Ouw.. Ga jadi niy banking sell off statement mggu kmaren? :p
Alhamdulliah sy udh cuan 6 % di BBCA, beli saat om suruh jual,, makasih ya om :p
Just kidding lho.. Hehehe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 20 Feb 2011 11:20:36 
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Tumben Sepi: Cina Naikkan lagi GWM

Tumben nih, ada headline berita penting pasca penutupan perdagangan Asia,
belum ada posting-an yang memuatnya. Indikasi bias upside surge yang begitu
penuh pengharapan, khususnya angin segar sesaat di banking kemarin?
Disembunyikan dulu sementara sampai sempat 'profit taking' Senin? :d. Well,
namanya berita baik atau buruk yang perlu diinformasikan.

Cina kembali naikkan GWM (giro wajib minimum) perbankan 50 basis poin (0,50)
untuk ke-5 kalinya sejak Oktober lalu, dan mencapai rekor GWM tertinggi di
19,5% (
http://www.reuters.com/article/2011/02/18/us-china-economy-rrr-idUSTRE71H20S20110218?pageNumber=1).
Kenaikan GWM merupakan salah satu alat untuk mengendalikan laju inflasi.
Sejumlah insider pada Bank Sentral Cina juga sudah mengindikasikan kenaikan
susulan suku bunga dalam waktu dekat. Pengumuman kenaikan GWM Cina ini
dilakukan pasca penutupan bursa saham Asia, dan setelah sebelumnya pada hari
yang sama Vietnam menaikkan suku bunga acuannya dari 9% menjadi 11% (
http://www.reuters.com/article/2011/02/18/us-china-economy-rrr-idUSTRE71H20S20110218?pageNumber=1
).

Untuk konteks Indonesia, sejalan dengan posting terdahulu, secara umum on
technical, IHSG sejak penutupan Kamis sudah memberikan sinyal resume 'short
term uptrend' dan penutupan Jumat kemarin, bagi para investor konservatif,
sinyal 'follow through day' yang mensyaratkan bobot kenaikan signfikan
setelah beberapa hari berada di teritori positif pasca koreksi/pullback,
disertai dukungan volume yang besar, juga sudah 'confirmed'. Selain itu
'primary bullish cycle sejak 2009 lalu juga belum terpatahkan. Namun
demikian, pola uptrend tidak selalu membawa dampak yang sama pada tiap
sektor/grup industri. Siklus ekonomi dan fase inflasi/deflasi akan
menentukan 'emphasis' atau penekanan sektoral mana yang
diuntungkan/dirugikan.

Sementara, untuk renungan hari Minggu, yang perlu dilakukan traders yang
berspekulasi dengan perbankan yang sensitif terhadap inflasi dan suku bunga,
buka 'chart' yang lalu selama fase 'short term downtrend' IHSG di tengah
'primary bullish cycle'-nya, khususnya sejak pertengahan November 2010. Apa
yang terjadi selama seminggu pasca Cina menaikkan GWM terhadap volatilitas
harga saham-saham perbankan Indonesia. Hasilnya, untuk antisipasi Senin dan
seterusnya bagi penggemar perbankan.

Bursa Amerika Jumat kemarin pasca-pengumuman kenaikan GWM Cina juga
mengalami tekanan, namun menjelang akhir perdagangan berhasil kembali masuk
ke teritori positif. Ada sejumlah alasan yang masih mampu mengembalilkan
mood bull di bursa Amerika pada saat-saat akhir Jumat. Persoalannya, apakah
preseden dan konteks situasional bursa Indonesia atau emerging market sama
atau akan menyerupai bursa Amerika pada minggu depan?

Lengkapnya Senin pagi.

'+'

Kirim email ke