Credit default swap yang merupakan sarana 'hedging' atau proteksi para kreditur atas ancaman gagal bayar utang akibat potensi 'default' atau kebangkrutan maskapai penerbangan, kembali meningkat tajam untuk hari ke-2 dan merupakan kenaikan tertinggi dalam 2 tahun terakhir setelah harga minyak mentah meloncat ke US$100. Tercatat di AS, Delta Air Lines, United Continental Holdings Inc. dan induk American Airlines (AMR Corp.), credit default swap mereka melonjak tertinggi dalam 4 bulan.
Antisipasi 'hedging' fuel jet terhadap kenaikan harga minyak mentah tidak akan banyak menolong mengingat umumnya 'hedging' tersebut baru akan jatuh tempo pada akhir tahun atau awal tahun pada kisaran US$90, sementara prediksi harga minyak mentah akan bertahan di atas US$100-110. 'Jet fuel' menyerap 35% dari total biaya operasi maskapai penerbangan di AS. Bagaimana dengan GIAA? http://www.bloomberg.com/news/2011-02-23/airline-credit-swaps-climb-as-oil-reaching-100-may-hinder-debt-reduction.html '+'
