Tumben nih, ada headline berita penting pasca penutupan perdagangan Asia, belum ada posting-an yang memuatnya. Indikasi bias upside surge yang begitu penuh pengharapan, khususnya angin segar sesaat di banking kemarin? Disembunyikan dulu sementara sampai sempat 'profit taking' Senin? :d. Well, namanya berita baik atau buruk yang perlu diinformasikan.
Cina kembali naikkan GWM (giro wajib minimum) perbankan 50 basis poin (0,50) untuk ke-5 kalinya sejak Oktober lalu, dan mencapai rekor GWM tertinggi di 19,5% ( http://www.reuters.com/article/2011/02/18/us-china-economy-rrr-idUSTRE71H20S20110218?pageNumber=1). Kenaikan GWM merupakan salah satu alat untuk mengendalikan laju inflasi. Sejumlah insider pada Bank Sentral Cina juga sudah mengindikasikan kenaikan susulan suku bunga dalam waktu dekat. Pengumuman kenaikan GWM Cina ini dilakukan pasca penutupan bursa saham Asia, dan setelah sebelumnya pada hari yang sama Vietnam menaikkan suku bunga acuannya dari 9% menjadi 11% ( http://www.reuters.com/article/2011/02/18/us-china-economy-rrr-idUSTRE71H20S20110218?pageNumber=1 ). Untuk konteks Indonesia, sejalan dengan posting terdahulu, secara umum on technical, IHSG sejak penutupan Kamis sudah memberikan sinyal resume 'short term uptrend' dan penutupan Jumat kemarin, bagi para investor konservatif, sinyal 'follow through day' yang mensyaratkan bobot kenaikan signfikan setelah beberapa hari berada di teritori positif pasca koreksi/pullback, disertai dukungan volume yang besar, juga sudah 'confirmed'. Selain itu 'primary bullish cycle sejak 2009 lalu juga belum terpatahkan. Namun demikian, pola uptrend tidak selalu membawa dampak yang sama pada tiap sektor/grup industri. Siklus ekonomi dan fase inflasi/deflasi akan menentukan 'emphasis' atau penekanan sektoral mana yang diuntungkan/dirugikan. Sementara, untuk renungan hari Minggu, yang perlu dilakukan traders yang berspekulasi dengan perbankan yang sensitif terhadap inflasi dan suku bunga, buka 'chart' yang lalu selama fase 'short term downtrend' IHSG di tengah 'primary bullish cycle'-nya, khususnya sejak pertengahan November 2010. Apa yang terjadi selama seminggu pasca Cina menaikkan GWM terhadap volatilitas harga saham-saham perbankan Indonesia. Hasilnya, untuk antisipasi Senin dan seterusnya bagi penggemar perbankan. Bursa Amerika Jumat kemarin pasca-pengumuman kenaikan GWM Cina juga mengalami tekanan, namun menjelang akhir perdagangan berhasil kembali masuk ke teritori positif. Ada sejumlah alasan yang masih mampu mengembalilkan mood bull di bursa Amerika pada saat-saat akhir Jumat. Persoalannya, apakah preseden dan konteks situasional bursa Indonesia atau emerging market sama atau akan menyerupai bursa Amerika pada minggu depan? Lengkapnya Senin pagi. '+'
