoo.com/q?s=IR>
) 5.6 0.39% 22 *CarMax Inc. *(KMX <http://finance.yahoo.com/q?s=KMX>) 7.7
0.38% 23 *Nestle S.A.* (NSRGY.PK <http://finance.yahoo.com/q/pr?s=NSRGY.PK>)
3.4 0.34% 24 *Lowe's* (LOW <http://finance.yahoo.com/q?s=LOW>) 6.5 0.31% 25
*Torchmark Corp.* (TMK <http://finance.yahoo.com/q?s=TMK>) 2.8 0.30% 26 *
Sanofi-Aventis* (SNY <http://finance.yahoo.com/q?s=SNY>) 3.9 0.29% 27 *General
Electric* (GE <http://finance.yahoo.com/q/pr?s=GE>) 7.8 0.28% 28 *Becton
Dickinson & Co.* (BDX <http://finance.yahoo.com/q?s=BDX>)* ADDED TO
POSITION!* 1.7 0.27% 29 *NRG Energy, Inc.
*(NRG<http://finance.yahoo.com/q/pr?s=NRG>
) 6.0 0.25% 30 *United Parcel Service, Inc.*
(UPS*<http://finance.yahoo.com/q?s=UPS>
) 1.4 0.18% 31 *Bank of America *(BAC* <http://finance.yahoo.com/q?s=BAC>)
5.0 0.18% 32 *Home Depot *(HD* <http://finance.yahoo.com/q?s=HD>) 2.8 0.18%
33 *GlaxoSmithKline *(GSK <http://finance.yahoo.com/q/pr?s=GSK>) 1.5 0.11%
34 *Gannett Co., Inc. *(GCI <http://finance.yahoo.com/q?s=GCI>) 1.7 0.06%
<http://secure2.thestreet.com/cap/prm.do?OID=012960>
35 *Exxon Mobil *(XOM <http://finance.yahoo.com/q?s=XOM>) 0.4 0.06%
36 *Comdisco
Holding Co. Inc.* (CDCO.OB <http://finance.yahoo.com/q?s=CDCO.OB>) 1.5 0.03%
Acq *Burlington Northern Santa Fe* (BNI<http://finance.yahoo.com/q/pr?s=BNI>
)** 0.0 0.00%