B7 itu artinya jago dan hebat dibanding perusahaan yg lain....very smart...



________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, March 31, 2011 8:51:26 AM
Subject: Re: [saham] Direvisi, Bakrie Brothers Ternyata Rugi Rp 7 Triliun di 
2010

  
Hahahahha.... Ane gak komen ah... 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
________________________________

From: [email protected] 
Sender: [email protected] 
Date: Thu, 31 Mar 2011 01:25:06 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [saham] Direvisi, Bakrie Brothers Ternyata Rugi Rp 7 Triliun di 
2010
  
Perush yg lapkeu-nya suka direvisi kena penalti gak ya? Soalnya bikin celaka 
banyak org juga tuh


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
________________________________

From: "jkunci" <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Thu, 31 Mar 2011 00:51:13 +0000
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [saham] Direvisi, Bakrie Brothers Ternyata Rugi Rp 7 Triliun di 
2010
  
Waahh... Bisa2 ntar malah ditarik!! Bd bakrie emang laen dari yg laen.... :))

Salam, 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From: Saham Gorengan <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Wed, 30 Mar 2011 17:33:04 -0700 (PDT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [saham] Direvisi, Bakrie Brothers Ternyata Rugi Rp 7 Triliun di 2010
  
sumber : 
http://www.detikfinance.com/read/2011/03/31/064518/1605326/6/direvisi-bakrie-brothers-ternyata-rugi-rp-7-triliun-di-2010?f9911023


Jakarta - Manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk melakukan revisi atas rilis 
laporan 
keuangannya. Rugi tahun 2010 yang semula ditulis Rp 7,64 miliar ternyata yang 
benar adalah Rp 7,64 triliun. Aha!

Dalam rilis yang disampaikan manajemen BNBR pada Rabu (30/3/2011), dikatakan 
bahwa akibat pelepasan saham, BNBR menderita net loss sebesarRp 7.640.918.548 
di 
penghujung 2010.

"Seharusnya ditulis... senilai Rp 7.640.918.548.000 (tujuh triliun enam ratus 
miliar sembilan ratus juta lima ratus empat puluh delapan ribu) atau disingkat  
Rp 7,64 triliun," jelas Direktur BNBR Siddharta Moersjid dalam siaran persnya, 
Kamis (31/3/2011).

"Atas kesalahan ini kami sampaikan permohonan maaf," tambah Siddharta.

Angka kerugian tersebut berarti melonjak hingga 370% dibandingkan kerugian 
tahun 
2009 yang 'hanya' Rp 1,627 triliun.

Menurut BNBR, setelah tahun buku 2010, kerugian investasi akan turun tajam. 
Dengan demikian, beban potensi kerugian investasi tahun 2008 yang selama ini 
dipikul oleh BNBR telah terealisir, dan diharapkan tidak akan berdampak 
terhadap 
kinerja BNBR di tahun 2011.

"Karena itu, saya sangat optimis, tahun 2011 ini dan juga tahun tahun 
selanjutnya, BNBR dapat menunjukkan kinerja keuangan yang akan meningkat pesat 
dan jauh lebih baik," kata Presiden Direktur & CEO BNBR Bobby Gafur Umar dalam 
siaran persnya.

Dalam rilis sebelumnya juga dikatakan, perseroan mencatatkan perolehan 
pendapatan bersih sebesar Rp 13,2 triliun, naik hampir 72% jika dibandingkan 
pendapatan bersih tahun 2009 sebesar Rp. 7,6 triliun.

Tahun lalu, BNBR juga merampungkan proses pelunasan pinjaman ke sejumlah 
kreditur melalui mekanisme debt buyback. Proses ini menurunkan posisi pinjaman 
BNBR senilai Rp 2,3 triliun.

Sepanjang tahun 2010, harga saham BNBR ikut terkoreksi, dari Rp 84 per lembar 
di 
akhir tahun 2009 turun % menjadi Rp 65 per lembar.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham BNBR ditutup stagnan di Rp 66 
per lembar. Sahamnya diperdagangkan 2.595 kali dengan volume 482.114 lot 
senilai 
Rp 15,715 miliar.


waduhhh.... gimana saham BNBR nih ???
apa bakal mentok di 50 lagi ??? 

Kirim email ke