pak Panda apakah benar rugi Rp 7 triliun . bukan Rp7 milyar di etrading news, rugi Rp7 milyar mohon Pak penjelasan, karena saya nyangkut di harga 75 an. ingin cutloss sudah tangung kepalang 8 bulan min
terimakasih wybowo ________________________________ Dari: panda <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jum, 1 April, 2011 09:24:36 Judul: Re: [saham] Direvisi, Bakrie Brothers Ternyata Rugi Rp 7 Triliun di 2010 kalo turun dalem mungkin mau dijeblosin dulu baru mau diangkat Bandarnya maruk Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ________________________________ From: Browry <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 31 Mar 2011 09:13:39 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Direvisi, Bakrie Brothers Ternyata Rugi Rp 7 Triliun di 2010 Setuju tuh Pak.. Nariknya kencang lagi. :). 2011/3/31 jkunci <[email protected]> >Waahh... Bisa2 ntar malah ditarik!! Bd bakrie emang laen dari yg laen.... :)) > >Salam, >Powered by Telkomsel BlackBerry® > ________________________________ >From: Saham Gorengan <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Wed, 30 Mar 2011 17:33:04 -0700 (PDT) >To: <[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: [saham] Direvisi, Bakrie Brothers Ternyata Rugi Rp 7 Triliun di 2010 > > >sumber : >http://www.detikfinance.com/read/2011/03/31/064518/1605326/6/direvisi-bakrie-brothers-ternyata-rugi-rp-7-triliun-di-2010?f9911023 > > >Jakarta - Manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk melakukan revisi atas rilis >laporan >keuangannya. Rugi tahun 2010 yang semula ditulis Rp 7,64 miliar ternyata yang >benar adalah Rp 7,64 triliun. Aha! > >Dalam rilis yang disampaikan manajemen BNBR pada Rabu (30/3/2011), dikatakan >bahwa akibat pelepasan saham, BNBR menderita net loss sebesarRp 7.640.918.548 >di >penghujung 2010. > >"Seharusnya ditulis... senilai Rp 7.640.918.548.000 (tujuh triliun enam ratus >miliar sembilan ratus juta lima ratus empat puluh delapan ribu) atau disingkat > >Rp 7,64 triliun," jelas Direktur BNBR Siddharta Moersjid dalam siaran persnya, >Kamis (31/3/2011). > >"Atas kesalahan ini kami sampaikan permohonan maaf," tambah Siddharta. > >Angka kerugian tersebut berarti melonjak hingga 370% dibandingkan kerugian >tahun 2009 yang 'hanya' Rp 1,627 triliun. > >Menurut BNBR, setelah tahun buku 2010, kerugian investasi akan turun tajam. >Dengan demikian, beban potensi kerugian investasi tahun 2008 yang selama ini >dipikul oleh BNBR telah terealisir, dan diharapkan tidak akan berdampak >terhadap >kinerja BNBR di tahun 2011. > >"Karena itu, saya sangat optimis, tahun 2011 ini dan juga tahun tahun >selanjutnya, BNBR dapat menunjukkan kinerja keuangan yang akan meningkat pesat >dan jauh lebih baik," kata Presiden Direktur & CEO BNBR Bobby Gafur Umar dalam >siaran persnya. > >Dalam rilis sebelumnya juga dikatakan, perseroan mencatatkan perolehan >pendapatan bersih sebesar Rp 13,2 triliun, naik hampir 72% jika dibandingkan >pendapatan bersih tahun 2009 sebesar Rp. 7,6 triliun. > >Tahun lalu, BNBR juga merampungkan proses pelunasan pinjaman ke sejumlah >kreditur melalui mekanisme debt buyback. Proses ini menurunkan posisi pinjaman >BNBR senilai Rp 2,3 triliun. > >Sepanjang tahun 2010, harga saham BNBR ikut terkoreksi, dari Rp 84 per lembar >di >akhir tahun 2009 turun % menjadi Rp 65 per lembar. > >Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham BNBR ditutup stagnan di Rp 66 >per lembar. Sahamnya diperdagangkan 2.595 kali dengan volume 482.114 lot >senilai >Rp 15,715 miliar. > > >waduhhh.... gimana saham BNBR nih ??? >apa bakal mentok di 50 lagi ???
